Connect with us

Banjarnegara

BPBD Banjarnegara Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran Lahan

Published

on

Kebakaran lahan di Desa Penanggungan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

Jatengraya.id, Banjarnegara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah, mengimbau warga di wilayah setempat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan atau lahan.

“Waspadai kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada BPBD atau melakukan penanganan dini apabila ada tanda-tanda kebakaran kecil di area hutan atau lahan kering,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arief Rahman, di Banjarnegara, Selasa (13/8/2019).

Dia mengingatkan warga yang tinggal di sekitar hutan atau lahan kering untuk tidak melakukan pembakaran daun dan ranting di area hutan dan lahan kering.

“Masyarakat juga tidak boleh membuang puntung sisa rokok sembarangan. Selain itu, masyarakat diimbau segera memastikan apabila terjadi kebakaran hutan atau lahan di wilayahnya,” katanya.

Dia menyampaikan hal tersebut menyusul terjadinya kebakaran hutan di sebelah Utara Dusun Pesayangan, Desa Penanggungan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (11/8/2019).

“Kronologi kejadian masyarakat melihat asap tebal di hutan lindung sebelah Utara kampung mereka, namun masih menganggap biasa dan tidak ada yang mengecek sehingga api membesar dan kurang lebih dua hektare area hutan terbakar. Diperkirakan jarak dari kampung sekitar tiga kilometer,” katanya.

Pada saat ini, kata dia, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa curah hujan di Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya dalam kategori rendah hingga bulan September 2019 mendatang.

“Curah hujan dalam kriteria rendah yakni di bawah 10 milimeter per dasarian,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi .

Setyoajie menambahkan, Banjarnegara telah memasuki puncak musim kemarau sejak awal Agustus 2019.

“Pada saat ini sudah masuk puncak musim kemarau sehingga peluang hujan juga dalam kategori rendah,” katanya.

Untuk itu, kata dia, BMKG kembali mengimbau masyarakat di wilayah setempat untuk mewaspadai dampak kekeringan seperti krisis air bersih dan kebakatan hutan atau lahan.

“Waspadai dampak kekeringan, karena daerah dengan peluang hujan rendah berpotensi terjadi kekeringan,” katanya.

BMKG, kata dia, kembali mengimbau masyarakat untuk bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih sebagai salah satu upaya mengantisipasi kekeringan. (wur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banjarnegara

PMI Banjarnegara Salurkan Air ke 11 Desa Terdampak Kekeringan

Published

on

PMI Kabupaten Banjarnegara sepanjang Agustus 2019 menyalurkan bantuan air bersih ke 11 desa di 10 kecamatan yang menghadapi dampak kekeringan di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Jatengraya.id, Banjarnegara – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara sepanjang Agustus 2019 menyalurkan bantuan air bersih ke 11 desa di 10 kecamatan yang menghadapi dampak kekeringan di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menurut Humas PMI Banjarnegara M Alwan Rifai di Banjarnegara, Senin (2/9/2019), kekeringan meliputi Kecamatan Pagedongan, Punggelan, Banjarnegara, Bawang, Purwanegara, Mandiraja, Klampok, Susukan, Madukara, dan Susukan.

“Kecamatan yang terbanyak mendapatkan intervensi adalah Pagedongan,” katanya.

Ia mengatakan, PMI Banjarnegara akan menyalurkan bantuan air bersih ke daerah-daerah yang menghadapi kekeringan sampai akhir September sebagaimana arahan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Banjarnegara tentang Tanggap Darurat Kekeringan di Banjarnegara.

Ketua PMI Banjarnegara Setiawan mengatakan bahwa PMI berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam menyalurkan bantuan air bersih.

“Distribusi air juga dilakukan sesuai dengan jadwal serta permintaan dari desa terdampak kekeringan,” katanya.

Sejak awal upaya penanggulangan dampak kekeringan yang terjadi selama musim kemarau, menurut dia, PMI Banjarnegara secara keseluruhan telah menyalurkan bantuan 265.000 liter air bersih ke wilayah yang menghadapi kekeringan dan krisis air bersih.

“Hingga hari ini jumlah permintaan dari masyarakat terus meningkat, tidak jarang relawan bertugas di lapangan hingga malam hari untuk melayani distribusi air bersih,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kabupaten Banjarnegara memasuki awal musim hujan pada Oktober 2019.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhi, pada akhir September 2019 sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara akan memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Dia mengimbau warga mewaspadai kemungkinan adanya anomali cuaca selama masa peralihan musim. (wyp)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Banjarnegara

Bupati Banjarnegara Ajak ASN Tingkatan Profesionalisme

Published

on

Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah Budhi Sarwono.

Jatengraya.id, Banjarnegara – Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah Budhi Sarwono mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di wilayah setempat untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kami mengajak seluruh ASN untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan tulus bagi masyarakat di Banjarnegara, dan juga bagi bangsa dan negara,” katanya di Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019).

Bupati menambahkan, sebagai aparatur dan pelayan masyarakat ASN harus mengetahui dan juga bertanggung jawab dengan tugas pokok dan fungsinya.

Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kompetensi di bidangnya masing-masing mengingat makin banyak tantangan di masa mendatang terutama dalam menghadapi era industri 4.0.

Selain itu, dia juga mengajak seluruh ASN di wilayah setempat untuk terus berupaya optimal dalam rangka menyukseskan sejumlah program Pemkab Banjarnegara agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai target.

“Banyak program yang pada saat ini tengah berjalan seperti pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya, kami mengajak seluruh ASN Pemkab Banjarnegara untuk ikut berperan serta menyukseskannya serta senantiasa berupaya optimal mewujudkan visi Banjarnegara yang bermartabat dan sejahtera,” katanya.

Kendati demikian, bupati menambahkan bahwa kunci sukses pembangunan suatu wilayah adalah adanya sinergitas yang optimal antarpemangku kepentingan.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa membangun Banjarnegara bukanlah persoalan yang mudah, tidak cukup hanya bupati dan wakil bupati beserta jajaran ASN saja, tetapi juga melibatkan seluruh elemen, termasuk juga unsur legislatif, TNI, Polri, kejaksaan dan pengadilan serta seluruh Instansi terkait lainnya,” katanya.

Selain itu, bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah setempat untuk bersatu dan bekerja keras dalam membangun Banjarnegara.

“Mari kita bersama-sama pupuk semangat gotong royong, semangat toleransi, semangat persatuan dan juga semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Banjarnegara,” katanya (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Banjarnegara

Banjarnegara Telah Salurkan 965.000 Liter Air Atasi Kekeringan

Published

on

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah menyalurkan sebanyak 965.000 liter air guna mengatasi kekeringan.

Jateng.id, Banjarnegara – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan sebanyak 965.000 liter air guna mengatasi kekeringan di wilayah setempat.

“Guna mengatasi kekeringan, sejak awal penanganan hingga saat ini kami telah menyalurkan 193 tanki atau setara dengan 965.000 liter air ke wilayah yang mengalami krisis air bersih,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arief Rahman di Banjarnegara, Kamis (8/8/2019).

Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan pendistribusian air secara berkala ke wilayah terdampak kekeringan.

Dia menyontohkan, pada Rabu (7/8/2019) pihaknya telah menyalurkan air ke Desa Kaliajir dan Desa Merden Kecamatan Purwanegara, serta Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok.

“Pengiriman pada hari Rabu (7/8/2019) kemarin sebanyak 9 rit masing-masing rit sebanyak 5.000 liter air sehingga jumlahnya menjadi 45.000 liter air,” katanya.

Dia mengatakan, hingga hari ini jumlah desa yang mengalami kekeringan sebanyak 16 desa.

“Jumlahnya masih sama dengan pada pekan sebelumnya yakni 16 desa, belum ada tambahan desa baru,” katanya.

Dia menyebutkan, 16 desa tersebut antara lain Desa Kalitengah, Desa Karanganyar, Desa Kaliajir, Desa Merden, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara.

Selain itu, Desa Jalatunda dan Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja.
Selain itu, Desa Karangjati Kecamatan Susukan, dan Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok.

Selain itu, Desa Kebutuhjurang, Desa Kebutuhduwur, Desa Lebakwangi dan Desa Duren, Kecamatan Pagedongan.
Desa Kebondalem Kecamatan Bawang dan Desa Ampelsari Kecamatan Banjarnegara.
Selain itu, Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan.

Pihaknya memprediksi, jumlah desa tersebut masih bisa bertambah mengingat musim kemarau akan memasuki puncaknya pada bulan Agustus mendatang.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Banjarnegara telah memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus ini.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi
mengatakan, tren curah hujan di wilayah Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya terus mengalami penurunan karena wilayah ini sudah mulai memasuki musim kemarau sejak awal bulan Juni 2019. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending