Connect with us

Temanggung

Bupati Minta BPJS Kesehatan Segera Bayar Klaim RSUD Temanggung

Published

on

Bupati Temanggung, Jawa Tengah M. Al Khadziq.

Jatengraya.id, Temanggung – Bupati Temanggung, Jawa Tengah M. Al Khadziq mengatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus segera melakukan pembayaran klaim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung agar tidak mengganggu operasional RSUD tersebut.

“Jika tidak segera dibayarkan, dikhawatirkan RSUD Temanggung akan mengalami krisis likuiditas yang bisa mengganggu operasional rumah sakit milik pemerintah tersebut,” katanya di Temanggung, Selasa (10/9/2019).

Menurut dia keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan hingga lima bulan berjalan, tentu sangat berpengaruh terhadap kelangsungan operasional layanan di rumah sakit.

Oleh karena itu, pihak Pemkab Temanggung berencana melakukan komunikasi langsung dengan pihak Kantor Layanan Operasional BPJS Kesehatan Cabang Temanggung untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Menyinggung rencana RSUD Temanggung melakukan pinjaman ke Bank Jateng, Khadziq menyampaikan memang sudah ada rencana dari pihak manajemen rumah sakit, tetapi belum jadi.

“Sebenarnya yang ke arah situ belum, tetapi memang akan ada masalah keuangan jika BPJS Kesehatan tidak segera membayarkan klaim ke RSUD Temanggung. Saya kira bukan hanya Temanggung, tapi juga rumah sakit-rumah sakit lain,” katanya.

Informasi dari manajemen RSUD Temanggung kondisi terakhir BPJS Kesehatan membayarkan klaimnya ke RSUD Temanggung baru sampai bulan Maret 2019.

Sedangkan sejak April sampai sekarang belum dibayarkan dan masuk piutang pihak BPJS Kesehatan.

Ia mengatakan langkah pertama yang perlu dilakukan, yakni pendekatan ke BPJS Kesehatan agar segera membayarkan klaim RSUD Temanggung.

Apalagi, belum lama ini Menteri Keuangan Republik Indonesia sudah mencairkan berapa triliun kepada BPJS Kesehatan.

Ia berharap dengan adanya pencairan untuk BPJS Kesehatan tersebut, maka BPJS bisa mencairkan klaim pembayaran kepada rumah sakit sebelum ancaman krisis likuiditas ini betul betul terjadi.

“Semoga klaim bisa segera dibayarkan. Kalau itu mentok nanti baru kita akan bicarakan solusinya. Seperti apa nantinya kita akan bicarakan dengan para stakeholder yang lain,” katanya. (hus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Temanggung

Belum di Beli Pabrik, Petani Temanggung Terpaksa Jual Tembakau Eceran

Published

on

Tembakau kualitas super pada akhir masa panen 2019 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, belum terserap pabrikan.

Jatengraya.id, Temanggung – Tembakau kualitas super pada akhir masa panen 2019 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, belum terserap pabrikan, kata Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung, Noer Ahsan.

Ahsan di Temanggung, Selasa (8/10/2019), mengatakan tembakau yang belum terserap tersebut kebanyakan di wilayah Sumbing, yakni tembakau dengan kualitas G dan F yang merupakan tembakau srintil.

Ia menyebutkan harga di tingkat pedagang untuk kualitas G antara Rp200.000 hingga Rp250.000 per kilogram dan kualitas F mencapai Rp500.000 per kilogram.

“Harga tersebut pembelian di tingkat pedagang, sedangkan pabrikan belum ada yang membeli tembakau kualitas tersebut,” katanya.

Ia menyebutkan tembakau yang masih di tingkat petani saat ini sekitar 30 persen yang justru tembakau kualitas bagus.

“Pabrikan belum membeli tembakau kualitas super tersebut, kemungkinan karena harganya tinggi. Mereka inginnya membeli dengan harga rendah, di bawah Rp100.000 per kilogram. Dalam hal ini petani tidak bisa berbuat banyak, karena perdagangan tembakau bersifat monopsoni,” katanya.

Ia menuturkan dalam dua tahun terakhir kasusnya hampir sama, yakni cuaca bagus tetapi di akhir panen dengan tembakau kualitas bagus justru tidak terserap pabrikan.

“Pada 2017 bisa dimaklumi karena bulan Oktober sudah hujan deras, sedangkan tahun 2018 dan 2019 bulan Oktober masih kemarau sehingga hasil panen tembakau bagus,” kata Ahsan.

Menurut dia, satu-satunya jalan untuk mengatasi hal tersebut dengan menjual tembakau eceran, namun butuh waktu lama.

“Tembakau grade G dan F dijual eceran dengan harga Rp50.000 hingga Rp100.000 per ons,” katanya. (hus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Temanggung

Krisis Air Bersih Melanda 27 Desa di Temanggung

Published

on

Kodim 0706/Temanggung bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Temanggung membantu air bersih di salah satu desa di Kecamatan kandangan yang mengalami kekeringan.

Jatengraya.id, Temanggung – Sebanyak 87 dusun di 27 desa di Kabupaten Temanggung mengalami krisis air bersih pada puncak musim kemarau tahun ini, kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi.

“Guna membantu masyarakat di daerah kekeringan tersebut mendapatkan air bersih, kami secara berkala menyuplai air bersih,” kata Gito di Temanggung, Rabu (26/9/2019).

Ia menyebutkan sejumlah desa tersebar di 12 kecamatan, antara lain Kandangan, Kaloran, Kranggan, Kedu, dan Kledung.

Ia menuturkan dari sebanyak empat mobil tangki yang tersedia, setiap hari dapat mendistribusikan air bersih sebanyak 16 tangki atau masing-masing mobil tangki menyuplai empat kali.

Ia menyampaikan dari empat armada yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih tersebut, yakni 2 armada milik BPBD Temanggung, satu armada milik Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, dan satu armada dari PMI.

Menurut dia estimasi persediaan dana bantuan air bersih cukup hingga bulan Oktober 2019.

Baca juga: Warga Wonosegoro Boyolali terima bantuan air bersih

“Semula dari APBD murni dianggarkan bantuan penyaluran air bersih untuk 350 tangki, kini dana sudah ditambah melalui APBD perubahan sebanyak 400 tangki,” katanya.

Selain itu, katanya selama ini juga ada bantuan air bersih dari komunitas maupun sejumlah perusahaan yang bekerja sama dengan BPBD.

Ia mengatakan daerah yang mengalami krisis air bersih merupakan daerah yang selama ini menjadi pelanggan setiap musim kemarau.

Ia menuturkan untuk mendapatkan bantuan air bersih tersebut perlu pengajuan dari masyarakat, yang ditujukan pada BPBD. Surat bisa melalui Camat atau langsung ke BPBD, setelah ada survei kemudian disetujui ada bantuan air bersih, langsung disampaikan. (hus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Temanggung

Pilkades Serentak, Bawaslu Temanggung Bakal Rintis Desa Binaan Antipolitik Uang

Published

on

Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung Erwin Nurachmani Prabawati berbicara pada Rapat Koordinasi Evaluasi dengan Mitra Kerja pada Pemilu Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Temanggung, Selasa (24/9/2019).

jatengraya.id, Temanggung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bakal merintis desa binaan antipolitik uang untuk menghadapi pemilihan kepala desa serentak di daerah setempat.

“Dalam menghadapi Pilkades Serentak 2020, kami akan membuat desa binaan antipolitik uang,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung Erwin Nurachmani Prabawati di Temanggung, Selasa (24/9/2019).

Erwin Nurachmani Prabawati menyampaikan hal tersebut pada Rapat Koordinasi Evaluasi dengan Mitra Kerja pada Pemilu Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Temanggung.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan sumber daya untuk sosialisasi dan pendampingan di desa-desa dengan harapan politik uang dapat hilang pada kontestasi kepemiluan.

Menurut Erwin, pemilu yang demokratis, bermartabat, dan bersih politik uang mutlak untuk Indonesia sehingga terpilih pemimpin yang jauh dari KKN sehingga pembangunan benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pemilu demokratis, bermartabat, dan bersih politik uang harus terus digelorakan, di antaranya melalui pendidikan politik di sekolah, pondok pesantren, dan berbagai pertemuan elemen masyarakat,” katanya.

Erwin menegaskan bahwa pendidikan merupakan sarana penting untuk mengubah keadaan suatu bangsa, termasuk menghilangkan transaksional pada pemilu. Namun, hal ini perlu proses karena menciptakan generasi bersih itu mengubah mental.

“Bawaslu Temanggung akan masuk ke institusi pendidikan untuk sosialisasi antipolitik uang,” katanya. (hus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending