Connect with us

Banyumas

Harga Cabai di Pasar Tradisional Purwokerto Berangsur Turun

Published

on

harga cabai merah besar saat ini Rp45.000 per kilogram.

Jatengraya.id, Purwokerto – Harga berbagai jenis cabai di pasar tradisional, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berangsur turun seiring datangnya masa panen di sentra penghasil hortikultura tersebut.

Dari pantauan di Pasar Manis, Purwokerto, Selasa (17/9/2019), harga cabai merah besar saat ini Rp45.000 per kilogram atau turun Rp2.000 hingga Rp3.000 dari sebelumnya yang berkisar Rp47.000-Rp48.000 per kilogram.

Sementara harga cabai merah keriting saat sekarang berada pada kisaran Rp47.000 per kilogram atau turun Rp5.000 dari sebelumnya yang mencapai Rp52.000 per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit merah saat sekarang sebesar Rp62.000 per kilogram atau turun Rp8.000 dari sebelumnya yang mencapai Rp70.000 per kilogram, sedangkan harga cabai rawit hijau turun dari Rp52.000 per kilogram menjadi Rp50.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang, Yuni mengakui harga berbagai jenis cabai mengalami penurunan seiring dengan datangnya masa panen di sentra penghasil komoditas hortikultura tersebut sehingga pasokannya mulai lancar.

“Sejak kemarin, pasokannya mudah diperoleh dan harganya mulai turun. Namun kami berharap harganya benar-benar turun, tidak seperti akhir bulan Agustus kemarin karena kalau dalam beberapa hari ke depan naik lagi, pedagang tentunya merugi,” katanya.

Menurut dia, harga cabai rawit merah pada akhir bulan Agustus 2019 sempat turun dari kisaran Rp82.000 per kilogram menjadi Rp62.000 per kilogram.

Akan tetapi, kata dia, penurunan harga tersebut tidak berlangsung lama karena pada awal bulan September kembali naik menjadi Rp80.000 per kilogram.

“Setelah sempat kembali naik menjadi Rp80.000 per kilogram, harga cabai rawit merah turun secara bertahap menjadi Rp70.000 per kilogram dan sekarang Rp62.000 per kilogram,” katanya.

Sama halnya dengan Yuni, pedagang lainnya, Hamidah juga mengharapkan harga cabai tidak kembali melonjak setelah mengalami penurunan.

“Kalau harganya berfluktuasi terus, kami selaku pedagang tentunya kesulitan untuk mendapatkan keuntungan, terutama ketika harganya baru turun kemudian naik lagi, hasilnya untuk beli lagi enggak dapat,” katanya. (smt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banyumas

Belasan Toko di Pertokoan Bobotsari Terbakar, Puluhan Polisi Polres Purbalingga Diterjunkan

Published

on

Kebakaran menimpa belasan toko di komplek pertokoan sekitar perempatan Bobotsari, Jumat (21/2/2020) sore.

Jatengraya.id, Purbalingga – Kebakaran menimpa belasan toko di komplek pertokoan sekitar perempatan Bobotsari, Jumat (21/2/2020) sore. Adanya kejadian itu, puluhan personel dari Polres Purbalingga dan Polsek jajarannya diterjunkan di lokasi kejadian.

Polisi dari Polres Purbalingga tampak mengamankan lokasi dan mengatur serta mengalihkan arus lalu lintas di jalan raya sekitar tempat kejadian. Selain itu, polisi membantu proses pemadaman api bersama dengan personel dari pemadam kebakaran.

Wakapolres Kompol Widodo Ponco Susanto mengatakan, adanya kejadian kebakaran yang menimpa komplek pertokoan kita terjunkan personel di lokasi. Tidak hanya dari Polres Purbalingga saja namun personel polsek jajaran juga kita libatkan.

“Personel kita libatkan untuk mengamankan lokasi dan mengatur arus lalu lintas. Selain itu mencegah masyarakat masuk ke lokasi kebakaran karena bisa menganggu proses pemadaman api maupun evakuasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto menyampaikan, kebakaran di komplek pertokoan wilayah Desa Bobotsari diketahui sekitar pukul 17.00 WIB. Kebakaran menimpa komplek pertokoan di sekitar perempatan Bobotsari.

Penyebab kebakaran diduga akibat sambaran petir yang mengenai antena di salah satu toko. Percikan api kemudian membesar dan membakar toko berikut isinya. Karena lokasi toko yang berdempetan api dengan cepat menjalar ke toko lainnya.

“Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut, namun 14 toko yang posisinya berdekatan ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 1 Miliar,” jelas kapolsek.

Kapolsek menambahkan, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah empat jam kejadian. Total 11 mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Purbalingga, Banyumas dan Banjarnegara didatangkan. Api dipastikan padam sekitar pukul 21.00 WIB.

Dari data yang dihimpun 14 toko yang terbakar yaitu Toko 8 Saudara, Toko busana An-Luv, Toko Putra Jaya, Toko Blitz Cellular, Toko Meubel Bromosari, Toko Kito Putro, Toko Pojok 1, Toko Pojok 2, Warung Bakso Fatimah, Toko Pakan Ternak, Toko Utama, Toko Sembako Sirin dan Toko Sembako Nur. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Banyumas

Hari Jadi Banyumas, Pemkab Gelar Ngepit Bareng Seduluran Selawase

Published

on

Personil Polresta Banyumas mengikuti kegiatan Ngepit Bareng Seduluran Selawase dalam rangka memperingati Hari Jadi Kab. Banyumas ke 449 Tahun 2020.

Jatengraya.id, Banyumas – Personil Polresta Banyumas mengikuti kegiatan Ngepit Bareng Seduluran Selawase dalam rangka memperingati Hari Jadi Kab. Banyumas ke 449 Tahun 2020, dengan star dari alun-alun Purwokerto (9/2/2020), Minggu.

Penangungjawab Bapak Srie Yono, S.H., M.Si Asekbang Sekda Banyumas, yang diikuti kl. 5.000 orang. Hadir ngepit bareng Ir. Achmad Husein ( Bupati Banyumas beserta Ibu Bupati Banyumas, Kombes Djuwito Purnomo, S.I.K. Ka SPN Purwokerto, Kombes Whisnu Caraka, S.I.K Kapolresta Banyumas, Letkol Inf. Chandra, S.E., M.I.Pol Dandim 0701/Bms, Eko Bambang Marsudi, S.H., M.H Kajari Banyumas, Ir. Wahyu Budi Saptono, M.Si Sekda Banyumas, Ir. Didi Rudwiyanto, S.H., M.Si Aspem dan kesra Sekda Banyumas, Srie Yono, S.H., M.Si Asekbang Sekda Banyumas serta Kepala OPD Kab. Banyumas

Peserta ngepit bareng meliputi pegawai instansi Pemda, Anggota Kodim 0701/Bms, Anggota Polresta Banyumas, Komunitas gowes Kab. Banyumas dan masyarakat Banyumas.

Ngepit bareng seduluran selawase dengan rute Start Pendopo Sipanji Kab. Banyumas/Alun-alun Purwokerto – Jalan Jenderal Soedirman – Jalan Supriyadi – Jalan Adipati Mersi – Jalan Raden Patah – Jalan Sunan Bonang (Tambaksari) – Jalan Sunan Ampel – Jalan Riyanto – Jalan Jatisari – Jalan Karangkobar – Jalan Ksatrian – Jalan Gatot Soebroto – Jalan Masjid finish Pendopo Sipanji Kab. Banyumas.

Usai ngepit bareng Bupati Banyumas dan Forkompinda melaksanakan senam bareng dengan senam egat egot bersama masyarakat di sekitar alun-alun Purwokerto.

Semarak ngepit bareng juga di adakan pengundian hadiah doorprice bagi peserta Ngepit bareng. Ngepit Bareng Seduluran Selawase merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kab. Banyumas ke 449 Tahun 2020.

Petugas pengamananou. telah Melaksanakan melaksanakan pengamanan jalur disepanjang rute yang dilalui dalam pelaksanaan kegiatan Ngepit bareng seduluran selawase. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Banyumas

Harga Bahan Kebutuhan Pokok di Purwokerto Merangkak Naik

Published

on

Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merangkak naik jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Jatengraya.id, Purwokerto – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merangkak naik jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Dari pantauan di Pasar Manis, Purwokerto, Jumat (20/12/2019), harga telur ayam ras yang sebelumnya berkisar Rp23.000-Rp24.000 per kilogram pada akhir November 2019, kini mencapai kisaran Rp27.000-Rp28.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang telur, Wasis mengakui jika harga telur ayam ras merangkak naik sejak akhir November hingga akhirnya mencapai kisaran Rp27.000-Rp28.000 per kilogram.

“Kami hanya menyesuaikan kenaikan harga dari distributor. Meskipun harganya naik, permintaan konsumen terhadap telur ayam ras relatif stabil,” katanya.

Dia memperkirakan harga telur ayam ras akan kembali turun usai Natal dan Tahun Baru.

Selain telur ayam ras, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah, yakni dari Rp35.000 per kilogram pada awal Desember, menjadi Rp45.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang sayuran, Yuni mengatakan kenaikan harga bawang merah yang berlangsung secara bertahap itu terjadi karena pasokan dari petani mulai berkurang.

“Informasi dari distributor, katanya sih masa panen bawang merah sudah berakhir sehingga pasokan mulai berkurang,” katanya.

Menurut dia, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai merah besar dan cabai merah keriting, sedangkan harga cabai rawit merah dan cabai rawit hijau.

Dalam hal ini, harga cabai merah besar naik dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram dan cabai merah keriting naik dari Rp37.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram.

“Kalau cabai rawit merah dan cabai rawit hijau, harganya naik-turun terus. Sekarang, harga cabai rawit merah berkisar Rp47.000-Rp48.000 per kilogram, awal pekan ini Rp41.000 per kilogram, kemudian naik jadi Rp50.000 per kilogram, kemudian turun lagi sampai sekarang,” katanya.

Sementara harga cabai rawit hijau, kata dia, pada awal pekan ini masih bertahan sebesar Rp30.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp40.000 per kilogram meskipun hanya sehari karena keesokan harinya turun menjadi Rp30.000 per kilogram dan sekarang berkisar Rp27.000-Rp28.000 per kilogram.

Salah seorang ibu rumah tangga, Yeni mengharapkan kenaikan harga tersebut tidak berlangsung lama hingga akhirnya memberatkan konsumen.

“Mungkin karena momentum Natal dan Tahun Baru ya, jadi pedagang menaikkan harga. Ya, semoga kenaikan harganya tidak berlangsung lama dan tidak makin naik agar tidak memberatkan konsumen khususnya warga berpenghasilan rendah seperti saya,” katanya. (sum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending