Connect with us

Purbalingga

Kementerian BUMN Nangun Balkondes di Goa Lawa Purbalingga

Published

on

Menteri BUMN Rini M. Soemarno (kiri) saat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Golaga di Kompleks Goa Lawa, Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Rabu (2/10/2019) sore.

Jatengraya.id, Purbalingga – Kementerian Badan Usaha Milik Negara bersama sejumlah BUMN membangun balai ekonomi desa (balkondes) di kompleks objek wisata Goa Lawa Purbalingga (Golaga), Desa Siwarak, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Pembangunan balkondes tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno di lokasi proyek, objek wisata Golaga, Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Rabu (2/10/2019) sore.

Saat ditemui wartawan usai peletakan batu pertama, Menteri Rini mengaku pernah datang ke Golaga pada Mei 2019.

“Saya melihat Goa Lawa ini sebetulnya sangat menarik untuk wisatawan,” katanya didampingi Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Menurut dia, fasilitas di Golaga masih kurang meskipun Bupati Purbalingga mengatakan bahwa Goa Lawa sudah cukup lama menarik wisatawan.

“Jadi, kami sudah membantu Kecamatan Borobudur (Kabupaten Magelang) dengan 20 balkondes, membangun homestay, dan itu sukses, sehingga perekonomian masyarakat desanya juga menjadi sukses, membaik, banyak wisatawan yang menginap di sana. Tentunya kami berharap semoga dengan dukungan kami, CSR (Corporate Social Responsibility) ini bisa juga meningkatkan wisatawan di Purbalingga dan tentunya meningkatkan pendapatan desa di daerah Goa Lawa ini,” katanya.

Ia mengatakan penanggung jawab pembangunan balkondes di Golaga adalah PT Angkasa Pura I (Persero) yang bersinergi dengan PT Angkasa Pura II (Persero), Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Pupuk Indonesia Holding Company

Menurut dia, konsep pembangunan balkondes di Golaga dengan anggaran sebesar Rp3,5 miliar itu berbeda dengan balkondes-balkondes lainnya.

“Konsepnya rumah pohon karena daerah ini banyak pohon-pohon yang harus kita lestarikan. Jadi, ini desainnya sangat menarik. Insya Allah betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat di Purbalingga,” kata Menteri.

Dia menargetkan pembangunan balkondes di Golaga selesai pada akhir bulan Mei 2020 seperti halnya pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman (Pangkalan TNI Angkatan Udara Wirasaba, red.) yang dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

Dengan demikian, kata dia, wisatawan diharapkan bisa langsung datang ke Golaga melalui Bandara Jenderal Besar Soedirman.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan pembangunan balkondes tersebut merupakan salah satu komitmen Angkasa Pura I untuk memperkuat sarana penunjang pariwisata berupa penginapan (homestay) yang mendukung peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional di Golaga.

Menurut dia, kehadiran homestay ini juga bermaksud untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat di Golaga sehingga membantu mempercepat roda perekonomian Golaga.

“Golaga saat ini telah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Ia mengatakan untuk memberikan keunikan pada desain dan memanfaatkan lokasi yang tersedia, konsep arsitektur homestay menggunakan bentuk treehouse yang mencitrakan identitas dari Purbalingga.

Desain homestay diambil dari analogi bentuk buah nanas yang merupakan komoditas utama Kabupaten Purbalingga dengan makanan khasnya yang terkenal yakni nanas goreng.

Dia mengharapkan Balkondes Golaga ini nantinya akan memiliki sebanyak enam unit nanas homestay, satu unit family homestay, serta bangunanan publik seperti kafe dan workshop, skybridge, jalur pedestrian, amphitheater, dan area parkir untuk meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Goa Lawa.

“Besar harapan kami hadirnya balkondes ini juga dapat meningkatkan peran aktif masyarakat untuk sama-sama memajukan destinasi wisata Golaga dan menjadi tempat untuk mengekspos produk-produk unggulan khusunya dari Kabupaten Purbalingga,” kata Fahmi. (smt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Purbalingga

Menteri BUMN Minta Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman 24 Jam

Published

on

Menteri BUMN Rini M. Soemarno saat meninjau pembangunan landasan pacu Bandara Jenderal Besar Soedirman di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Rabu (2/10/2019) sore.

Jatengraya.id, Purbalingga – Menteri BUMN Rini Soemarno mendorong pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Desa Wirasaba, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berjalan sesuai dengan rencana dan ditargetkan dapat beroperasi pada Mei 2020.

“Saya senang proyek berjalan baik dan kami targetkan tahun ini runway bisa selesai dibangun dan dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain hingga rampung dan bisa beroperasi pada Mei 2020. Sehingga waktu hari raya sudah bisa dimanfaatkan,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau pembangunan landasan pacu Bandara Jenderal Besar Soedirman di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Rabu (2/10/2019).

Oleh karena itu, kata Menteri BUMN, kegiatan pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman akan dilakukan 24 jam guna mengejar target penyelesaian. Rini Soemarno pun mengaku telah telah berkomunikasi dengan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Wirasaba terkait dengan pekerjaan tersebut.

Ia mengatakan sejumlah pekerjaan telah dilakukan sejak bulan Mei 2019, di antaranya pembersihan lahan untuk pembangunan landasan pacu (runway).

Menurut dia, keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah serta dapat mengakomodasi kegiatan investasi dan perekonomian di provinsi itu.

Sementara itu Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan progres pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman hingga saat ini mencapai 11,1 persen.

“Masih on the track, komitmen Mei sudah bisa, bisa dikejar, seperti komitmen Bu Menteri yang disampaikan kepada masyarakat kita akan penuhi janji itu,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan Bandara Jenderal Besar Soedirman akan berperan signifikan dalam mendorong perekonomian khususnya di lima wilayah terdekat, yakni Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen atau yang dikenal dengan Barlingmascakeb.

Ia menjelaskan pembangunan bandara tahap pertama adalah landasan pacu untuk pesawat ATR 72-600 dan sejenis, kemudian dikembangkan hingga dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737 dan Airbus A320. Selain itu pembangunan terminal penumpang mulai dari kapasitas 98.812 orang/tahun hingga nantinya bisa mencapai kapasitas sekitar 600.000 penumpang/tahun.

“Pembangunan tahap pertama juga mencakup apron (tempat parkir pesawat) untuk mengakomodasi tiga unit pesawat ATR 71 dan sejenis,” katanya. (smt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Purbalingga

Babi Hutan Rusak Lahan Pertanian di Purbalingga

Published

on

babi hutan telah merusak lahan pertanian di Desa Grantung, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, sehingga petani tidak bisa panen.

Jatengraya.id, Purbalingga – Kawanan babi hutan telah merusak lahan pertanian di Desa Grantung, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, sehingga petani tidak bisa panen, kata Sekretaris Kecamatan Karangmoncol Sapto Suhardiyo.

“Serangan babi hutan ini sudah terjadi lebih dari enam tahun dan kejadian dalam dua tahun terakhir merupakan yang paling parah karena menyebabkan petani tidak bisa panen,” katanya di Purbalingga, Senin (9/9/2019).

Oleh karena itu, kata dia, warga Desa Grantung yang didukung Pemerintah Kecamatan Karangmoncol, Polsek Karangmoncol, dan Koramil 11 Karangmoncol menggelar perburuan terhadap babi hutan pada hari Minggu (8/9/2019).

Dalam perburuan tersebut, kata dia, warga bersama anggota TNI/Polri membawa tombak, parang, dan tiga pucuk senapan.

Sementara itu, Camat Karangmoncol Juli Atmadi mengakui perburuan terhadap babi hutan harus dilakukan karena keberadaannya sudah meresahkan masyarakat khususnya warga Desa Grantung.

“Kami berharap dengan adanya perburuan tersebut, tanaman pertanian milik warga bisa aman dari serangan babi hutan,” katanya.

Kepala Desa Grantung Karyono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Karangmoncol dan Koramil 11/Karangmoncol dalam melakukan perburuan terhadap babi hutan.

Menurut dia, lahan pertanian yang paling sering dirusak babi hutan itu berdekatan dengan hutan Cahyana dan hutan Serang.

“Alhamdulillah dalam perburuan kemarin (8/9/2019), kami bisa memperoleh dua ekor babi hutan,” katanya.

Selain babi hutan, kata dia, warganya setiap hari Minggu juga berburu tikus yang menyerang tanaman padi sawah di Desa Grantung.

Ia mengharapkan dengan adanya perburuan terhadap tikus, petani di Desa Grantung bisa panen padi.

“Setiap minggunya, kami menggelar perburuan terhadap tikus dan kemarin (8/9/2019) bisa memperoleh 700 ekor tikus. Dengan makin sering berburu tikus, kami berharap tanaman padi di Desa Grantung bisa dipanen,” katanya. (smt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Purbalingga

Purbalingga Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM Bidang Kesehatan

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono.

Jatengraya.id, Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor kesehatan.

“Tugas kami di jajaran kesehatan itu ada tiga. Pertama, memastikan pelayanan publik di bidang kesehatan, baik akses dan kualitasnya terjamin. Itu berarti, upaya peningkatan kualitas pelayanan di semua lini, baik satuan kerja perangkat daerah, fasilitas kesehatan tingkat pertama, maupun rujukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono. di Purbalingga, Kamis (15/8/2019).

Ia mengatakan hal itu tentunya untuk mendukung pelayanan publik berarti kapasitas dan profesionalisme SDM bidang kesehatan harus selalu ditingkatkan.

Sementara tugas kedua, kata dia, menjaga indikator-indikator kesehatan utama agar tetap optimal di antaranya angka kematian ibu harus rendah, angka kematian bayi harus rendah, dan angka kematian balita pun harus rendah.

Selain itu, lanjut dia, indikator-indikator kesehatan yang berkaitan dengan prevalensi gizi buruk, kekerdilan atau “stunting”, dan sebagainya.

“Kami berusaha menekan semua itu dengan memberdayakan masyarakat. Tugas ketiga, bagaimana kita melindungi sumber daya manusia kita, kualitas manusia di Kabupaten Purbalingga khususnya, melalui perlindungan jaminan kesehatan karena kita tidak tahu kapan sakit, sakitnya ringan atau berat, maka harus ada program yang menjamin itu, melalui JKN dengan mekanismenya,” kata Hanung.

Menurut dia, hal itu sudah sesuai dengan misi keempat Kabupaten Purbalingga, yakni meningkatkan kualitas SDM melalui peningkatan derajat kesehatan dan derajat pendidikan.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan terus mengupayakannya dan sekarang ini tengah melakukan continue move care, yakni pengawalan mulai dari ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, balita, usia sekolah, usia produktif, hingga kembali lagi ke ibu hamil dan seterusnya termasuk kesehatan reproduksi serta lanjut usia.

Dalam melaksanakan semua itu, lanjut dia, ada 12 standar pelayanan minimal di antaranya setiap ibu hamil harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar.

“Jadi, setiap ibu hamil, setiap ibu bersalin, setiap bayi yang baru lahir, dan seterusnya harus mendapatkan pelayanan kesehatan standar. Kita tidak main-main,” katanya.

Lebih lanjut, Hanung mengatakan dalam mengurangi angka kematian ibu, ada upaya dari hulu hingga hilir, antara lain pemeriksaan kehamilan jauh sebelum melahirkan, pemeriksaan reproduksi, asupan gizi, dan sebagainya.

Bahkan, kata dia, calon pengantin pun diberi berbagai pembekalan seperti kesehatan, gizi, termasuk tes HIV/AIDS. (smt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending