Connect with us

Magelang

Pemkot Magelang Dorong Bakohumas Berikan Informasi Terkini Pembangunan

Published

on

Kegiatan bakohumas yang dilaksanakan Bagian Humas Sekretariat Daerah Pemkot Magelang, Jawa Tengah, Selasa (10/9/2019).

Jatengraya.id, Magelang – Pemerintah Kota Magelang mendorong para kontributor Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) memberikan informasi terkini dan bermanfaat tentang pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di daerah itu kepada masyarakat luas.

“Agar para kontributor (bakohumas, red.) selalu menyampaikan info terkini dan bermanfaat,” kata Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Pemkot Magelang Taufik Nurbaqin saat membuka kegiatan Bakohumas Kota Magelang di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (10/9/2019).

Ia mengakui bahwa pada era keterbukaan informasi publik saat ini, pemerintah wajib memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Sudah bukan zamannya lagi pelit akan informasi,” ujar dia dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang.

Ia juga mengatakan pemkot setempat terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat guna pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan daerah yang semakin maju.

Pemkot Magelang, katanya, juga terus berupaya menyampaikan berbagai informasi yang layak dipublikasikan kepada masyarakat.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Kewajiban kami tentu memberi informasi yang benar dan layak dipublikasikan,” kata dia.

Pada kegiatan itu, praktisi dan konsultan kehumasan dari Universitas Satya Wacana (UKSW) Salatiga Eko Suseno mengemukakan pada era keterbukaan informasi sekarang ini, petugas humas pemerintah harus responsif, mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, serta menguasai teknologi informasi.

Jika humas tidak responsif dan gagap teknologi, katanya, citra positif lembaga yang diwakilinya tidak terbangun.

“Di era serba digital ini, manjadi tuntutan humas harus berinovasi dan cepat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Tak kalah penting, penampilan harus mendukung serta cakap dalam berkomuniaksi dengan semua elemen. Intinya mudah menyesuaikan,” katanya.

Ia mengemukakan tentang pentingnya peran humas dalam mendukung pelaksanaan roda pemerintahan, yakni sebagai penyampai informasi kepada masyarakat luas dan juru bicara pemerintah.

Ia mengatakan bahwa petugas humas harus mampu menguasai materi dalam segala hal. Apalagi, saat ini informasi mudah viral, sedangkan masyarakat membutuhkan info secara cepat dan akurat.

“Humas wajib punya data yang valid agar masyarakat mendapat pencerahan dan tidak mudah termakan hoaks,” ujar Eko yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKSW Salatiga itu.

Pembicara lainnya yang juga CEO Majalah PR Indonesia Asmono Wikan mengemukakan pentingnya kompetisi menulis kreatif bagi jajaran kehumasan sehingga berita yang disampaikan mereka dapat menarik dibaca masyarakat.

Setiap orang, kata dia, bisa menulis, akan tetapi menulis yang baik dan menarik untuk dibaca itu sebagai hal yang jarang.

“Karenanya, humas harus mempunyai kompetensi ini sehingga berita yang ditulis humas dapat menarik untuk dibaca,” katanya.

Ia juga mengatakan pentingnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, serta media sosial sebagai alat bantu bagi humas dalam melayani masyarakat.

Setiap humas, kata dia, harus memanfaatkan media sosial agar lebih mudah dan cepat dalam menjalankan tugasnya.

Kegiatan bakohumas secara rutin dilaksanakan Bagian Humas Sekretariat Daerah Pemkot Magelang dalam rangka mempermudah koordinasi antarkontributor dan memberikan tambahan pengetahuan kehumasan di lingkup OPD, BUMD, serta instansi vertikal di daerah itu. (mha)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Magelang

Istri Karyawan Pengelola Borobudur Kampanye Pengurangan Plastik

Published

on

Ketua IIKK TWC Heriyanti Suzan Edy Setijono (kiri) memberikan kantong belanja kepada wisatawan sebagai pengganti kantong plastik dalam kampanye pengurangan plastik di Borobudur.

Jatengraya.id, Magelang – Ikatan Isteri Karyawan dan Karyawati (IIKK) PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik kepada para wisatawan di Candi Borobudur.

Ketua IIKK TWC Heriyanti Suzan Edy Setijono di Magelang, Kamis (19/9/2019), mengatakan IIKK TWC menyelenggarakan sosialisasi pengurangan plastik untuk kehidupan sehari-hari, baik kepada anggota IIKK TWC, PKK Kabupaten Magelang maupun kepada pengunjung.

Setelah dilakukan pengenalan pemanfaatan sampah plastik untuk berbagai kerajinan kepada anggota IIKK TWC dan PKK Kabupaten Magelang di Moseum Borobudur, dilanjutkan dengandengan pemberian kantong belanja kepada para wisatawan yang membawa barang dengan tas atau kantong plastik.

“Kantong belanja yang dibagikan sekitar 200 buah, yang kami utamakan kepada pengunjung yang memang membawa makanan atau minuman dalam kantong plastik. Jadi kami langsung ganti plastiknya dengan kantong belanja,” katanya.

Ia menuturkan kantong belanja tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbelanja di toko swalayan atau waktu bepergian, bentuknya sangat simpel jadi bisa dimasukkan ke dalam tas atau dompet.

“Jadi harapan kami dengan senantiasa membawa kantong ini penggunaan kantong plastik dapat dikurangi,” kata Suzan yang juga Ketua Ikatan Istri Pejabat (IPP) BUMN Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Ia menuturkan melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat peduli terhadap lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik karena plastik sudah sangat berbahaya bagi lingkungan.

Ia menyampaikan plastik dapat menahan air ketika dibuang di tanah, kemudian apabila dibuang ke laut juga dapat membahayakan biota laut, termasuk ikan-ikan di laut.

Ia mengatakan kegiatan ini dilakukan di lokasi wisata Candi Borobudur karena plastik sangat mengganggu lingkungan termasuk di kawasan Borobudur.

Menurut dia, para pengunjung pasti ingin kawasan itu senantiasa terjaga kebersihannya dan juga terjaga lingkungan hijaunya.

Kegiatan itu, lanjutnya, akan terus dilakukan di kawasan Borobudur tetapi mungkin bentuk kegiatan pengurangan sampah plastik akan berlainan karena pihaknya juga harus menyosialisasikan pengurangan penggunaan plastik di kawasan yang lain, termasuk Candi Prambanan dan Ratu Boko dan juga beberapa daerah wisata lain.

“Kami IIKK TWC sangat peduli terhadap lingkungan, mungkin kita masih sulit sepenuhnya meninggalkan plastik karena memang plastik belum banyak bisa tergantikan tetapi jika ini dilakukan secara massal akan signifikan pengurangan sampah plastiknya,” katanya. (hst)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Magelang

Seniman 17 Negara Ikuti Pameran Seni Rupa di Borobudur

Published

on

Para pecinta seni menyaksikan pameran seni rupa bertajuk Borobudur International Art Exhibition 2019 di Galeri Limanjawi Art House Borobudur.

Jatengraya.id, Magelang – Sebanyak 35 seniman dari 17 negara mengikuti pameran seni rupa bertajuk Borobudur International Art Exhibition 2019 di Galeri Limanjawi Art House Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Sebenarnya seniman dari 19 negara yang diundang, tetapi hanya 17 negara yang datang,” kata pemilik Galeri Limanjawi Art House Umar Chusaeni usai pembukaan pameran di Magelang, Senin (16/9/2019).

Negara asal para seniman tersebut, yakni Banglades, India, Malaysia, Nepal, Belanda, Filipina, Jepang, Korea, Polandia, Indonesia, Romania, Taiwan, Thailand, Turki, Amerika Serikat, Vietnam, dan Kanada.

Umar mengatakan Borobudur dipilih untuk menggelar pameran bertaraf internasional dengan tema “Persahabatan” ini karena Candi Borobudur menjadi salah satu ikon dunia seni rupa.

“Yang membuat Candi Borobudur adalah para seniman-seniman top Indonesia pada zamannya,” katanya.

Ia mengatakan pada pameran kali ini menampilkan karya-karya yang beraneka macam gaya dan warna, dengan gaya dan style masing-masing negara juga berbeda-beda.

“Saya sangat bersyukur Limanjawi Art House dapat menggelar sebuah pameran internasional yang sebenarnya rangkaian dari Yogyakarta International Art Festival 2019,” katanya.

Ia menuturkan pameran ini sangat menarik bagi masyarakat, khususnya para pecinta seni rupa karena bisa menyaksikan karya-karya dari para seniman internasional.

“Saya sangat tersanjung Limanjawi Art House bisa menjadi tempat pameran ini, semoga pameran seperti ini bisa berkelanjutan ke depan, sehingga semakin bisa memberi warna Borobudur ke kelas dunia internasional,” katanya.

Pameran internasional yang dibuka oleh pemilik OHD Museum Oei Hong Djien ini diawali arak-arakan para seniman yang membawa bendera negara masing-masing dari Candi Pawon menuju Limanjawi Art House.

Oei Hong Djien menyampaikan ucapan selamat kepada Limanjawi Art House yang bisa menyelenggarakan pameran internasional ini.

“Kegiatan seperti ini harus bisa diselenggarakan di Indonesia, apalagi di Borobudur, karena kita punya aset yang luar biasa yaitu Candi Borobudur yang tidak dipunyai bangsa lain. Aset ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-naiknya,” katanya. (hus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Magelang

Pameran Internasional, Upaya Promosikan Candi Borobudur

Published

on

Para seniman seni rupa peserta pameran internasional membawa bendera negara masing-masing pada pembukaan Borobudur International Art Exhibition 2019 di Galeri Limanjawi Art House Borobudur.

Jatengraya.id, Magelang – Penyelenggaraan pameran bertaraf internasional di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merupakan salah satu upaya mempromosikan Candi Borobudur, kata pemilik Galeri Limanjawi Art House Umar Chusaeni.

Umar di Magelang, Senin (16/9/2019), mengatakan saat ini tengah digelar pameran internasional bertajuk Borobudur International Art Exhibition 2019 di Galeri Limanjawi Art House Borobudur diikuti 35 seniman dari 17 negara.

Pembukaan pameran tersebut diawali dengan arak-arakan para seniman dengan membawa bendera negara masing-masing dari Candi Pamon menuju Limanjawi Art House.

“Kegiatan ini juga menjadi salah satu promosi Candi Borobudur ke dunia internasional karena setiap seniman di negaranya cukup punya nama, punya komunitas dan mereka bisa menginformasikan secara seni,” katanya.

Menurut dia, para seniman tersebut bisa menginformasikan lebih tentang Borobudur ke dunia internasional maupun melalui pagelaran seni seperti ini.

Ia berharap kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal bagaimana pemerintah, BUMN menyikapi Borobudur ini menjadi ikon yang sangat menginspirasi dan seniman datang ke Borobudur jelas dengan harapan dan tujuan yang mulia.

“Oleh karena itu melalui kegiatan ini kami berharap ke depan event seperti ini tentunya pemerintah mendukung sepenuhnya karena ini swadaya dari para seniman dan pelaku seni sendiri,” katanya.

Ia menuturkan sebelum pembukaan pameran, para seniman yang terlibat dalam pameran ini diajak mengunjungi Candi Borobudur dan mereka kagum dengan Candi Borobudur.

“Mereka terkagum-kagum karena begitu dahsyatnya bangunan Candi Borobudur dari segi arsitekltur, dari segi visual di mata seniman sendiri bagaimana pada zamannya bangsa Indonesia membuat sebuah karya di luar nalar sehat ketika kita melihat teknologi pada waktu itu,” katanya.

Ia menyampaikan dalam program-program berikutnya pihaknya berharap acara seperti ini tidak hanya pameran di Borobudur, tetapi para seniman dari luar negeri itu tinggal di Borobudur mungkin satu minggu atau lebih untuk mengeksplorasi dan membuat karya bersama-sama tentang Borobudur. (hus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending