Connect with us

Magelang

Festival Tidar Promosikan Wisata Kota Magelang

Published

on

Festival Tidar 2019 di penggalan kawasan pertokoan Rejotumoto, Jalan Ikhlas Kota Magelang, tak jauh dari kaki Gunung Tidar di Magelang, Kamis (3/10/2019).

Jatengraya.id, Magelang – Penyelenggaraan Festival Tidar 2019 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, untuk mempromosikan kepariwisataan di daerah itu, kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

“Kami kenalkan pariwisata Kota Magelang melalui Festival Tidar ini,” kata dia ketika membuka Festival Tidar 2019 di penggalan kawasan pertokoan Rejotumoto, Jalan Ikhlas Kota Magelang, tak jauh dari kaki Gunung Tidar di Magelang, Kamis (3/10/2019).

Ia mengatakan bahwa beberapa tahun lalu di Kota Magelang pernah diselenggarakan agenda serupa akan tetapi tidak berlanjut.

Ia mengemukakan tentang pentingnya Festival Tidar dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menjadi agenda rutin Kota Magelang yang meliputi 17 kelurahan dan tiga kecamatan itu.

Terlebih, ujar dia, selama tiga hingga empat tahun terakhir, Pemkot Magelang melakukan berbagai pembangunan untuk mendukung pengembangan kepariwisataan Gunung Tidar.

“Akan terus kami lengkapi (berbagai pendukung kepariwisataan Gunung Tidar, red.). Dua gardu pandang belum jadi,” kata dia.

Pada pembukaan festival itu, antara lain dihadiri Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno, Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Sekda Joko Budiyono, dan para pejabat setempat.

Ia mengemukakan berbagai sarana dan prasarana yang memadai bagi kepariwisataan setempat akan membuat jumlah wisatawan di kota itu meningkat dan dan terkesan dengan Kota Magelang.

Pemkot Magelang juga memperhatikan masalah pengembangan seni budaya dan spiritual, termasuk kaitannya dengan wisata religi di Gunung Tidar.

Selain berbagai pementasan kesenian dari beberapa grup di Kota Magelang maupun, beberapa daerah di sekitarnya, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, ISI Surakarta, pameran produk usaha menengah, kecil, dan mikro, Festival Tidar 2019 juga ditandai dengan tabligh akbar terkait dengan haul Syech Subakir yang dimakamkan di Gunung Tidar.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) kota Magelang Djarwadi mengatakan Festival Tidar berlangsung sehari itu untuk mempromosikan wisata Kota Magelang.

Selain itu, kata dia, meningkatkan kunjungan wisata, memberdayakan potensi ekonomi, dan sarana hiburan masyarakat. (mha)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Magelang

Bisnis kopi PTPN IX Bidik Pasar Lokal

Published

on

Jatengraya.id, Magelang – Pengembangan bisnis kopi PT Perkebunan Nusantara IX membidik pasar lokal karena lebih menguntungkan, kata Direktur Komersil PTPN IX Rudi Harjito.

“Selama ini kami memang menggarap pasar ekspor dan hampir 100 persen produk kopi PTPN IX diekspor, kami baru sadar bahwa pasar lokal itu luar biasa,” katanya di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (1/10/2019).

Ia menyampaikan hal tersebut usai pembukaan gerai Banaran 9 Resto Coffee & Tea ke-14 di Jalan Tidar nomor 12 Kota Magelang. Banaran merupakan satu unit bisnis di PTPN IX. Unit ritelnya itu ada restoran dan coffee, kemudian produk hilirnya antara lain ada kopi, teh, dan sirup pala.

“Selama ini menggarap ekspor, yaitu kopi di Banaran itu dikembangkan dalam bentuk green bean, belum bentuk roasting. Bentuk green bean kami ekspor, ternyata potensi pasar lokal luar biasa maka mulai kami kurangi pasar ekspor,” katanya.

Ia menuturkan saat ini PTPN IX lebih konsentrasi pasar lokal dan cenderung tidak menggarap pasar ekspor lagi karena terlalu murah.

Menurut dia dalam dua tahun terakhir menggarap pasar lokal dan mulai mengembangkan dalam bentuk roasting (kopi sangrai) maupun kopi bubuk, pabriknya ada di Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Ia menyebutkan produksi kopi PTPN IX dari luas kebun sekitar 1.000-1.100 hektare bisa menghasilkan kopi biji kering antara 600-800 ton/tahun.

“Kalau dulu kami 100 persen ekspor, dalam 2 tahun terakhir ini kami sudah mulai banyak di lokal,” katanya.

Menyinggung membuka gerai Banaran 9 di Kota Magelang, dia mengatakan Magelang unik, dekat dengan Yogyakata dan Borobudur dan animo anak-anak muda dan masyarakat umum terhadap kopi mulai tumbah.

“Dalam pengembangan bisnis ini tidak hanya kopi saja, tetapi tetap resto sehingga ada pendukung makanan lainnya,” katanya. (hus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Magelang

Istri Karyawan Pengelola Borobudur Kampanye Pengurangan Plastik

Published

on

Ketua IIKK TWC Heriyanti Suzan Edy Setijono (kiri) memberikan kantong belanja kepada wisatawan sebagai pengganti kantong plastik dalam kampanye pengurangan plastik di Borobudur.

Jatengraya.id, Magelang – Ikatan Isteri Karyawan dan Karyawati (IIKK) PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik kepada para wisatawan di Candi Borobudur.

Ketua IIKK TWC Heriyanti Suzan Edy Setijono di Magelang, Kamis (19/9/2019), mengatakan IIKK TWC menyelenggarakan sosialisasi pengurangan plastik untuk kehidupan sehari-hari, baik kepada anggota IIKK TWC, PKK Kabupaten Magelang maupun kepada pengunjung.

Setelah dilakukan pengenalan pemanfaatan sampah plastik untuk berbagai kerajinan kepada anggota IIKK TWC dan PKK Kabupaten Magelang di Moseum Borobudur, dilanjutkan dengandengan pemberian kantong belanja kepada para wisatawan yang membawa barang dengan tas atau kantong plastik.

“Kantong belanja yang dibagikan sekitar 200 buah, yang kami utamakan kepada pengunjung yang memang membawa makanan atau minuman dalam kantong plastik. Jadi kami langsung ganti plastiknya dengan kantong belanja,” katanya.

Ia menuturkan kantong belanja tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbelanja di toko swalayan atau waktu bepergian, bentuknya sangat simpel jadi bisa dimasukkan ke dalam tas atau dompet.

“Jadi harapan kami dengan senantiasa membawa kantong ini penggunaan kantong plastik dapat dikurangi,” kata Suzan yang juga Ketua Ikatan Istri Pejabat (IPP) BUMN Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Ia menuturkan melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat peduli terhadap lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik karena plastik sudah sangat berbahaya bagi lingkungan.

Ia menyampaikan plastik dapat menahan air ketika dibuang di tanah, kemudian apabila dibuang ke laut juga dapat membahayakan biota laut, termasuk ikan-ikan di laut.

Ia mengatakan kegiatan ini dilakukan di lokasi wisata Candi Borobudur karena plastik sangat mengganggu lingkungan termasuk di kawasan Borobudur.

Menurut dia, para pengunjung pasti ingin kawasan itu senantiasa terjaga kebersihannya dan juga terjaga lingkungan hijaunya.

Kegiatan itu, lanjutnya, akan terus dilakukan di kawasan Borobudur tetapi mungkin bentuk kegiatan pengurangan sampah plastik akan berlainan karena pihaknya juga harus menyosialisasikan pengurangan penggunaan plastik di kawasan yang lain, termasuk Candi Prambanan dan Ratu Boko dan juga beberapa daerah wisata lain.

“Kami IIKK TWC sangat peduli terhadap lingkungan, mungkin kita masih sulit sepenuhnya meninggalkan plastik karena memang plastik belum banyak bisa tergantikan tetapi jika ini dilakukan secara massal akan signifikan pengurangan sampah plastiknya,” katanya. (hst)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Magelang

Seniman 17 Negara Ikuti Pameran Seni Rupa di Borobudur

Published

on

Para pecinta seni menyaksikan pameran seni rupa bertajuk Borobudur International Art Exhibition 2019 di Galeri Limanjawi Art House Borobudur.

Jatengraya.id, Magelang – Sebanyak 35 seniman dari 17 negara mengikuti pameran seni rupa bertajuk Borobudur International Art Exhibition 2019 di Galeri Limanjawi Art House Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Sebenarnya seniman dari 19 negara yang diundang, tetapi hanya 17 negara yang datang,” kata pemilik Galeri Limanjawi Art House Umar Chusaeni usai pembukaan pameran di Magelang, Senin (16/9/2019).

Negara asal para seniman tersebut, yakni Banglades, India, Malaysia, Nepal, Belanda, Filipina, Jepang, Korea, Polandia, Indonesia, Romania, Taiwan, Thailand, Turki, Amerika Serikat, Vietnam, dan Kanada.

Umar mengatakan Borobudur dipilih untuk menggelar pameran bertaraf internasional dengan tema “Persahabatan” ini karena Candi Borobudur menjadi salah satu ikon dunia seni rupa.

“Yang membuat Candi Borobudur adalah para seniman-seniman top Indonesia pada zamannya,” katanya.

Ia mengatakan pada pameran kali ini menampilkan karya-karya yang beraneka macam gaya dan warna, dengan gaya dan style masing-masing negara juga berbeda-beda.

“Saya sangat bersyukur Limanjawi Art House dapat menggelar sebuah pameran internasional yang sebenarnya rangkaian dari Yogyakarta International Art Festival 2019,” katanya.

Ia menuturkan pameran ini sangat menarik bagi masyarakat, khususnya para pecinta seni rupa karena bisa menyaksikan karya-karya dari para seniman internasional.

“Saya sangat tersanjung Limanjawi Art House bisa menjadi tempat pameran ini, semoga pameran seperti ini bisa berkelanjutan ke depan, sehingga semakin bisa memberi warna Borobudur ke kelas dunia internasional,” katanya.

Pameran internasional yang dibuka oleh pemilik OHD Museum Oei Hong Djien ini diawali arak-arakan para seniman yang membawa bendera negara masing-masing dari Candi Pawon menuju Limanjawi Art House.

Oei Hong Djien menyampaikan ucapan selamat kepada Limanjawi Art House yang bisa menyelenggarakan pameran internasional ini.

“Kegiatan seperti ini harus bisa diselenggarakan di Indonesia, apalagi di Borobudur, karena kita punya aset yang luar biasa yaitu Candi Borobudur yang tidak dipunyai bangsa lain. Aset ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-naiknya,” katanya. (hus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending