Connect with us

Surakarta

Lima Orang Tewas Diduga Akibat Miras Oplosan

Published

on

Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai.

Jatengraya.id, Solo – Lima orang meninggal dunia di Kampung Beton Kelurahan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, diduga akibat menenggak minuman keras oplosan.

Menurut Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai di Solo, Rabu, mengatakan, kasus minuman keras oplosan yang dikonsumsi lima warga tersebut terjadi pada Senin (9/9/2019) dan baru dilaporkan ke polisi pada Rabu (11/9/2019) ini.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mencari penjualnya untuk diproses. Polisi juga sedang mengumpulkan saksi untuk diminta keterangan terkait kasus minuman keras oplosan itu,” kata Andy Rifai.

Selain itu, polisi juga menyelidiki sisa minuman keras (miras) oplosan yang dikonsumsi lima warga itu, untuk barang bukti dan dibawa ke laboratorium untuk mengetahui apakah benar meninggalnya karena minuman keras oplosan.

Lima warga yang meninggal dunia diduga setelah mengonsumsi minuman keras oplosan itu, yakni Budiyono alias Ateng, warga RT 01/ RW 01 Sangkrah Pasar Kliwon Solo.

Agimailanto, warga Kampung Ampera RT 06/ RW 13 Sangkrah Pasar Kliwon, Solo. Joko Semedi, warga Mojolaban Sukoharjo. Iput, warga Palur Jaten Karanganyar dan Klowor, warga Jati Teken Mojolaban Sukoharjo.

Dua korban, Budiyono dan Agimailanto, dilaporkan meninggal Selasa (10/9). Sedangkan tiga lainnya, Joko, Iput dan Klowor dilaporkan meninggal dunia,pada Rabu ini.

Menurut Sri Lestari (36), salah satu keluarga korban Budiyono alias Ateng, pamannya Budiyono, sebelum meninggal dunia minum minuman keras oplosan bersama empat temannya pada Minggu (8/9/2019).

Mereka kembali minum pada Senin (9/9/2019). Namun, dia setelah pulang merasakan pusing.

Menurut dia, Budiyono yang dikira sakit masuk angin sempat dikerok tubuhnya oleh kakaknya, tetapi dia kemudian saat dilihat di kamarnya kemudian sudah meninggal dunia pada Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 05.30 WIB.

Teman lainnya yang dilaporkan meninggal, Agimailanto.

Tiga korban jiwa lainnya yang diduga setelah mengosumsi minuman keras oplosan tersebut. yakni Joko Semedi, dan Iput. Sedangkan, Klowor meninggal di Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi Solo, Rabu (11/9/2019) sore.

Menurut Agung Santoso (35), salah satu tetangga korban lima korban meninggal dunia sebelumnya ada seorang penjual yang memberikan contoh minuman keras oplosan kepada mereka dengan gratis. Pedagang minuman keras oplosan itu, kini kabur dan sedang dicari oleh polisi. (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Surakarta

Polisi Bersihkan Rambu – Rambu Lalulintas Minimalisir Pelanggaran

Published

on

anggota Polres Kota Surakarta melakukan kegiatan bersih-bersih rambu-rambu lalu lintas di sepanjang Jalan A. Yani Solo, Jumat (13/9/2019).

Jatengraya.id, Solo – Puluhan anggota Polres Kota Surakarta melakukan kegiatan bersih-bersih rambu-rambu lalu lintas di sepanjang Jalan A. Yani Solo, Jumat (13/9/2019), guna membantu para pengguna jalan untuk meminimalisir adanya pelanggaran.

Puluhan anggota Satuan Lalulintas Polresta Surakarta dengan membawa kain lap dengan cairan pembersih satu per satu membersihkan rambu, sehingga kelihatan bersih dan warna menjadi jelas untuk para pengguna jalan yang melintas di Jalan A. Yani Solo.

Kegiatan bakti sosial tersebut hampir tidak pernah dilakukan oleh seorang anggota polisi. Mereka setiap hari berada di jalan untuk mengatur lalu lintas, menjaga pospam dan lain sebagainya. Namun, kegiatan anggota polisi yang unik ini, sempat menjadi perhatian sejumlah pengendara yang sedang melintas.

Bahkan, anggota polisi lalu lintas Kota Solo tersebut juga membersihkan setiap pos polisi yang dilewati di sepanjang jalan sehingga sehingga kelihatan bersih dan indah.

Kegiatan bersih-bersih rambu lalu lintas tersebut dipimpin langsung Kepala Satuan Lalulintas Polresta Surakarta Kompol Busroni, dimana rambu yang usang atau kotor karena terkena debu dan panas matahari menjadi bersih dan jelas.

Menurut Wakil Kepala Satuan Lalulintas Polresta Surakarta AKP I Made Ray Ardana kegiatan bersih-bersih rambu lalulintas dan Pos Polisi di setiap sudut tersebut dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-54 Satuan Lalulintas yang jatuh para tanggal 22 September.

“Kami melihat rambu-rambu lalu lintas sudah mulai kotor dan kurang jelas untuk para pengendara kendaraan. Hal ini, untuk menekan adanya pelanggaran lalu lintas di jalan,” kata I Made Ray.

Menurut dia, kegiatan bersih-bersih rambu lalu lintas dan pos polisi sudah dilakukan di sepanjang jalan Solo ini, sejak Kamis (12/9/2019), hingga Jumat (12/9/2019) ini. Rambu yang kotor dan tidak jelas bagi pengendara langsung disemprot air dan dilap.

Selain itu, kata IMade Ray, kegiatan bersih-bersih rambu lalu lintas dan Pos Polisi juga dilakukan di sepanjang jalan Slamet Riyadi, dan Jalan Adi Sucipto Solo atau sejauh sekitar 10 kilometer.

“Kegiatan bersih-bersih ini, dalam rangka HUT Ke-54 Satuan Lalu lintas. Kegiatan bersih-bersih ini, melibatkan sebanyak 62 personel Satuan Lalu lintas,” katanya.

Kegiatan tersebut bertujuan agar rambu-rambu lalu lintas yang sekian lama terkena debu bisa bersih dan kelihatan jelas untuk para pengguna jalan, sehingga dapat menekan pelanggaran lalu lintas, yang dampaknya angka kecelakaan juga akan menurun.

“Rambu lalu lintas bisa lebih kelihatan jelas, dan dapat menghindari kejadian kecelakaan,” katanya.

Polresta Surakarta dalam rangkaian kegiatan HUT Sat Lalulintas selain melakukan bersih-bersih rambu Pos polisi, juga ada bantuan air bersih di daerah kekeringan, olahraga bersama TNI/Polri dan instansi terkait, kemudian donor darah serta anjangsana ke anggota purnawirawan.

“Kami menyalurkan bantuan air bersih di daerah Kabupaten Sragen yang masyarakatnya kekurangan air bersih,” katanya. (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Surakarta

Adi Soemarmo Siap Sambut Rute Solo – Kuala Lumpur

Published

on

Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta.

Jatengraya.id, Solo – Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta siap menyambut rute penerbangan Solo-Kuala Lumpur dengan maskapai penerbangan Malaysia Airlines.

“Rencananya rute ini terbang mulai tanggal 18 September 2019,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta Abdullah Usman di Solo, Jawa Tengah, Senin (9/9/2019).

Ia mengatakan rencananya maskapai tersebut akan membuka penerbangan rute Solo-Kuala Lumpur dengan frekuensi dua kali seminggu. Menurut dia, dengan adanya rute tersebut kemungkinan diikuti dengan rute lain, seperti Solo-Singapura.

“Kami sudah menawarkan rute ini ke maskapai lainnya. Jadi ke depan tidak hanya Kuala Lumpur, bisa ke rute lain, seperti beberapa negara di Asia dan Australia di mana titik tersebut masuk dalam jangkauan Airbus 330,” katanya.

Untuk mendorong okupansi dari rute-rute baru tersebut, pihaknya masih akan menjual destinasi favorit wisatawan mancanegara, yaitu Candi Borobudur.

Sementara itu, pihaknya optimistis rute-rute tersebut akan diminati wisatawan karena didukung dengan keberadaan Kereta Api (KA) Bandara Adi Soemarmo yang bisa melayani perjalanan menuju rute Borobudur.

“Mereka yang ingin ke Borobudur bisa langsung menggunakan moda KA Bandara menuju Stasiun Tugu Jogjakarta karena rencananya jalur KA Stasiun Tugu-Magelang akan dibuka kembali untuk memfasilitasi wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk lebih mudah pergi ke Borobudur,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Operasi PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose mengatakan di semester pertama 2019 memang ada penurunan jumlah penumpang sebesar 48 persen jika dibandingkan semester pertama 2018 sebagai dampak keberadaan jalan tol dan kenaikan harga tiket yang terjadi di awal tahun.

Meski demikian, dikatakannya, kondisi tersebut tidak menghentikan AP I untuk terus mengembangkan Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta.

“Dari sisi kapasitas penumpang naik sebesar 4,1 juta penumpang/tahun. Apalagi slot juga masih tersedia, jadi kemungkinan ada lonjakan jumlah penumpang,” katanya.

Ia mengatakan saat ini pada saat hari biasa penggunaan slot di Bandara Adi Soemarmo hanya 40 persen dan di hari libur naik menjadi 65 persen. (awa)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Surakarta

ICMI Ajak UMS Kendalikan Perilaku Seks Menyimpang

Published

on

Seminar Nasional ICMI dengan tema "Menyelamatkan Generasi Penerus Bangsa dari Malapetaka Moral pada Perilaku Penyimpangan Seksual Sejenis" di Kampus UMS Solo, Kamis (5/9/2019).

Jatengraya.id, Solo – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengajak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengendalikan penyebaran perilaku seks menyimpang di kalangan generasi muda.

“Bersama UMS kita harus bisa mengendalikannya. Kami dari ICMI memberikan solusi yang ditangani oleh orang-orang yang berkompeten,” kata Wakil ketua Umum ICMI Sri Astuti Buchori pada Seminar Nasional ICMI dengan tema “Menyelamatkan Generasi Penerus Bangsa dari Malapetaka Moral pada Perilaku Penyimpangan Seksual Sejenis” di Kampus UMS Solo, Kamis (5/9/2019).

Ia mengatakan para generasi muda harus bisa menghindar dari perilaku tersebut karena faktanya perilaku seks menyimpang bisa membawa pelakunya pada kematian.

“Kami bukan mau menghakimi tetapi ingin menolong siapapun yang sudah terlanjur kena dan mengajak yang belum untuk waspada agar jangan sampai terjebak menjadi pelaku,” katanya.

Ia mengatakan pada bantuannya itu, ICMI akan menanganinya bersama dokter ahli, dengan demikian para pelaku tidak perlu khawatir.

“Perilaku seks menyimpang sangat identik dengan penyakit kelamin dan harus diobati. Selanjutnya, pelakunya harus menjalankan kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Ia mengatakan seharusnya masyarakat Indonesia beruntung karena Negara melarang hubungan sesama jenis. Termasuk dalam agama Islam, dikatakannya, perilaku seks menyimpang sangat dilarang.

“Negara kita melarang pelegalan hubungan sejenis. Bahkan di 28 negara lain yang telah melegalkan LGBT tidak sepenuhnya membebaskan perilaku seks menyimpang,” katanya.

Selain Astuti, beberapa narasumber yang hadir dalam seminar tersebut di antaranya Guru Besar Bidang Komunikasi Gender Aida Vitayala dan dokter spesialis penyakit kelamin Hanny. (awa)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending