Connect with us

Jepara

Polisi Tangkap Mantan Kiper Persijap Jepara Karena Kasus Narkoba

Published

on

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman.

Jatengraya.id, Jepara – Aparat Kepolisian Daerah Jawa Tengah dengan dibantu Polres Jepara menangkap Danang Wihatmoko yang merupakan mantan Kiper Persijap Jepara karena diduga terlibat dalam penggunaan narkoba jenis sabu-sabu, Rabu (11/9/2019).

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman membenarkan bahwa Danang Wihatmoko yang merupakan mantan pesepak bola ditangkap oleh Polda Jateng karena terlibat dalam kasus narkoba.

“Kami hanya membantu Direktorat Narkoba Polda Jateng. Penangkapannya di Jepara,” ujarnya.

Kasatnarkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto menambahkan tersangka saat ini masih diamankan di Polres Jepara karena masih dalam pemeriksaan.

Kasus narkoba yang menjerat mantan kiper Persijap Jepara itu, kini dilimpahkan oleh Polda Jateng ke Polres Jepara.

Polres Jepara sepanjang bulan Januari-September 2019 berhasil mengungkapkan 28 kasus narkoba, sedangkan kasus narkoba yang melibatkan olahragawan baru pertama kalinya menyusul tertangkapnya Danang itu.

Danang Wihatmoko di hadapan petugas mengaku sudah berupaya berhenti mengonsumsi sabu-sabu karena ingat keluarga, namun kenyataannya justru seperti ini.

Ia mengaku mengonsumsi narkoba sejak lama yang bermula karena ditawari temannya.

Danang yang pernah dua kali masuk seleksi timnas sepakbola itu, gantung sepatu sejak lima tahun yang lalu.

Sementara aktivitasnya saat ini, sopir truk dam serta pekerjaan lain sesuai permintaan.

Penangkapan tersangka juga berjalan alot karena pelaku sempat sempat bersembunyi di areal persawahan di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.

Adapun barang bukti yang berhasil disita dari tersangka, berupa sebuah paket sabu-sabu seberat 500 miligram.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal 112 UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 58/2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun. (adn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jepara

Kemendikbud Sosialisasikan Rumah Peradaban Kalinyamat Terhadap Pelajar

Published

on

sosialisasi Rumah Peradaban Kalinyamat untuk terus menggelorakan perjuangan Ratu Kalinyamat di kalangan generasi muda di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2019).

Jatengraya.id, Jepara – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menggelar sosialisasi Rumah Peradaban Kalinyamat untuk terus menggelorakan perjuangan Ratu Kalinyamat di kalangan generasi muda di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (17/92019).

“Kabupaten Jepara mempunyai 40 situs peninggalan zaman Ratu Kalinyamat. Tetapi, tidak banyak diketahui oleh masyarakat, terutama generasi muda saat ini,” kata Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Agus Nur Slamet.

Ia mengatakan pihaknya terus berupaya mengenalkan peninggalan-peninggalan, khususnya peradaban di zaman Ratu Kalinyamat, kepada masyarakat.

Lebih lanjut, kata Agus, Jepara telah memiliki ikon nasional, yakni tiga pendekar, di antaranya Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan R.A. Kartini.

“Ratu Kalinyamat tengah diusulkan sebagai pahlawan nasional. Beliau adalah pemimpin yang membawa Jepara menjadi kerajaan maritim,” ujar Agus.

Senada dengan Agus, pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari Lestari Moerdijat pun terus berupaya membantu pemerintah setempat dalam mewujudkan keinginan rakyat Jepara untuk menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

Melalui Yayasan Dharma Bakti Lestari, pusat kajian Ratu Kalinyamat didirikan bekerja sama dengan Unisnu.

Penelitian secara ilmiah dan mendalam juga dilakukan, selain itu forum diskusi digelar untuk memperkuat bukti-bukti ketokohan Ratu Kalinyamat.

Bahwa Ratu Kalinyamat adalah tokoh nyata dan perjuangannya sebagai perempuan telah melampaui zamannya.

Bambang Budi Utomo, selaku pembicara menjelaskan mengenai alasan Ratu Kalinyamat gagal diusulkan sebagai pahlawan nasional.

“Ini adalah ketiga kalinya Ratu Kalinyamat diusulkan sebagai pahlawan nasional. Sebelumnya gagal, disebabkan karena persoalan ‘tapa wuda’ Ratu Kalinyamat yang dimaknai secara harfiah,” ujar Bambang.

Tapa wuda Ratu Kalinyamat, katanya, harus diartikan secara simbolis, yang mana berarti proses penyucian diri dengan meninggalkan hal-hal yang bersifat keduniawian.

Selain itu, menurut Prof. Dr. Bambang Soelistyanto, Ratu Kalinyamat merupakan putri dari Sultan Trenggana, penguasa ketiga Kerajaan Demak.

“Dari sini dapat diketahui, Ratu Kalinyamat tidak mungkin melanggar nilai-nilai moralitas tradisi Jawa. Ratu Kalinyamat sosok yang religius karena murid dari Sunan Kalijaga,” ujarnya.

Sejarah Ratu Kalinyamat telah tercatat di beberapa catatan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Perjuangan Ratu Kalinyamat dalam melawan Portugis juga tidak bisa dianggap enteng, meskipun dua ekpedisinya mengalami kekalahan.

Namun, semangat, dedikasi dan gagasan Ratu Kalinyamat itulah yang luar biasa.

Sebanyak 50 siswa dan siswi dari beberapa sekolah di Kabupaten Jepara hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Setelah menggelar sosialisasi mengenai pemaparan Ratu Kalinyamat, seluruh peserta diajak napak tilas sekaligus ziarah kubur ke Makam Ratu Kalinyamat di Kompleks Masjid Mantingan. (adn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Jepara

Polisi Selidiki Kasus Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil

Published

on

kasus pencurian dengan pemberatan dengan modus pecah kaca mobil di kawasan Shopping Centre Jepara (SCJ).

Jatengraya.id, Jepara – Aparat Kepolisian Resor Jepara, Jawa Tengah, menyelidiki kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang menimpa warga Jepara pada Rabu siang dengan kerugian uang tunai Rp100 juta.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman melalui Kabagops Reskrim Polres Jepara Iptu Hadi S di Jepara, Rabu (28/8/2019), membenarkan, bahwa memang ada kasus pencurian dengan pemberatan dengan modus pecah kaca mobil di kawasan Shopping Centre Jepara (SCJ), Rabu (28/8/2019) pukul 11.30 WIB.

Kejadian tersebut, kata dia, berawal ketika korban bernama Fahrudin (45) datang ke Shopping CentreJepara (SCJ) mengendarai mobil Honda Jazz bernopol K 92XX L untuk makan.

Setelah memarkir mobilnya, kemudian korban yang merupakan warga Perumahan Kuwasharjo, Jepara, menuju warung sate.

Akan tetapi, lanjut dia, korban terkejut ketika kembali ke mobil melihat kaca pintu mobil bagian depan sebelah kiri pecah dan uang senilai Rp100 juta yang disimpan di laci dasboard juga hilang.

Atas peristiwa tersebut, jajaran Polres Jepara melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Ia mengakui belum bisa memastikan apakah pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil tersebut seorang diri atau lebih dari satu orang.

Kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di kawasan Shopping Centre Jepara tersebut, diperkirakan baru kali ini terjadi.

Untuk menghindari kasus serupa terulang, masyarakat diimbau untuk tidak meninggalkan uang atau barang berharga lain di mobil yang tengah diparkir. (adn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Jepara

Kompensasi Lahan Transmisi SUTT di Jepara Belum ada Titik Temu

Published

on

Suasana audiensi di ruang kerja Pelaksana tugas Bupati Jepara Dian Kristiandi, Rabu (28/8/2019).

Jatengraya.id, Jepara – Masyarakat di Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang tanahnya dilalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV dari PLTU Tanjung Jati B ke Gardu Induk Ungaran, Semarang, hingga kini belum menyepakati besaran kompensasi yang ditawarkan PT PLN.

“Hingga kini masih ada 14 warga yang belum menerima kompensasi dari PT PLN atas lahan dan pohon yang sudah ditebang oleh PT PLN,” kata Koordinator Masyarat Desa Papasan, Kecamatan Bangsri, Jepara, Abu Pranoto saat mengadu ke Pelaksana tugas Bupati Jepara, Dian Kristiandi di Jepara, Rabu (28/8/2019).

Ia mengungkapkan saat pengecekan pohon pada tahun 2010, warga tidak diberitahu secara langsung. Kemudian pada tahun 2014 muncul nominal ganti rugi yang akan diberikan, namun warga tidak sepakat.

Abu menambahkan warga sebenarnya meminta pengecekan ulang terhadap pohon-pohon yang dilewati jaringan SUTT itu, namun pihak PLN tidak bersedia.

“Kami sebenarnya meminta kepada PLN untuk mengecek ulang sebelum pembayaran ganti untung, tetapi PLN tidak mau sehingga kami menghitung sendiri besaran ganti untungnya setelah pohon ditebang,” ujarnya.

Manager Bagian Pertanahan PT PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Kusumaning Ayu mengungkapkan inventarisasi terhadap tanaman warga yang terdampak sudah dilakukan pada tahun 2010.

Saat itu, PLN didampingi pihak desa dalam melakukan inventarisasi dengan harapan bisa disampaikan kepada warga.

Di Desa Papasan, lanjut Ayu, sebenarnya ada sekitar 26 warga yang terdampak jaringan SUTT, sedangkan 16 warga di antaranya belum sepakat dengan nilai kompensasi.

“Kami sebenarnya sudah melakukan semuanya sesuai dengan tahapan yang ada. Sesuai aturan, kami bisa melakukan konsinyasi dan kompensasi sudah kami titipkan di Pengadilan Negeri Jepara sejak 2014,” ujarnya.

Ayu menambahkan PLN berpedoman pada Permentamben nomor 975 K/47/MPE/1999 sehingga pihaknya tidak mungkin lagi memberikan tambahan ganti rugi kepada warga. “Semua yang kami lakukan sudah sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan warga, kompensasi tanah dan tanaman yang harus diberikan oleh PLN bahkan ada yang mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Sementara itu, Pelaksana tugas Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta agar dilakukan pertemuan lanjutan untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Pertemuan ini masih sebatas mendengarkan keterangan dari para pihak, selanjutnya akan dilakukan pertemuan lanjutan. Mudah-mudahan nanti ada solusi terbaik bagi semuanya,” ujarnya.

Pemkab dalam hal ini, kata Andi, akan menjadi fasilitator dan pihak penengah diantara kedua belah pihak. Akan tetapi, kata dia, Pemkab tentu akan membela warganya selama sesuai dengan aturan yang ada.

“Kami tetap akan memperhatikan aspirasi warga selama apa yang dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Hanya saja yang perlu dipahami juga proyek jaringan listrik ini juga demi kepentingan negara,” ujarnya. (adn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending