Connect with us

Batang

HNSI Batang Ingatkan Nelayan Tak Terprovokasi Pembangunan PLTU

Published

on

(HNSI) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengingatkan pada para nelayan tidak terprovokasi masalah proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap.

Jatengraya.id, Batang – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengingatkan pada para nelayan tidak terprovokasi masalah proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di wilayah ini.

Ketua HNSI Kabupaten Batang Teguh Tarmujo di Batang, Rabu (11/9/2019) mengatakan bahwa untuk mengantisipasi provokasi, HNSI bersama PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang pembangunan PLTU melakukan kunjungan ke lokasi proyek ketenagalistrikan terbesar di Asia Tenggara itu.

“Selain mendapatkan informasi dan dialog langsung dengan para ahlinya, para nelayan dan pengurus HNSI bisa berkeliling melihat langsung proses pembangunannya. Ini merupakan bekal pengetahuan bagi para nelayan dan pengurus HNSI agar tidak lagi tersesat dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya

Ia berharap kegiatan yang dikemas dalam tanggung jawab perusahaan ini dapat menambah pengetahuan dan menepis informasi yang tidak akurat tentang PLTU berkapasitas 2 x 1.000 megawatt itu.

Kedatangan para nelayan dan pengurus HNSI ke lokasi pembangunan PLTU, kata dia, sebagai bentuk kepedulian dan keterbukaan terkait informasi yang sebenarnya karena selama ini masih ada masyarakat yang menerima kesimpangsiuaran informasi pembangunan PLTU>

Penasehat DPC HNSI Kabupaten Batang Karbukti mengatakan para nelayan maupun dari PT BPI perlu saling membuka diri untuk berkomunikasi karena pada prinsipnya keberadaan PLTU sudah menjadi tetangga para nelayan.

“Kami berharap ada saling mengerti keberadaan masing masing, baik nelayan maupun dari PT BPI. Semuanya akan berjalan berdampingan dengan baik ketika semuanya saling terbuka untuk berkomunikasi dan duduk bersama,” katanya.

General Manager External Relation PT BPI Ary Wibowo mengatakan kunjungan pengurus HNSI dan para nelayan ke lokasi PLTU ini dapat diinformasikan pada nelayan lain yang tidak sempat kegiatan tersebut.

“Semoga apa yang telah diinformasikan kepada para nelayan dan pengurus HNSI bisa disampaikan pula pada nelayan lain,” katanya. (ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Batang

Pembangunan Kawasan Industri di Jawa Tengah Dipercepat

Published

on

Gubernur jawa tengah ganjar pranowo saat menerima Dewan Pengurus Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Rabu(22/01/2020).

Jatengraya.id, Batang – Karena diyakini telah memiliki konsep yang jelas, dua kawasan industri di Jawa Tengah, yakni Kawasan Industri Batang dan Brebes bakal dilakukan percepatan pembangunan di tahun ini. Terlebih Jawa Tengah telah memiliki role model pengembangan seperti Kawasan Industri Kendal.

Ganjar mengatakan percepatan pembangunan kawasan industri di Jawa Tengah dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen pada tahun 2023. Dia mengatakan pembangunan tersebut akan dimulai tahun ini dan bakal terus berlanjut. Terlebih Jawa Tengah saat ini dijadikan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini never ending. Tapi yang kecil-kecil sudah berjalan. Batang, begitu masuk satu dua tahun berjalan akan berlanjut terus, menggelinding terus. Kendal sudah berjalan. Brebes akan kita percepat. Mudah-mudahan tahun ini mulai, kalau sudah beres tahun depan masuk konstruksi dan selanjutnya menjual,” kata Ganjar saat menerima Dewan Pengurus Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Rabu(22/01/2020).

Sebagai role model, Ganjar mengatakan Kawasan Industri Kendal sudah layak dijadikan percontohan. Selain managemen pengelola yang bagus, pemerintah juga aktif menjalin komunikasi, terutama ketika para pengusaha mengalami kendala.

“Industri Kendal ini bisa jadi contoh untuk kawasan industri lain. Bagaiamana mengelola dengan baik, managemen, dewan, membangun komunitas sampai pada perizinan-perizinan,” katanya.

Ganjar juga menyampaikan, telah menyiapkan sumberdaya manusia yang kompeten untuk mendukung dunia industri di Jawa Tengah lebih kompetitif. Bahkan kini membuka pintu untuk perusahaan agar berkolaborasi dengan SMK yang berada di Jawa Tengah.

“Saya pesan kepada mereka. Tenaga kerjanya dari Jawa Tengah dong, kami punya SMK banyak. Kerjasama dengan kami lah, nanti kita desain,” katanya.

Percepatan pembangunan kawasan industri tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari penyusunan konsep yang jelas dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam dunia industri. Bahkan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia Sanny Iskandar mengatakan, karena kejelasan tersebut perusahaan di sekitar Bekasi dan Karawang sudah mulai bermigrasi ke Jawa Tengah, baik di dalam kawasan maupun di luar kawasan industri.

“Kalau investor datang ke Indonesia, pasti milihnya ke Jawa Tengah. Karena kondusifitas atas dunia industri. Kondusif itu melebihi apapun. Kepala daerah lain mesti seperti ini,” katanya.

Meski demikian, lanjut nya, bukan berarti tanpa hambatan. Oleh karena itu, melonjaknya harga tanah untuk dijadikan kawasan industri jadi perkara yang sering dikeluhkan para pengusaha. Namun untuk perizinan, kondusifitas serta dukungan pemerintah, Jawa Tengah juaranya.
“Inti masalahnya dengan spekulan,” tandasnya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Batang

Investasi Kabupaten Batang Tembus Rp797,5 Miliar

Published

on

Bupati Batang, Wihaji.

Jatengraya.id, Batang – Nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini sudah menembus angka Rp797,5 miliar meski proses revisi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum selesai,’ kata Bupati Batang Wihaji.

“Sesuai data base, nilai investasi berdasarkan izin masuk sudah mencapai Rp797,5 miliar. Ini dimungkinkan setelah revisi Perda RT-RW selesai maka investor akan terus bertambah,” katanya di Batang, Sabtu (28/9/2019).

Ia mengatakan perkembangan revisi Perda RT-RW masih ada perbaikan minor pada nomenklatur peta sedang subtansi tidak berubah.

“Oleh karena itu, kami berharap para investor yang ingin masuk ke wilayah Batang bisa lebih bersabar, menunggu revisi perda RTR-RW selesai terlebih dahulu,” katanya.

Ia mengatakan pemkab akan terus melakukan beberapa terobosan untuk menarik investor dan meningkatkan nilai investasi seperti dengan mengikuti pameran investasi, membentuk Batang Investmen Forum (BIF),membentuk tim percepatan investasi, dan mengikuti kegiatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF).

“Saat ini sudah banyak investor yang antre yang berniat menanamkan investasinya di wilayah ini,” katanya.

Menurut dia, tingginya minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini karena pertimbangan daya dukung usaha yang dimiliki Kabupaten Batang seperti kondisi alam yang kaya, ketersediaan lahan (kawasan industri) yang terjangkau dan tenaga kerja, serta jaminan energi listrik melalui PLTU Batang.

Pemkab Batang, kata dia optimistis wilayah Kabupaten Batang akan tumbuh menjadi kota industri setelah nanti revisi Perda RT-RW selesai.

“Kami berharap masyarakat agar bersiap untuk ikut ambil bagian di dalamnya sehingga kemanfaatannya akan dirasakan penduduk lokal. Kita tidak boleh menjadi penonton saja,” katanya. (ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Batang

Polres Batang Selidiki Pencurian 32 Laptop di Sekolah

Published

on

Kepala Polres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga.

Jatengraya.id, Batang – Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, melakukan penyelidikan kasus pencurian 32 unit laptop, 3 unit komputer dan barang elektronik lain di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kandeman yang diduga dilakukan oleh dua pelaku bertopeng.

Kepala Polres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga di Batang, Senin (16/9/2019), mengatakan bahwa polres telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengejar para pelaku tindak kejahatan tersebut.

“Dari hasil rekaman layar CCTV (closed circuit television), tampak 2 pelaku bertopeng memasuki ruangan tempat menyimpan barang-barang elektronik milik sekolah yaitu ruang tata usaha, ruang wakil kepala sekolah, dan ruang guru,” katanya.

Ia yang didampingi Kepala Kepolisian Sektor Tulis AKP Gumana mengatakan kasus pencurian tersebut diduga dilakukan oleh lebih dari dua pelaku karena barang yang dicuri cukup banyak seperti 32 unit laptop, 7 unit LCD baru, 2 unit voice recorder, 1 camdic, 2 scanner, dan 3 unit komputer.

Selain melakukan olah TKP, kata dia, polisi juga mengumpulkan keterangan dan barang bukti dari para saksi.

“Dari hasil penyelidikan maupun olah TKP kami menemukan 2 buah linggis yang diduga milik pelaku yang tertinggal di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi kejahatan pencurian barang-barang di sekolah, khusus barang elektronik diharapkan pihak sekolah meningkatkan pengamanan di sekolah.

“Kami berharap pihak sekolah menambah petugas penjagaan khususnya saat pada malam hari,” katanya. (ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending