Connect with us

DIGITAL

Biznet akan Perluas Cakupan Area di Jawa Tengah

Published

on

Regional Manager Biznet Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta Natalia Dewi (tengah) dan Regional Supervisor Roma Irsyad (kiri) saat menghadiri media gathering di Kota Semarang, Selasa (15/10/2019).

Jatengraya.id, Semarang – Biznet, perusahaan infrastruktur digital terintegrasi dalam penyediaan layanan internet, berencana memperluas cakupan area di Provinsi Jawa Tengah pada 2019.

“‘Coverage area’ Biznet di Jateng saat ini memang baru 16 kabupaten/kota, tahun ini kami akan tambah di Kabupaten Jepara sehingga total akan ada 17 daerah,” kata Regional Manager Biznet Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta Natalia Dewi di Semarang, Selasa (15/10/2019).

Kabupaten/kota di Jateng yang sudah tercakup jaringan internet Biznet antara lain, Kota Semarang, Surakarta, Salatiga Kabupaten Klaten, Tegal, Pemalang, Kudus, Pati, dan Cilacap.

Terkait dengan rencana penambahan area cakupan Biznet di Kabupaten Jepara, Natalia menjelaskan bahwa hal itu dilatarbelakangi dengan banyaknya pelaku ekspor yang membutuhkan jaringan internet.

“Selain itu, banyak juga permintaan masyarakat Jepara yang disampaikan ke kami,” ujarnya.

Ia menyebutkan jumlah pelanggan Biznet di Jateng saat ini sekitar 40 ribu yang terdiri dari 60 persen merupakan segmen ritel, sedangkan sisanya adalah segmen bisnis.

“Pada 2020 kami menargetkan jumlah pelanggan Biznet di Jateng sebanyak 60 ribu,” katanya.

Regional Supervisor Biznet Jateng-DIY Roma Irsyad menambahkan pihaknya berkomitmen membangun infrastruktur modern dengan tujuan mengurangi kesenjangan digital Indonesia dengan negara berkembang lainnya.

“Biznet memiliki dan mengoperasikan jaringan fiber optik tercanggih dengan data center terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Secara umum, jaringan fiber optik Biznet telah mencapai lebih dari 33.000 kilometer yang tersebar di lebih dari 110 kota di sepanjang Pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan Batam, dengan menghadirkan layanan internet super cepat untuk segmen bisnis skala besar, menengah, dan kecil, serta segmen perumahan dan apartemen yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. (wan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIGITAL

Jasnita Dukung Pemda Terapkan Pusat Aduan Call Center 112

Published

on

Kota Semarang termasuk kota ke-6 yang telah menerapkan secara manduri nomor 112 sebagai pusat aduan.

Jatengraya.id, Jakarta – PT Jasnita Telekomunikasi memberikan dukungan teknis pemerintah daerah untuk menerapkan Pusat Aduan Call Center di kota/kabupaten masing-masing.

Kehadiran call center bagi Pemda sangat penting untuk mengetahui aduan dari masyarakat maupun  gambaran yang akurat mengenai suatu informasi dari publik.

“Karenanya kami memberikan bantuan teknis, dan mensupport Pemda untuk merealisaikan keinginan memiliki Pusat Aduan Call Center 112,” kata Direktur Enterprise Welly Kosasih, di Semarang, Rabu (2/5/2018).

Jasnita juga mendukung Pemkot Semarang, yang  hari ini telah meluncurkan layanan aduan yang terintegrasi yaitu call center 112. 

Berdasarkan catatan Welly, Kota Semarang termasuk kota ke-6 yang  telah menerapkan secara manduri nomor 112 sebagai pusat aduan. Program yang diinisiasi oleh pihak Kementerian Kominfo RI sejak 2016 lalu.

Beberapa kota lain yang  sudah memperkenalkan layanan ini secara mandiri adalah Kota Surabaya, diikuti oleh DKI Jakarta, Manado, Pandeglang, Cilegon dan Semarang.

Sementara itu  Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Ahmad M Ramli menyampaikan pentingnya keberadaan Call Center 112.

“Nomor 112 adalah chanel darurat yang bisa dipakai siapapun yang mengalami kedaruratan,” kata Ramli.

Bahkan, Nomor 112 ini juga terkoneksi dengan seluruh layanan dinas, di antaranya kesehatan, kebakaran dan lainnya. Bahkan, nomor tersebut juga terkoneksi ke kepolisian jika ada aduan tindak kejahatan.

Penerapan call center 112 ini setelah mendapat persetujuan dari Kemenkominfo. Seluruh masyarakat yang menggunakan layanan tersebut bisa menggunakan seluruh operator seluler dan bebas pulsa.

“Ini berbeda dengan nomor darurat lainnya. Masyarakat tidak dikenai pulsa alias gratis. Sehingga tidak membebani,” paparnya. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

CISSReC: Pengatur Privasi di Facebook Tak Berguna

Published

on

Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC Pratama Persadha.

Jatengraya.id, Semarang – Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) menilai “setting” (pengaturan) privasi relatif tidak berguna saat pengguna masih terhubung dengan layanan pihak ketiga di Facebook.

“Pengguna bisa masuk ke ‘setting’ dan menghapus semua layanan pihak ketiga tersebut agar lebih aman,” kata Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC Pratama Persadha ketika dimintai konfirmasi Antara di Semarang, Jumat (6/4/2018) pagi, terkait dengan 1.096.666 data pengguna Facebook di Tanah Air diduga diambil dan diolah oleh Cambridge Analytica.

Padahal, lanjut Pratama, sejak 4 April 2018 Facebook sudah mengeluarkan pernyataan, salah satunya adalah Facebook berjanji bahwa sejak 9 April 2018 di bagian atas “news feed” atau beranda akan muncul notifikasi aplikasi pihak ketiga apa saja yang dipakai pengguna Facebook.

“Nantinya pengguna Facebook bisa melakukan pilihan untuk menghapus pemakaian aplikasi tersebut pada akun masing-masing,” kata Pratama yang pernah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pengamanan Sinyal Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

Selain itu, kata Pratama, Facebook juga mulai menghapus dan membatasi application program interface (API) atau antarmuka pemrograman aplikasi yang bisa diakses oleh aplikasi di Facebook.

API pada grup, “fan pages”, Facebook Messenger, dan Instagram, kata pakar keamanan siber itu, hanya akan bisa diakses oleh aplikasi yang sudah mendapatkan persetujuan Facebook.

“Ini berarti developer lokal yang selama ini mendapatkan keuntungan dengan membangun berbagai ‘tools optimasi’ Facebook juga harus mendapatkan ‘approval’ (persetujuan) terlebih dahulu,” katanya.

Menurut dia, salah satu yang sangat krusial adalah Facebook menghapus fitur “searching” yang selama ini bisa menggunakan nomor seluler ataupun surat elektronik (surel).

“Hal ini guna mengurangi praktik pengumpulan data oleh aplikasi pihak ketiga,” kata pria kelahiran Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini, seperti dikutip Antara. (ddk)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending