Connect with us

Boyolali

Haji Debarkasi Surakarta Meninggal Bertambah Menjadi 66

Published

on

Jumlah jamaah haji asal Debarkasi Surakarta, Jawa Tengah, yang meninggal di Tanah Suci, Arab Saudi hingga kedatangan kelompok terbang 78, bertambah menjadi 66 orang.

Jatengraya.id, Boyolali – Jumlah jamaah haji asal Debarkasi Surakarta, Jawa Tengah, yang meninggal di Tanah Suci, Arab Saudi hingga kedatangan kelompok terbang 78, bertambah menjadi 66 orang.

Menurut data terkini dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Selasa malam menyebutkan dengan meninggalnya tiga jamaah haji itu maka jumlahnya kini menjadi 66 orang.

Tiga jamaah haji meninggal tersebut yakni Ribut Azizah Ilham (79), warga Krajan RT 01 RW 05 Kabupaten Kendal tergabung kloter 90, Mistar Sureji Mulyasemita (66) warga, Jalan Raya Kaligondang RT 01 RW 02 Kabupaten Purbalingga kloter 72, dan Sutopo Suro Wijoyo (66), warga Mulyorejo RT 05 RW 02 Demak kloter 80.

Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta Agus Widakdo, saat dikonfirmasi soal jamaah haji meninggal bertambah tiga orang membenarkan.

Menurut dia jamaah haji Ribut Azizah Ilham kloter 90 asal Kendal dilaporkan meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Mekkah, Minggu (8/9/2019), pukul 21.00 waktu setempat karena sakit, dan jenazahnya dimakamkan di Sharayya, Mekkah.

Sedangkan Mistar Sureji Mulyasemita kloter 72 asal Purbalingga, meninggal di RSAS Mekkah, Minggu (8/9/2019), pukul 14.04 waktu setempat karena sakit, dan jenazahnya dimakamkan di Sharayya, Mekkah, sedangkan, Sutopo Suro Wijoyo kloter 80 asal Demak, meninggal di RSAS Madinah, Senin (9/9), pukul 12:15 waktu setempat karena sakit. Jenazahnya, dimakamkan di Baqi, Madinah.

PPIH Debarkasi Surakarta baru saja menyambut kedatangan jamaah haji kloter 78 asal Kabupaten Demak yang tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, pukul 16.58 WIB. Jumlah haji kloter 78 itu, sebanyak 358 jamaah.

Menurut dia, dengan kedatangan haji kloter 78 tersebut sehingga jumlah yang sudah dipulangkan ke daerah asal, sebanyak 27.563 orang atau 80,3 persen dari total 34.756 orang yang telah diberangkatkan berhaji tahun ini.

“Jumlah jamaah haji yang masih tertinggal di Tanah Suci, karena sakit dan dirawat di rumah sakit sebanyak 15 orang. Jamaah sakit ini, masih menjalani perawatan intensif di RSAS,” demikian Agus Widakdo. (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Boyolali

Kendalikan Populasi Hama Tikus, Babinsa dan Petani Lakukan Gropyokan

Published

on

Anggota Koramil 08/Banyudono Kodim 0724/Boyolali bersama petani langsung terjun ke sawah untuk mengendalikan populasi hama tikus agar tidak berkembang biak.

Jatengraya.id, Boyolali – Hama tikus menjadi ancaman serius bagi kelangsungan pertumbuhan tanaman padi. Untuk memberantas serangan hama tikus, Anggota Koramil 08/Banyudono Kodim 0724/Boyolali bersama para petani melaksanakan gropyok tikus di sawah milik petani Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Hasilnya, puluhan tikus ditangkap dan dimusnahkan. Rabu (12/02/2020).

Anggota Koramil 08/Banyudono Kodim 0724/Boyolali bersama petani langsung terjun ke sawah untuk mengendalikan populasi hama tikus agar tidak berkembang biak. Sebab, tikus mampu merusak padi yang sedang tumbuh di areal persawahan.

“Pada masa tanam seperti ini, para petani harus mewaspadai serangan hama tikus. Para Babinsa memang harus tanggap terhadap situasi yang ada, agar petani tidak gagal panen, dimana wilayah binaannya merupakan endemik hama tikus,” ungkap Babinsa Jembungan Sertu Joko Suprihatin.

Menurutnya, kegiatan rutin seperti ini dilaksanakan sebagai wujud pendampingan TNI kepada para petani. Meski menggunakan peralatan seadanya, Babinsa bersama para petani padi dapat memaksimalkan hasil tangkapan hama tikus ini.

“Dengan kerja sama dan komunikasi yang intensif, semoga kehadiran kami dapat menjadikan suntikan semangat bagi para petani demi meningkatkan kuantitas dan mutu hasil panen padi di wilayah Kecamatan Banyudono ini,” imbuhnya.

“Kehadiran kami untuk memastikan petani dapat beraktivitas secara nyaman dan mampu meningkatkan hasil panennya, hal ini sekaligus untuk mendukung suksesnya program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah,” pungkas Babinsa. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Boyolali

TNI AU Beli 35 Unit Mobil Esemka

Published

on

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna (berdiri tiga dari kiri) saat menyasikan penandatanganan pembelian 35 unit mobil Esemka di PT Esemka Boyolali, Selasa (24/9/2019).

Jatengraya.id, Boyolali – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara membeli 35 unit mobil Bima jenis Pikap 1.300 CC untuk kebutuhan kendaraan dinas dari perusahaan otomotif PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) Desa Demangan Boyolali, Jawa Tengah.

“Kami membutuhkan kendaraan bak terbuka untuk kebutuhan operasional di skuadron di Indonesia,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna usai menyaksikan kerja sama pemesanan mobil Esemka Pikap Bima 1.300 CC di PT Esemka Boyolali, Selasa (24/9/2019).

Menurut KSAU, produk mobil Esemka tersebut dipilih berdasarkan hasil kajian karena dinilai memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan untuk keperluan di landasan TNI AU. Mobil ini bisa untuk angkutan suku cadang atau pergerakan di landasan Satuan Skadron TNI AU.

Selain itu, kata KSAU memilih mobil Esemka karena sangat kompetitif atau memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Contohnya jika membeli kendaraan merek lain yang setara kualitasnya, harganya jauh lebih tinggi.

“Saya hitung jika membeli mobil Esemka bisa mendapatkan 35 unit, tetapi membeli kendaraan merek lain hanya dapat 25 unit,” katanya.

Kedua, lanjut dia, juga ada jaminan dari pemerintah soal suku cadang mobil Esemka, sehingga menjadi pertimbangannya. Ketiga turut menyuksekan program pemerintah.

“Kalau ada produksi dalam negeri, mengapa harus membeli barang luar negeri. Ketiga hal ini menjadi pertimbangan TNI AU untuk mengambil Esemka,” kata KSAU.

TNI AU mengambil mobil Esemka Bima tipe Pikap 1.300 CC sebagai tahap pertama dengan harga Rp95 juta per unit. Mobil ini, akan diganti warna kuning sebagai syarat untuk operasional di landasan.

Pada pesanan tahap pertama mobil Esemka merupakan anggaran bantuan dari Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) yang akan dihibahkan ke TNI AU untuk membantu operasional di landasan.

“35 unit mobil Esemka akan memenuhi kebutuhan di 21 skuadron udara, tempur angkut, dan helikopter. Kemudian Skadron Pendidikan juga mengoperasikan pesawat terbang, Akademi AU, dan skuadron teknik ada tujuh tempat.

“Kami melihat di lapangan, dan jika sesuai dengan kebutuhannya kami akan memilih produk dalam negeri seperti Esemka,” katanya.

Pada acara pemesanan mobil Esemka antara TNI AU dengan PT Esemka, diwakili oleh Ketua umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Muda TNI Nailul Human, sedangkan pihak PT Esemka diwakili Direksi Pemasaran PT Esemka Regina, dan disaksikan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Komisaris PT Esemka Dery Wiharja. (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Boyolali

KSAU ” Test Drive ” Mobil Esemka di Boyolali

Published

on

Kpala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna melakukan test drive mobil Esemka jenis Bima 1.300 CC di lokasi test di PT Esemka Desa Demangan Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (24/9/2019).

Jatengraya.id, Boyolali – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna melakukan test drive atau uji kendara mobil produksi PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), di Desa Demangan Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (24/9/2019).

KSAU bersama para petinggi jajaran TNI AU saat melakukan test drive Esemka di arena PT Esemka awalnya mencoba jenis mobil Garuda, kemudian Bima 1.300 CC dilanjutkan melihat-lihat di proses produksi serta pemesanan mobil Esemka untuk operasional TNI AU.

Pada acara pemesanan mobil Esemka antara TNI AU dengan PT Esemka, diwakili oleh Ketua umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Muda TNI Nailul Human, sedangkan pihak PT Esemka, Direksi Pemasaran PT Esemka Regina disaksikan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Komisaris PT Esemka Dery Wiharja.

Menurut Yuyu Sutisna TNI AU memesan mobil Esemka tersebut menindaklanjuti program kerja yang sudah dimiliki yakni bidang logistik untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dinas.

“Kendaraan operasional TNI AU selama ini, untuk kebutuhan skadron-skadron di satuan yang bergerak di landasan,” katanya.

TNI AU membutuhkan kendaraan bak terbuka untuk di landasan guna memenuhi kebutuhan di skadron. Setelah mendengarkan program pemerintah tentang mobil yang diproduksi di dalam negeri.

“Kami kemudian mengadakan kajian spesifikasi teknis soal mobil produksi dalam negeri ini, dan ternyata sesuai apa yang dibutuhkan di TNI AU. Sehingga, sekaligus mensukseskan program pemerintah tidak salahnya kami mengambil mobil Esemka ini,” katanya.

Setelah mencoba mengendarai kendaraan Esemka dalam test drive, menurut KSAU bagus dan sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AU, di landasan. (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending