Connect with us

Boyolali

12 Haji Jateng Masih Tertinggal di Arab Saudi

Published

on

12 jamaah haji asal Debarkasi Surakarta Jawa Tengah masih tertinggal di Tanah Suci karena sakit, dan sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi.

Jatengraya.id, Boyolali – Sebanyak 12 jamaah haji asal Debarkasi Surakarta Jawa Tengah masih tertinggal di Tanah Suci karena sakit, dan sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi.

“Ada 12 haji yang masih tertinggal di Arab Saudi, karena mereka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Arab Saudi,” kata Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta Agus Widakdo, di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, Senin (9/9/2019).

Menurut dia, dari data yang diterima 12 haji yang masih tertinggal dengan kelompok terbangnya tersebut yakni Padchurrodji Romli Mucharar (82) kloter 9 dari Kabupaten Klaten yang menjalani perawatan di RS King Abdullah Jedah, Siswo Diharjo Sopawiro (79) kloter 15 asal Temanggung, di RS King Abdul Azis Mekah.

Selain itu, Diwono Asmorejo Karto Sentono (70) kloter 19 asal Kabupaten Temanggung, di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mekah, Sadir Al Ahmad Wahyudi (65) kloter 35 asal Wonosobo di KKHI Mekah, Rasmudi Kasmuti Ahmad (70) kloter 43 asal Batang, di KKHI Mekah, Sukardji Satar Kromo Rejo (62) kloter 43 asal Batang di KKHI Mekah.

Selain itu, Kusnijati Rapian Sakib (61) kloter 48 Kota Tegal di RS King Abdullah Jedah, Dachri Warmo Umar (72) kloter 51 asal Pemalang, di RS Uhud Medinah, Sulastri Kholil Maksum (68) kloter 58 asal Pati RS King Fahd Medinah, Pudji Astuti Suryomijarjo (70) kloter 70 asal Banyumas, di RS Al Anshor Medinah, Hanief Hardyanto Makmoer (80) kloter 72 asal Banjarnegara, di RS Uhud Medinah.

“Satu lagi jamaah haji Kirsanto Sanrusdi Tirtadinala (65) kloter 72 asal Kabupaten Purbalingga, dirawat di RS King Abdullah Mekah, sehingga totalnya 12 orang,” katanya.

Menurut dia, 12 jamaah haji tersebut jika sudah kesehatannya pulih atau layak terbang segera dipulangkan ke Tanah Air dengan kloter berikutnya. Jika kegiatan pemulangan haji sudah selesai akan dipulangkan dengan pesawat terbang reguler ke Indonesia.

PPIH Debarkasi Surakarta hingga Senin ini, telah memulangkan haji sebanyak 74 kloter dengan total sebanyak 26.492 orang atau sekitar 76,2 persen dari total 34.756 orang yang diberangkatkan berhaji.

Jamaah kloter 74 asal Banjarnegara dan Cilacap telah mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo Boyolali, pada pukul 10.03 WIB atau lebih cepat 42 menit dari waktu yang dijadwalkan semula. Haji kloter 74 ini, dengan membawa 355 jamaah, dan kini sudah dikembalikan ke daerah asal.

“Kami kini sedang menunggu kedatangan jamaah haji kloter 75 asal Kabupaten Cilacap dengan 360 orang, dijadwalkan mendarat di bandara, sekitar pukul 17.45 WIB,” demikian Agus Widakdo. (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Boyolali

Kendalikan Populasi Hama Tikus, Babinsa dan Petani Lakukan Gropyokan

Published

on

Anggota Koramil 08/Banyudono Kodim 0724/Boyolali bersama petani langsung terjun ke sawah untuk mengendalikan populasi hama tikus agar tidak berkembang biak.

Jatengraya.id, Boyolali – Hama tikus menjadi ancaman serius bagi kelangsungan pertumbuhan tanaman padi. Untuk memberantas serangan hama tikus, Anggota Koramil 08/Banyudono Kodim 0724/Boyolali bersama para petani melaksanakan gropyok tikus di sawah milik petani Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Hasilnya, puluhan tikus ditangkap dan dimusnahkan. Rabu (12/02/2020).

Anggota Koramil 08/Banyudono Kodim 0724/Boyolali bersama petani langsung terjun ke sawah untuk mengendalikan populasi hama tikus agar tidak berkembang biak. Sebab, tikus mampu merusak padi yang sedang tumbuh di areal persawahan.

“Pada masa tanam seperti ini, para petani harus mewaspadai serangan hama tikus. Para Babinsa memang harus tanggap terhadap situasi yang ada, agar petani tidak gagal panen, dimana wilayah binaannya merupakan endemik hama tikus,” ungkap Babinsa Jembungan Sertu Joko Suprihatin.

Menurutnya, kegiatan rutin seperti ini dilaksanakan sebagai wujud pendampingan TNI kepada para petani. Meski menggunakan peralatan seadanya, Babinsa bersama para petani padi dapat memaksimalkan hasil tangkapan hama tikus ini.

“Dengan kerja sama dan komunikasi yang intensif, semoga kehadiran kami dapat menjadikan suntikan semangat bagi para petani demi meningkatkan kuantitas dan mutu hasil panen padi di wilayah Kecamatan Banyudono ini,” imbuhnya.

“Kehadiran kami untuk memastikan petani dapat beraktivitas secara nyaman dan mampu meningkatkan hasil panennya, hal ini sekaligus untuk mendukung suksesnya program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah,” pungkas Babinsa. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Boyolali

TNI AU Beli 35 Unit Mobil Esemka

Published

on

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna (berdiri tiga dari kiri) saat menyasikan penandatanganan pembelian 35 unit mobil Esemka di PT Esemka Boyolali, Selasa (24/9/2019).

Jatengraya.id, Boyolali – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara membeli 35 unit mobil Bima jenis Pikap 1.300 CC untuk kebutuhan kendaraan dinas dari perusahaan otomotif PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) Desa Demangan Boyolali, Jawa Tengah.

“Kami membutuhkan kendaraan bak terbuka untuk kebutuhan operasional di skuadron di Indonesia,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna usai menyaksikan kerja sama pemesanan mobil Esemka Pikap Bima 1.300 CC di PT Esemka Boyolali, Selasa (24/9/2019).

Menurut KSAU, produk mobil Esemka tersebut dipilih berdasarkan hasil kajian karena dinilai memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan untuk keperluan di landasan TNI AU. Mobil ini bisa untuk angkutan suku cadang atau pergerakan di landasan Satuan Skadron TNI AU.

Selain itu, kata KSAU memilih mobil Esemka karena sangat kompetitif atau memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Contohnya jika membeli kendaraan merek lain yang setara kualitasnya, harganya jauh lebih tinggi.

“Saya hitung jika membeli mobil Esemka bisa mendapatkan 35 unit, tetapi membeli kendaraan merek lain hanya dapat 25 unit,” katanya.

Kedua, lanjut dia, juga ada jaminan dari pemerintah soal suku cadang mobil Esemka, sehingga menjadi pertimbangannya. Ketiga turut menyuksekan program pemerintah.

“Kalau ada produksi dalam negeri, mengapa harus membeli barang luar negeri. Ketiga hal ini menjadi pertimbangan TNI AU untuk mengambil Esemka,” kata KSAU.

TNI AU mengambil mobil Esemka Bima tipe Pikap 1.300 CC sebagai tahap pertama dengan harga Rp95 juta per unit. Mobil ini, akan diganti warna kuning sebagai syarat untuk operasional di landasan.

Pada pesanan tahap pertama mobil Esemka merupakan anggaran bantuan dari Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) yang akan dihibahkan ke TNI AU untuk membantu operasional di landasan.

“35 unit mobil Esemka akan memenuhi kebutuhan di 21 skuadron udara, tempur angkut, dan helikopter. Kemudian Skadron Pendidikan juga mengoperasikan pesawat terbang, Akademi AU, dan skuadron teknik ada tujuh tempat.

“Kami melihat di lapangan, dan jika sesuai dengan kebutuhannya kami akan memilih produk dalam negeri seperti Esemka,” katanya.

Pada acara pemesanan mobil Esemka antara TNI AU dengan PT Esemka, diwakili oleh Ketua umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Muda TNI Nailul Human, sedangkan pihak PT Esemka diwakili Direksi Pemasaran PT Esemka Regina, dan disaksikan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Komisaris PT Esemka Dery Wiharja. (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Boyolali

KSAU ” Test Drive ” Mobil Esemka di Boyolali

Published

on

Kpala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna melakukan test drive mobil Esemka jenis Bima 1.300 CC di lokasi test di PT Esemka Desa Demangan Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (24/9/2019).

Jatengraya.id, Boyolali – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna melakukan test drive atau uji kendara mobil produksi PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), di Desa Demangan Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (24/9/2019).

KSAU bersama para petinggi jajaran TNI AU saat melakukan test drive Esemka di arena PT Esemka awalnya mencoba jenis mobil Garuda, kemudian Bima 1.300 CC dilanjutkan melihat-lihat di proses produksi serta pemesanan mobil Esemka untuk operasional TNI AU.

Pada acara pemesanan mobil Esemka antara TNI AU dengan PT Esemka, diwakili oleh Ketua umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Muda TNI Nailul Human, sedangkan pihak PT Esemka, Direksi Pemasaran PT Esemka Regina disaksikan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Komisaris PT Esemka Dery Wiharja.

Menurut Yuyu Sutisna TNI AU memesan mobil Esemka tersebut menindaklanjuti program kerja yang sudah dimiliki yakni bidang logistik untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dinas.

“Kendaraan operasional TNI AU selama ini, untuk kebutuhan skadron-skadron di satuan yang bergerak di landasan,” katanya.

TNI AU membutuhkan kendaraan bak terbuka untuk di landasan guna memenuhi kebutuhan di skadron. Setelah mendengarkan program pemerintah tentang mobil yang diproduksi di dalam negeri.

“Kami kemudian mengadakan kajian spesifikasi teknis soal mobil produksi dalam negeri ini, dan ternyata sesuai apa yang dibutuhkan di TNI AU. Sehingga, sekaligus mensukseskan program pemerintah tidak salahnya kami mengambil mobil Esemka ini,” katanya.

Setelah mencoba mengendarai kendaraan Esemka dalam test drive, menurut KSAU bagus dan sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AU, di landasan. (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending