Connect with us

Brebes

Massa LSM GMBI se-Jateng Ontrog Kantor Bupati Brebes Terkait Pabrik Langgar Aturan

Published

on

Ribuan LSM GMBI se-Jawa Tengah, berkumpul di Posko LSM GMBI Distrik Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (11/2/2020).

Jatengraya.id, Brebes – Ribuan LSM GMBI se-Jawa Tengah, berkumpul di Posko LSM GMBI Distrik Brebes, Jalan Cendrawasih (Pantura) No. 250, Desa Lamahabang RT. 03 RW. 04, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (11/2/2020).

Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia ini akan menggelar aksi damai di depan pabrik asal Korea, PT. Daehan Global (DG), Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, dan dilanjutkan ke Kantor Bupati Brebes, Jalan Pangeran Diponegoro.

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Yatno, bahwa diperkirakan massa yang akan melakukan orasi dari LSM tersebut antara 3000-4000 orang.

“Aksi ini akan dikawal oleh petugas keamanan gabungan dari Polri yang dibantu TNI dan Satpol PP Kabupaten Brebes,” ucapnya.

Sekedar diketahui, aksi kali ini juga merupakan bentuk keprihatinan terhadap Brebes yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri, namun persoalan terkait investasi khususnya menyangkut perizinan cukup lama.

Bahkan, ada juga yang jelas-jelas telah melakukan pelanggaran dengan mendirikan bangunan di luar IMB, tetapi Pemkab justru terkesan lamban menegakkan sanksi.

Orasi kali ini juga merupakan tindak lanjut dari aksi yang telah digelar Komunitas Aktivis Pro Investasi (KAPI) di Kantor Bupati Brebes tahun lalu (23/9), dimana aksi kala itu menuntut Pemkab Brebes agar tegas dalam menegakkan aturan dalam menyikapi persoalan perizinan pendirian pabrik oleh investor baru. Proses IMB (Izin Mendirikan Bangunan) belum tuntas namun pembangunan pabrik terus dilakukan.

KAPI mendesak Pemkab untuk berani melakukan pembongkaran bagi investor yang belum mengantongi IMB. Mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan tuntutan, juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan proses perizinan di Brebes syarat permainan. Mereka menuding Pemkab Brebes selama ini kurang mampu untuk mengakomodasi dan mengatasi persoalan terkait investasi, khususnya dalam hal proses perizinan yang lambat di tingkat birokrat.

Hal ini menunjukan bahwa SDM Pemkab Brebes belum siap kedatangan investor, sedangkan Brebes secara resmi telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan industri di Jawa Tengah. Kurang lebih 39 perusahaan berskala nasional dan internasional yang bergerak di berbagai sektor usaha, telah mendaftarkan diri sebagai penghuni Kawasan Industri Brebes (KIB). Pasalnya, mereka menganggap Brebes merupakan daerah yang strategis dan memiliki beragam potensi untuk dikembangkan.

Mereka mendesak penyelesaian terhadap pelanggaran aturan RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) Kabupaten Brebes yang dilakukan oleh PT. DG, yaitu pembangunan perluasan pabrik. Pasalnya, dari rekomendasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI, bahwa PT. DG telah melanggar aturan RTRW Kabupaten Brebes sehingga mendapatkan sanksi berupa harus mengganti lahan seluas 31 hektar, yaitu 2,25 kali lahan pengganti. Sanksi itu terkait lahan yang digunakan untuk mendirikan bangunan pabrik yang saat ini sudah beroperasi.

Untuk izin lahan pendirian bangunan pabrik dari PT. DG hanya 6,3 hektar, namun kenyataan di lapangan mencapai kurang lebih 20 hektar, mencakup lahan di bagian belakang pabrik yang berstatus lahan hijau/basah.
Diakui oleh Legal PT. DG, Nanang, bahwa luas lahan yang diperbolehkan sesuai izin memang seluas 6,3 hektar, tetapi lahan yang dibangun untuk pabrik mencapai 8,1 hektar.

Akhirnya mereka diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan untuk beraudiensi di Ruang OR Setda Brebes. Menanggapi desakan kala itu, Setda Djoko Gunawan menjelaskan bahwa Tim Satgas Percepatan Usaha sudah dibentuk dan tim ini terus bekerja. Termasuk melakukan evaluasi dan perbaikan di internalnya sehingga proses perizinan investasi lebih cepat.

Polemik ini, jelas akan sangat merugikan Brebes sendiri, karena para investor lainnya jadi berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya di Brebes, sedangkan suatu wilayah akan cepat maju dalam pembangunan infrastrukturnya jika banyak investor masuk untuk berinvestasi.
Sebelumnya, indikasi terkait masalah perizinan juga pernah muncul di pabrik yang berada di wilayah Desa Bojongsari, Kecamatan Losari. Kini pabrik ini mangkrak karena juga melanggar perizinan. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Brebes

Longsor Ancam Empat Rumah Warga Salem Brebes, Pembuatan Tanggul Darurat Dilakukan

Published

on

Upaya penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Salem, Desa Gunung Larang pada 31 Januari 2020 lalu, mulai dilakukan.

Jatengraya.id, Brebes – Upaya penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Salem, Desa Gunung Larang pada 31 Januari 2020 lalu, mulai dilakukan.

Sekedar diketahui, tebing setinggi 6 meter dan lebar 20 meter di belakang pemukiman warga Dusun Telaga RT. 01 RW. 03, longsor pada pukul 00.30 WIB sehingga mengancam 4 bangunan warga setempat.

Dijelaskan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Pelda Jahri, bahwa sambil menunggu bantuan datang berupa bronjong kawat yang diajukan pihak desa kepada pihak terkait, masyarakat bersama TNI-Polri, Satpol PP, perangkat desa serta 50 orang masyarakat setempat, melakukan pembuatan talud darurat.

“Kami memasang patok bambu dan menyusun karung berisi tanah sebagai upaya pengamanan sementara agar longsor tebing tidak semakin parah,” ujarnya, Selasa pagi (4/2/2020).

Sementara dibenarkan Kepala Desa Gunung Larang, Daip Edi Sutrisno, bahwa pihaknya telah melayangkan surat tembusan (31/1) kepada pihak terkait di Kabupaten Brebes yang meliputi Bupati, Kalaksa BPBD, Disperwaskim, Kabag Kesra, dan Dinsos, untuk mendapatkan bantuan bronjong kawat sebanyak 60 lembar, 500 karung dan 3 lembar terpal.

“Bantuan khususnya bronjong kawat masih kami nantikan untuk lebih menguatkan tanggul,” harapnya.

Daip menambahkan, bahwa kondisi geografis di wilayahnya adalah perbukitan dan di beberapa titik kurang stabil, sehingga jika mendapatkan curah hujan dengan intensitas yang tinggi dan dalam waktu lama, maka berpotensi longsor.

Adapun keempat hunian warganya yang terancam meliputi milik Tasri (64), Rustaja (74), Sarmi (72) dan Dawiti (54). (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Brebes

Mampir di Rest Area KM 228A, Sandiaga Uno Ingin UMKM Maju

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berdialog dengan UMKM yang berada di rest area km 228A.

Jatengraya.id, Pejagan — Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salhuddin Uno berhenti di KM 228A Tol kanci Pejagan untuk menunaikan sholat dzuhur. Sandi berharap, UMKM yang ada di rest area itu, bisa maju dan naik kelas.

“Saya berharap, UMKM yang berada di rest area km 228A bisa hidup dan terus berkembang. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja,” terangnya.

Sandi yang mengenakan sarung celana (sarcel) dan berkaos biru dan kopiah putih, langsung membuat heboh para pedagang dan pengunjung yang berada di sana. Ajakan swafoto dan salaman dilayaninya dengan senyuman.

Ayu pengurus SPBU dan Joko salah satu staf rest area itu menyatakan, km 228A pemegang rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai tempat istirahat di jalan tol dengan jumlah toilet terbanyak.

“Bukan cuma rekor MURI pak, tapi juga rekor dunia. Kalau nggak salah, toilet paling banyak ada di venezuela sebanyak 290 lebih. Tapi sekarang kami kalahkan,” ucap Joko.

308 toilet itu terdiri dari 12 toilet khusus difabel, 118 toilet wanita, 92 toilet pria, dan 86 urinoir. Km 228A masih sedang dalam tahap pembangunan untuk memperluas tenpatnya agar lebih nyaman.

Menurut Sandi, rest area sepanjang jalan tol punya potensi untuk menggerakan ekonomi, jika dikelola dengan baik, UMKM bisa menyerap tenaga kerja. Bukan hanya produk kuliner, tapi juga menjadi sentra oleh-oleh dan produk kreatifitas daerah setempat. Terutama yang terdampak pembangunan jalan tol.

Sandi mengaku ada solusi agar rest area di jalan Tol dapat tumbuh, yakni memberikan insentif kepada para pengguna jalan tol yang mampir ke rest area sehingga dapat mengangkat produk-produk lokal atau kuliner daerah.

“Insentifnya, salah satunya adalah cash voucher, Voucher tunai dengan potongan diskon makan ebih murah 20-30 persen untuk kuliner dan pembelian produk-produk UMKM.yang dijajakan di rest area. Lapangan pekerjaan dan menggerakan ekonomi rakyat, menjadi fokus Prabowo Sandi selama lima tahun ke depan,” ucapnya. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Brebes

Tangis Petani Bawang Subhan yang Tidak Bisa Bayar Utang dan Kagin Nandur Bawang, Tukule Utang

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berdialog dengan Muhammad Subhan, petani bawang, Brebes, Senin (11/2/2019).

Jatengraya.id, Brebes – Muhammad Subhan, petani bawang menangis dan menjerit saat berdialog dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno di Lapangan Sepakbola Wali Kukun Krasak Brebes, Senin (11/2/2019).

“Harga brambang (bawang merah) turun. Saya belum bisa bayar cicilan di Bank Puspa Kencana, jaminannya rumah saya, rumah orangtua saya,” kata Subhan dengan berteriak dan tidak bisa menahan airmatanya. Saya ini nangis beneran pak,” kata Subhan.

Subhan tidak bisa lagi melanjutkan kalimatnya. Sandiaga mencoba menenangkannya.

Subhan memeluk Sandi dan sempat sesunggukan. “Tarik nafas pak Subhan, hembuskan pelan-pelan,” kata Sandi mencoba menenangkan pria berkumis ini.

Hari itu Sandi membuka dialog dengan para petani bawang Brebes dari perwakilan berbagai desa yang mengeluhkan harga bawang yang turun dan tidak lagi bisa menghidupi petaninya. Kagin petani bawang dari desa lembahrawa bahkan menyatakan para petani sekarang Nundur Bawang , Tukule Utang (menanam bawang hasilnya utang).

“sudah sejak empat tahun lalu para petani bawang sengsara pak. Ya itu Nandur Bawang Tukule Utang,” ucap Kagin.

Cakrim, petani bawang lainnya meminta Sandi agar harga bawang tetap stabil dan membuat petani bawang di Brebes sejahtera.

“Harga bawang harus stabil pak. Jadi jangan sampai terjadi lagi menanam bawang, jangan sampai hasilnya utang, tapi untung,” ucap Cakrim.

Sandi berjanji akan menampung semua keluhan yang disampaikan para petani. Termasuk curhat petani bawang bernama Ratna yang meminta jangan menanam bawang di luar Jawa. Karena produksi bawang di Brebes dan daerah Jawa lainnya sudah berlebih. Penanaman di luar Jawa makin membuat harga bawang jatuh.

Menurut Sandi, dirinya punya pengalaman saat menjabat wakil gubernur DKI Jakarta. Dia membeli langsung dari petani bawang Brebes melalui PT Food Station Tjipinang Jaya untuk menjaga pasokan bawang yang saat itu langka dan harganya meroket.

“Waktu itu di DKI, bawang merah harganya naik dan langka. Kami mengambil inisiatif dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, menjalin kerjasama dengan petani bawang Brebes. Alhamdulillah kami patahkan mitos harga tinggi di hari lebaran, karena pasukan terjaga. Petani bawang Brebes sejahtera, pedagang bahagia, pembeli tersenyum,” ucap Sandi. Kalau Allah mengijinkan kami akan melakukan hal yang sama, namun untuk Indonesia dengan Bulog atau pemangku kepentingan lainnya juga dengan pihak ketiga melalui public private partnership,,” terang Sandi.

Menurut Sandi, dengan menggunakan teknologi Control Atmosphere Storage (CAS), produk pertanian seperti bawang bisa disimpan selama enam sampai sembilan bulan.

“Jadi nanti jika.mendapatkan Amanat, kami akan membeli langsung produksi petani bawang Brebes. Dengan harga bawah dan harga atas, sehingga petani tidak akan lagi Nundur Bawang Tukule Utang,” tutup Sandi. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending