Connect with us

Pekalongan

Pemkot Pekalongan Siapkan Dana Penataan Sempadan Sungai Rp1,4 Miliar

Published

on

Tim apraisal (penaksir harga) sedang beruadensi denhan pemilik lahan yang tanahnya akan dibebaskan ntuk proyek penataan sempadan Kali Loji.

Jatengraya.id, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyiapkan dana untuk pelaksanaan proyek penataan sempadan Sungai Loji tahap pertama sebesar Rp1,4 miliar.

Kepala Bidang Pertanahan, Penataan Ruang, dan Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan Khaerudin di Pekalongan, Jumat (20/9/2019), mengatakan dana sebesar Rp1,4 miliar akan diambil melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019.

“Dana itu akan kami gunakan untuk membayar pembebasan ganti rugi tanah dan bangunan milik warga yang berada di sekitar sungai itu. Pada tahap pertama ini, sebanyak 32 bidang tanah yang akan dibebaskan,” katanya.

Ia mengatakan pembebasan lahan untuk proyek penataan sempadan Kali Loji tahap pertama ini adalah untuk radius 500 meter dari total radius 1.500 meter yang dibutuhkan.

“Untuk radius 500 meter ini ada 32 bidang yang kami bebaskan,” katanya.

Menurut dia, setelah terjadi kesepakatan akan dilanjutkan dengan tahap pemberkasan yang diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan.

“Setelah itu selesai, akan dilanjutkan dengan proses pembayaran menggunakan dana APBD 2019,” katanya.

Ia menambahkan harga tanah milik warga antara Rp260 ribu hingga Rp375 ribu per meter persegi sedang nilai bangunan Rp600 ribu hingga Rp1,9 juta per meter persegi. (ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Pekalongan

Berikan Rasa Aman, Puluhan Polisi Pekalongan Amankan Festival Durian Lolong

Published

on

Acara Festival Durian Lolong 2020 di Wisata Alam La Ranch Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar, Minggu (9/2/2020).

Jatengraya.id, Pekalongan – Puluhan personel Polres Pekalongan melakukan pengamanan di beberapa tempat atau lokasi dalam acara Festival Durian Lolong 2020 di Wisata Alam La Ranch Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar, Minggu (9/2). Hal itu untuk memberikan rasa aman dan mengantisipasi hal-hal tidak dinginkan, baik tindak pidana maupun kejadian tidak terduga.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si mengatakan, kunjungan masyarakat dalam festival wisata durian ini mencapai puncaknya yakni mencapai ribuan orang. Sebab momen ini bertepatan dengan melimpahnya panen raja buah di desa setempat.

“Kami dari kepolisian bersama penyelenggara dan pengelola tempat wisata serta masyarakat yang mengunjungi wisata mengutamakan keamanan dan keselamatan, karena tanpa kebersamaan tentu akan sulit mewujudkannya. Ini semua kami lakukan untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujarnya.

Dia melanjutkan, selain melakukan pengamanan di tempat inti festival, pihaknya juga melakukan pengamanan jalur baik masuk maupun keluar arena untuk kelancaran lalu lintas. Untuk mencegah hal tidak diinginkan, sejumlah petugas telah memberikan imbauan untuk masyarakat agar tetap waspada menjaga barang-barang berharganya serta selalu menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara kondusif.

”Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar dan aman. Saya juga mengapresiasi kegiatan festival durian ini yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ucapnya.

Sementara itu, dalam festival ini juga dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asib Kholbihi, Walikota Pekalongan Zaelani Mahfud, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, Dandim 0710 Letkol Infantri Arfan Johan Wihananto, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun, Dinas Pariwisata Provinsi Jateng, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kepala SKPD, Forkompincam se Kabupaten Pekalongan, perwakilan Kepala Desa se Kabupaten Pekalongan serta tamu undangan.

Dalam festival yang rutin diadakan setiap tahunnya itu, juga dilaksanakan penilaian durian oleh Forkopimda Kabupaten Pekalongan, tidak terkecuali Kapolres Pekalongan sebagai juri yang ikut mencicipi durian favorit yang menjadi unggulan dari masing-masing petani durian di Kabupaten Pekalongan. Selain itu ada pula penilaian festival gunungan durian tingkat kecamatan se Kabupaten Pekalongan. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Pekalongan

Bupati : Pekan Raya Kajen Tampung 1.000 Tenaga Kerja

Published

on

acara Pekan Raya Kajen di Pekalongan, Minggu (8/9/2019) petang.

Jatengraya.id, Pekalongan – Pekan Raya Kajen Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-397 Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah selama 8-15 September 2019 siap menampung 1.000 tenaga kerja baru, kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

“Hari ini, anak-anak (calon tenaga kerja, red.) yang mendaftar diri melalui kartu kuning sebanyak 7.000 orang. Namun, dengan dibukanya kegiatan ‘job fair’ (bursa kerja) yang melibatkan beberapa pihak maka sebanyak 1.000 angkatan kerja akan kita tampung,” katanya saat membuka acara Pekan Raya Kajen di Pekalongan, Minggu (8/9/2019) petang.

Ia menjelaskan angka pertumbuhan ekonomi di daerah sudah mencapai 5,76 persen atau lebih tinggi dibandingkan Kota Pekalongan 5,54 persen.

“Oleh karena, pada 2021 angka pertumbuhan ekonomi di daerah ini mampu mencapai enam persen. Dengan angka pertumbuhan ekonomi enam persen maka tingkat pengangguran terbuka akan turun,” katanya.

Ia mengatakan wilayah Kabupaten Pekalongan kini sudah menjadi incaran investor untuk membuka usahanya di daerah itu.

Bahkan, kata dia, salah satu pelaku industri telah menjanjikan pemkab akan menampung 18.000 tenaga kerja apabila pabriknya sudah dibangun.

“Akan tetapi sebelum menuju ke sana (perekrutan tenaga kerja, red,) maka hal-hal yang menyangkut sumber pemberdayaan adalah sebuah keniscayaan,” katanya.

Ia mengatakan pemkab akan memberikan ruang gerak kepada para pemuda untuk berkreasi dan berinovasi, termasuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengelola kegiatan PRK sebaik mungkin.

“Adapun persoalan mengenai masalah untung dan rugi (mengelola PRK, red.) adalah sebuah hal yang biasa sebagai pelaku usaha,” katanya. (ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Pekalongan

Lahan Budidaya Perikanan di Pekalongan Menyusut 500 Hektare

Published

on

Lahan budidaya perikanan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, semula seluas 800 hektare kini menyusut 500 hektare menjadi 300 hektare.

Jatengraya.id, Pekalongan – Lahan budidaya perikanan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, semula seluas 800 hektare kini menyusut 500 hektare menjadi 300 hektare seiring dengan adanya perubahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa lahan seluas 500 hektare tersebut akan dialihfungsikan menjadi lahan konservasi.

“Jadi untuk lahan budidaya di bagian barat tanggul, dialihfungsikan menjadi lahan konservasi sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak banjir rob,” katanya.

Menurut dia, pengalihfungsian lahan dilakukan oleh pemkot dengan melihat kepentingan yang lebih besar yaitu mendukung upaya untuk membebaskan beberapa wilayah yang rawan banjir dan rob.

“Ini kondisi yang harus diputuskan karena masyarakat sudah bertahun-tahun menderita akibat dilanda banjir rob,” katanya.

Kendati demikian, kata dia, pemkot memastikan bahwa pengurangan lahan budidaya perikanan tidak berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan ikan sebagai bagian dari program “Gemar Makan Ikan” di daerah ini karena pasokannya sudah dipenuhi dari daerah sendiri maupun daerah lain.

“Jika suplai ikan untuk kebutuhan masyarakat ada beberapa sumber lain yang bisa diandalkan. Untuk beberapa tambak di bagian timur tanggul masih tetap kami genjot agar dapat meningkatkan produksi,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat atau petani tambak masih bisa memanfaatkan lahan tambak yang masih ada meski beberapa lahan akan dialihfungsikan menjadi lahan konservasi.

“Kami akan mencoba mensinergikan dan mendorong petambak yang ada di wilayah konservasi untuk memanfaatkan sistem tersebut sehingga mereka tetap dapat menjalankan kegiatan budidaya tanpa harus membuat tambak yang besar,” katanya.
(ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending