Connect with us

Semarang

Dukung Pencegahan Korupsi di BUMN, SPI Kembangkan “Whistleblowing System”

Published

on

Ketua Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern (FKSPI) Pusat Saiful Huda.

Jatengraya.id, Semarang – Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern (FKSPI) mendukung upaya pencegahan berbagai bentuk tindak pidana korupsi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan mengembangkan whistleblowing system agar setiap orang dapat menyampaikan aduan atau laporan penyimpangan.

“Kami akan menggunakan kemampuan analisa data terkait aliran dana atau aliran uang, sebab biasanya korupsi tidak dilakukan secara sendiri-sendiri, ada data-data. Kita ambil data untuk menganalisa ada indikasi ke sana (korupsi),” kata Ketua FKSPI Pusat Saiful Huda di Semarang, Kamis (22/8/2019).

Ia menyebutkan pihaknya akan menjadi tumpuan dalam melakukan pemeriksaan keuangan atau audit internal ketika ada aduan.

“Audit akan menjadi tumpuan ketika ada aduan, kami bisa memeriksa aduan itu,” ujarnya.

Kendati demikian, FKSPI mengakui pihaknya tidak bisa melakukan pelaporan terkait dengan indikasi pelanggaran keuangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami memang tidak melakukannya, namun biasanya akan menjadi saksi untuk dimintai keterangan, biasanya internal audit menjadi saksi yang diminta keterangan KPK karena kalau kita di dalam tidak melakukan pencegahan, dianggap pembiaran,” katanya.

Oleh sebab itu, FKSPI akan terus mengembangkan sejumlah sistem pencegahan korupsi, salah satunya whistleblowing system dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.

“Kita optimalkan upaya pencegahannya di sana,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Saiful di sela pelaksanaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Nasional IV FKSPI di Kota Semarang, Jawa Tengah. (wan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Semarang

Polda Jateng Amankan 3 Orang Diduga Timbun Masker

Published

on

Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan 3 pelaku yang diduga sebagai penimbun masker dan hand sanitizer/anti Septik di Kota Semarang. (Foto : Tribratanews)

Jatengraya.id, Semarang – Tim Subdit Jatanras Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan 3 pelaku yang diduga sebagai penimbun masker dan hand sanitizer/anti Septik di Kota Semarang. Tiga pelaku tersebut berinisial A (45) tahun, N (24) tahun dan AU (45) tahun.

“Dari terduga pelaku, sementara polda Jawa Tengah menyita 4000 lembar masker dan 208 botol Anti septik dan saat ini masih dalam pengembangan oleh penyidik,“ ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Iskandar F Sutisna saat Gelar di lobi Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, Rabu (4/3/2020).

Menurut Kabidhumas Polda Jateng, barang bukti tersebut sebenarnya banyak yang di sita dari para pelaku ada sekitar 40 kardus besar, satu kardusnya berisi 40 kotak. Sementara ini barang bukti yang masih tersisa yang di amankan ada 10 dus kurang lebih 4000 lembar masker.

“Menurut keterangan para pelaku yang sudah kami konfirmasi terkait penjualanya, mereka membeli dari orang kemudian memperdagangkan melalui online dan harga yang sudah di perjual belikan berkisar Rp. 270 ribu sampai Rp. 275 Ribu per kotaknya. Kalau harga pasaran kan kurang lebih 30 sampai 40 ribu harga normal per kontaknya, ” jelas Kabid Humas.

Untuk itu, Polda Jawa Tengah melakukan upaya tindakan tegas mengamankan 3 terduga pelaku yang saat ini masih diperiksa dan jika terbukti akan dikenakan dua pasal, Undang-Undang perdagangan dan Undang-Undang perlindungan Konsumen ancamanya 5 tahun penjara.

Direkturat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Budhi Haryanto menambahkan, dalam pemasarannya yang dilakukan para pelaku itu melalui online yaitu memuat produknya di laman Facebook. Dalam Facebook itu juga dicantumkan nomor telepon. Dari situ masyarakat yang merasa panik akhirnya mencari barang yang memang langka di pasaran. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Semarang

Pemprov Jateng Kerja Sama dengan Polda Tindak Penimbun Masker yang Dijual Mahal

Published

on

Pemprov Jateng telah melakukan kerja sama Polda Jateng untuk memastikan tidak ada penimbunan dan permainan harga masker di Jateng. (Foto : Instagram @antarafotocom)

Jatengraya.id, Semarang – Pemprov Jateng telah melakukan kerja sama dengan Kepolisian untuk melakukan tindakan intervensi terhadap para penimbun masker, menyusul terjadinya kelangkaan masker di berbagai daerah, ditengah maraknya isu virus corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng Muhammad Arif Sambodo mengatakan kelangkaan dan mahalnya harga masker diduga tidak hanya karena faktor ekonomi. Namun, ada pihak yang sengaja mencari keuntungan dibalik musibah ini.

“Untuk itu kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk memastikan tidak ada penimbunan dan permainan harga masker di Jateng. Kalau ada penimbunan atau permainan harga, pasti akan kami tindak secara hukum,” ujar Arif, Selasa (3/3/2020).

Menurutnya, sesuai Pasal 107 Undang-Undang nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan disebutkan, pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga dan atau hambatan allulintas perdagangan barang, bakal terkena pidana penjara paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 50 miliar.

“Saat ini kami sudah bekerja melakukan pengawasan terhadap perusahaan, distributor hingga penjual kecil di Jateng. Inventarisir dan dan pengecekan jalur distribusi terus kami pantau. Kalau ada temuan, pasti kami tindak bersama jajaran Kepolisian,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo menuturkan stok masker di Jateng masih aman dan masyarakat diminta tidak panik dan melakukan pembelian masker secara besar-besaran. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Semarang

Gubernur Jateng, Hibahkan 2,4 M untuk Pembelian Ranmor Pasukan Polda Jateng

Published

on

Ganjar Pranowo mengatakan, penyerahan hibah ini sebagai bentuk sinergitas antara Pemprov Jawa Tengah dengan Polda Jawa Tengah.

Jatengraya.id, Semarang – Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranawo pimpin apel hibah penyerahan Ranmor-6 dan Ranmor-2 untuk angkut pasukan Brimob dan Samapta Polda Jawa Tengah, di halaman Mapolda Jawa Tengah. Selasa pagi (25/2/2020)

Ganjar mengatakan, penyerahan hibah ini sebagai bentuk sinergitas antara Pemprov Jawa Tengah dengan Polda Jawa Tengah.

“Pemprov Jateng serahterimakan hibah senilai Rp. 2.4 Milliar untuk dibelanjakan Truk angkut pasukan Brimob dan 25 unit kendaraan bermotor roda 2 untuk patroli Samapta Polda Jateng.

“Semoga hibah ini bisa semakin meningkatkan kinerja Polda Jateng, khususnya dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan kondusifitas Jawa Tengah,” ujarnya.

Ganjar menjelaskan, salah satu faktor yang paling penting dalam sebuah pembangunan adalah adanya stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat dan kondusifitas daerah.

“Kalau masyarakatnya tentrem, guyub dan rukun, pemerintah akan bisa melaksanakan pembangunan dengan lancar. Tapi kalau masyarakate podo tukaran, usreg, tentu akan menguras tenaga dan pikiran kita bersama yang akhirnya menyebabkan program-program pemerintahan terganggu.” tegas Ganjar

Namur demikian, lanjutnya, semoga kendaraan tersebut bisa digunakan patroli secara maksimal.

“Selain patroli konvensional, yang lebih penting lagi adalah patroli di dunia maya. Disitu lebih ramai” ujar Ganjar

Ganjar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada aparat kepolisian sebagai mitra Pemprov Jateng, dalam menjaga iklim kondusifitas kehidupan di Jateng ini.

“Jadi kewaspadaan terus kita tingkatkan karena potensi atas gangguan, keamanan dan ketertiban masyarakat itu selalu ada, terlebih lagi tahun ini Jawa Tengah sedang punya hajatan besar, yaitu Pilkada Jawa Tengah,” ujarnya.

Seperti diketahui tahun 2020 ini, ada 21 Kabupaten/Kota yang akan menggelar Pilkada. Tidak dapat dipungkiri lagi, Pilkada memiliki potensi untuk memecah belah masyarakat jika menggunakan cara-cara yang tidak sehat, seperti kampanye negatif, kampanye hitam (black campaign), menyebarkan isu SARA, politik uang dan hoax.

“Hal ini harus kita cegah dan kita lawan bersama. Persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa haruslah kita jaga dan rawat, agar jangan sampai retak dan terkoyak. Pilkada harus meneduhkan, meski beda warna dan sikap politik. Pilkada harus semakin menyatukan Jawa Tengah.

“Oleh karena itu, Polisi harus berada di depan untuk ini. Berbagai tindakan pencegahan dan persuasif harus dilakukan tentunya dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Pemprov Jateng.” tandasnya.

Ganjar menambahkan, selain Pilkada ada hal lain yang menjadi perhatian kita terkait keamanan daerah bahaya penyebaran narkoba, begal, tindak pencurian dengan kekerasan dan kejahatan lainnya, seperti radikalisme, terorisme dan intoleransi juga penting kita waspadai.

“Khusus untuk mencegah peredaran narkoba, pelabuhan sudah kita tutup, bandara juga kita tutup. Tapi ada jalur lain yang belum kita antisipasi, yaitu jalan Tol.” ujar Ganjar. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending