Connect with us

Semarang

Hakim Penerima Suap di Tuntut Lima Tahun Penjara

Published

on

Hakim nonaktif Pengadilan Negeri Semarang Lasito.

Jatengraya.id, Semarang – Hakim nonaktif Pengadilan Negeri Semarang Lasito dituntut 5 tahun penjara dalam kasus dugaan suap dari Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

Selain hukuman badan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gina Saraswati dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/8/2019), juga menuntut terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp700 juta yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

“Menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Aloysius Priharnoto Bayuaji tersebut.

Dalam perkara tersebut, terdakwa terbukti menerima Rp500 juta dan 16 ribu dolar AS dari Bupati Jepara melalui orang suruhannya.

Uang suap yang sudah disepakati besarannya tersebut selanjutnya diserahkan di rumah Lasito di Laweyan, Kota Surakarta pada 12 November 2018.

Sehari setelah pemberian uang itu, Hakim Lasito memutus permohonan praperadilan Marzuqi yang pada pokoknya mengabulkan permohonan pembatalan penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi bantuan dana bantuan partai politik Kabupaten Jepara.

Pemberian uang itu, menurut jaksa, patut diduga bertujuan untuk memengaruhi keputusan Lasito sabagai hakim tunggal dalam gugatan praperadilan yang diajukan Marzuqi.

Dalam tuntutannya, jaksa juga menuntut terdakwa untuk mengembalikan uang kerugian negara atas uang suap yang dinikmatinya sebesar Rp350 juta.

Lasito sendiri sudah mengembalikan Rp350 juta melalui penyidik KPK pada saat penyidikan.

Atas tuntutan tersebut, hakim memberi kesempatan terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang pekan depan. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Semarang

Erajaya Perluas Penetrasi di Semarang

Published

on

Petani di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, menjemur kopi hasil petik merah.

Jatengraya.id, Semarang – Grup Erajaya meluaskan penetrasi pasar di Jawa Tengah khususnya di Kota Semarang dengan membuka sejumlah toko baru telepon pintar.

Erajaya melalui Erafone memegang pemasaran sejumlah jenama (merek) terkemuka, antara lain, iPhone, Samsung, Oppo, Vivo, Nokia, BlackBerry, LG, dan Huawei. Sampai saat ini Erajaya menjadi pengecer smartphone nomor satu di Indonesia.

“Erajaya merupakan mitra terpercaya di bidang mobile communication hingga Internet of Thing (IoT) dengan memberi nilai tambah pelayanan,” kata Head of Public Relation Erajaya Devina Paulus ketika mengunjungi Kantor Berita ANTARA Biro Jawa Tengah di Jalan Veteran 1 B Kota Semarang, Jumat (23/8/2019).

Didampingi Anthoni “Erick” Roderick P selaku Media Coordinator, Devina menjelaskan Erajaya memang perlu memperkenalkan lebih luas sekaligus melakukan penetrasi pasar karena popularitasnya masih kalah dengan retailer gawai di Semarang.

Saat ini Erajaya memiliki 84 distributor, 1.000 gerai pengecer, dan ribuan titik pelayanan di Indonesia.

Kendati demikian, menurut Devina, Erajaya masih akan terus memperluas titik penjualan eceran berbagai merek telepon pintar yang diageni dengan membuka toko offline.

Erajaya, katanya, tetap melayani penjualan secara online. “Akan tetapi, untuk gawai harga mahal, mayoritas konsumen lebih suka bisa menyentuh langsung. Mereka butuh experience dengan mendatangi toko sebelum memutuskan membeli telepon pintar,” katanya.

Selain membuka gerai yang menjajakan beragam merek smartphone, Erajaya juga membangun toko dengan merek tunggal, seperti iBox (Apple, iPhone), Samsung, Huawai, Oppo, dan Vivo.

“Di Semarang, besok (Sabtu, 24/8), Erafone akan membuka sekaligus 10 toko yang secara khusus menjual merek Vivo di Plasa Simpang Lima,” kata Devina. (azm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Semarang

Terkait Kerusuhan Papua, Mahfud MD Minta Kedepankan Persatuan

Published

on

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Mahfud MD.

Jatengraya.id, Semarang – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Mahfud MD meminta semua pihak untuk mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam menyikapi kerusuhan yang berawal dari aksi rasisme terhadap masyarakat Papua.

“Kita harus bersatu dulu sebelum meluruskan kesalahpahaman yang terjadi dan tidak fokus mencari siapa salah dalam insiden kerusuhan di Manokwari atau daerah lainnya,” katanya di Semarang, Kamis (22/8/2019).

Menurut Mahfud MD, tidak ada untungnya bagi Indonesia maupun Papua jika terjadi perpecahan sehingga sudah saatnya semua pihak untuk menurunkan tensi dan kembali bersatu demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kalau Indonesia terpecah, tidak ada yang diuntungkan, Indonesia rugi, Papua rugi. Oleh sebab itu ambil keuntungan dan kebaikan bersama, akhiri panas di hati, bersatu sesama anak bangsa,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD usai menjadi salah seorang pembicara pada Seminar Nasional Kagama bertajuk “Pendidikan Bangsa dalam Menyiapkan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0” di Museum Ronggowarsito Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud MD mengapresiasi tokoh-tokoh dan dari berbagai unsur yang sudah menginisiasi untuk mendinginkan suasana di masyarakat.

“Akhiri kesalahpahaman yang sebenarnya tidak terlalu serius, salah paham antara anak muda yang sangat sedikit dan tidak menyangkut hal prinsip, semua menahan diri,” katanya.
(wan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Semarang

Dukung Pencegahan Korupsi di BUMN, SPI Kembangkan “Whistleblowing System”

Published

on

Ketua Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern (FKSPI) Pusat Saiful Huda.

Jatengraya.id, Semarang – Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern (FKSPI) mendukung upaya pencegahan berbagai bentuk tindak pidana korupsi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan mengembangkan whistleblowing system agar setiap orang dapat menyampaikan aduan atau laporan penyimpangan.

“Kami akan menggunakan kemampuan analisa data terkait aliran dana atau aliran uang, sebab biasanya korupsi tidak dilakukan secara sendiri-sendiri, ada data-data. Kita ambil data untuk menganalisa ada indikasi ke sana (korupsi),” kata Ketua FKSPI Pusat Saiful Huda di Semarang, Kamis (22/8/2019).

Ia menyebutkan pihaknya akan menjadi tumpuan dalam melakukan pemeriksaan keuangan atau audit internal ketika ada aduan.

“Audit akan menjadi tumpuan ketika ada aduan, kami bisa memeriksa aduan itu,” ujarnya.

Kendati demikian, FKSPI mengakui pihaknya tidak bisa melakukan pelaporan terkait dengan indikasi pelanggaran keuangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami memang tidak melakukannya, namun biasanya akan menjadi saksi untuk dimintai keterangan, biasanya internal audit menjadi saksi yang diminta keterangan KPK karena kalau kita di dalam tidak melakukan pencegahan, dianggap pembiaran,” katanya.

Oleh sebab itu, FKSPI akan terus mengembangkan sejumlah sistem pencegahan korupsi, salah satunya whistleblowing system dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.

“Kita optimalkan upaya pencegahannya di sana,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Saiful di sela pelaksanaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Nasional IV FKSPI di Kota Semarang, Jawa Tengah. (wan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending