Connect with us

Kudus

Kudus Peroleh Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Published

on

pupuk bersubsidi saat petani mulai mengawali musim tanam pertama cukup tersedia karena Kudus mendapat tambahan alokasi pupuk urea sebanyak 1.000 ton.

Jatengraya.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan pupuk bersubsidi saat petani mulai mengawali musim tanam pertama cukup tersedia karena Kudus mendapat tambahan alokasi pupuk urea sebanyak 1.000 ton.

“Awalnya, alokasi pupuk urea yang diterima Kudus sebanyak 7.093 ton. Akan tetapi, ada tambahan alokasi sebanyak 1.000 ton tentu semakin memberikan jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kudus pada awal MT pertama,” kata anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Abdullah Muttaqin di Kudus, Rabu (2/20/2019).

Penambahan alokasi pupuk bersubsidi tersebut, kata dia, sesuai dengan surat keputusan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kudus tentang Realokasi Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Kudus tahun 2016.

Untuk alokasi pupuk jenis lainnya, seperti SP36, ZA, dan organik masih tetap sama, sedangkan ada pengurangan untuk pupuk NPK.

Alokasi pupuk SP36 sebanyak 1.550 ton, ZA sebanyak 3.523 ton, dan organik sebanyak 2.300 ton.

“Khusus untuk pupuk NPK awalnya mendapatkan alokasi 6.443 ton, kemudian berkurang menjadi 6.350 ton,” ujarnya.

Dengan ketersediaan pupuk saat ini, kata dia, petani tidak perlu khawatir dengan ketersediaan pupuk bersubsidi karena alokasinya saat ini tersedia cukup banyak.

Ia mengatakan alokasi pupuk yang diterima sebelumnya disesuaikan dengan kebutuhan petani.

“Usulan alokasi pupuk bersubsidi juga sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Dalam rangka mengantisipasi kelangkaan pupuk karena dugaan penjualan pupuk bersubsidi ke daerah lain, pengecer dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) membentuk grup whatsapp sehingga setiap ada penambahan alokasi pupuk bisa diketahui anggota grup. (adn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kudus

Bangun IPAL Komunal Limbah Tahu, Kudus Butuh Bantuan Pusat

Published

on

Kondisi air sungai di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah,

Jatengraya.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, membutuhkan bantuan anggaran pemerintah pusat untuk pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) komunal guna mengatasi tingkat pencemaran limbah produksi tahu terhadap lingkungan sekitar yang hingga sekarang belum terselesaikan.

“Sebetulnya, kami sudah menawarkan kepada pengusaha tahu di dua desa, yakni Desa Karangbener dan Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan membuat IPAL,” kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus Agustinus Agung Karyanto di Kudus, Rabu (25/9/2019).

Menurut dia pembangunan IPAL tersebut merupakan satu-satunya solusi mengatasi tingkat pencemaran lingkungan yang mulai mendapatkan protes warga, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai yang tercemar limbah tahu.

Hanya saja, lanjut dia, para pengusaha tahu keberatan dengan biaya pembuatan IPAL, kemudian digagas pembuatan IPAL komunal yang bisa dipakai bersama-sama.

Sebelumnya, kata dia, sudah ada kesepakatan para produsen tahu di Desa Karangbener untuk membangun IPAL, ternyata mereka keberatan karena biayanya cukup mahal.

Untuk itu, kata dia, mereka akan difasilitasi dalam pengajuan bantuan biaya pembangunan IPAL komunal kepada Kementerian PUPR, sedangkan Pemkab Kudus dipastikan tidak memiliki anggaran untuk itu.

Jika pengajuan bantuan disetujui, maka tanah yang akan dibangun IPAL harus tersedia terlebih dahulu.

Lahan yang memungkinkan dibangun IPAL komunal, kata dia, merupakan tanah desa sehingga perlu dijalin komunikasi dengan pemerintah desa setempat terkait penyediaan lahannya.

Protes warga terkait pencemaran limbah tahu sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir, namun belum juga membuahkan hasil, sehingga warga kembali protes karena menimbulkan pencemaran berupa bau yang menyengat.

Terkait penegakan aturan, katanya, belum bisa dilakukan karena mereka masih berstatus industri rumahan yang belum berbadan hukum, sehingga kurang memahami terkait pencemaran lingkungan.

Dengan adanya IPAL komunal juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi gas alternatif, maka bisa mengurangi beban biaya pembelian gas untuk memasak. (adn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Kudus

Ratusan Botol Minuman Keras dari Toko Kelontong di Kudus di Sita

Published

on

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus Djati Solechah bersama jajaran menunjukkan minuman keras hasil penindakan di Kecamatan Undaan di Kantor Satpol PP Kudus, Selasa (24/9/2019).

Jatengraya.id, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyita 626 botol minuman keras berbagai merek dari sebuah toko kelontong di Kecamatan Undaan, Kudus.

“Minuman keras sebanyak itu diperoleh dari rumah yang juga memiliki toko kelontong di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus Djati Solechah di Kudus, Selasa (24/9/2019).

Ia mengatakan, minuman keras yang terdapat di gudang tersebut, merupakan milik warga Desa Kalirejo yang bernama Intan Mayasari.

Dari rumah milik warga Desa Kalirejo itu, ditemukan 626 botol minuman keras mulai dari anggur, bir, hingga putihan dari berbagai merek.

“Jika harga jual rata-rata minuman keras tersebut berkisar Rp50.000, maka total nilai barangnya berkisar Rp30 juta,” ujarnya.

Pengungkapan tersebut, lanjut Djati, merupakan hasil tindak lanjut informasi masyarakat yang menyebutkan adanya gudang minuman keras di Desa Kalirejo.

Menurut dia tidak ada alasan tidak mengetahui adanya larangan penjualan minuman beralkohol, karena Peraturan Daerah (Perda) nomor 12/2004 tentang Minuman Beralkohol diberlakukan sejak lama.

“Sebelumnya, orang tua pemilik minuman keras tersebut juga sudah pernah berurusan dengan Satpol PP terkait minuman keras,” ujarnya.

Pengedar minuman keras tersebut selanjutnya akan diproses secara hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

“Nantinya akan disidangkan di Pengadilan Negeri Kudus,” ujarnya.

Penindakan terhadap minuman keras di Kudus terus dilakukan oleh Satpol PP Kudus, mengingat Perda Kudus nol persen alkohol, namun masih saja ditemukan adanya peredaran minuman keras.

“Kami mengimbau masyarakat di Kudus tidak menyimpan, memproduksi, hingga menjual belikan minuan keras,” ujarnya.

Dalam rangka memberikan efek jera, Satpol PP Kudus juga tengah mengusulkan revisi perda tentang minuman beralkohol di Kabupaten Kudus.

Pengedar minuman keras tersebut, bisa dijerat melanggar Perda nomor 12/2004 tentang Minuman Beralkohol dengan ancaman hukuman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling sedikit Rp1 juta dan paling banyak Rp5 juta. (adn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Kudus

Dinas Pasar Kudus Ajak Masyarakat Kunjungi Situs Pasar Daring UMKM

Published

on

Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mengajak masyarakat untuk mengunjungi situs pasar daring atau online yang di dalamnya terdapat produk hasil produksi pelaku UMKM.

Jatengraya.id, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk mengunjungi situs pasar daring atau online yang di dalamnya terdapat produk hasil produksi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.

“Kami memang membutuhkan bantuan masyarakat luas, terutama masyarakat Kabupaten Kudus untuk berkunjung ke website pasarku UMKM dengan alamat https://pasarku.kuduskab.go.id,” kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno di Kudus, Minggu (23/9/2019).

Tanpa dukungan masyarakat untuk berkunjung ke situs tersebut, menurut dia, maka ke depannya juga bakal sulit untuk mempromosikan produk yang ada di dalamnya.

Sementara anggaran untuk mempromosikannya, lanjut dia, belum tersedia sehingga hanya bisa dilakukan dengan menginformasikannya, baik lewat media sosial maupun grup pertemanan.

Harapannya, kata Imam, ketika banyak yang berkunjung, setidaknya masyarakat mengetahui produk yang dijual sehingga ketika membutuhkan bisa membelinya melalui media pemasaran lokal yang memang untuk memasarkan produk lokal.

“Selain berkunjung, harapannya masyarakat juga ikut bertransaksi karena tersedia aneka produk mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan, tas dan sepatu, pakaian, mebel, hingga jamu kecantikan dijual di situs tersebut,” ujarnya.

Pasar daring untuk UMKM tersebut, dirintis sejak tahun 2017 dengan menyediakan situs dengan alamat https://pasarku.kuduskab.go.id hingga aplikasi yang bisa diunduh.

Hingga sekarang, tercatat sudah mencapai ratusan produk yang dipajang di situs pasarku, termasuk pelaku UMKM-nya juga ikut ditampilkan dengan harapan pembelinya bisa langsung berkomunikasi dengan penjualnya.

Baca juga: Apkasi-Bukalapak bekerja sama akselerasi pemasaran UMKM

Dinas Perdagangan Kudus berharap tidak hanya pelaku UMKM yang pernah bekerja sama, melainkan pelaku UMKM lain juga terbuka untuk ikut memasarkan produknya di pasarku tersebut.

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, UMKM, jumlah pelaku UMKM di Kudus diperkirakan mencapai 12.000 UMKM yang tersebar di sembilan kecamatan. (adn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending