Connect with us

Boyolali

Anggota Jamaah Haji Jawa Tengah Yang Meninggal Bertambah Menjadi 17 Orang

Published

on

anggota jamaah haji dari Embarkasi Surakarta, Jawa Tengah, yang meninggal dunia bertambah satu orang menjadi 17 orang.

Jatengraya.id, Boyolali – Jumlah anggota jamaah haji dari Embarkasi Surakarta, Jawa Tengah, yang meninggal dunia bertambah satu orang menjadi 17 orang pada Senin (12/8/2019).

Menurut data dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) anggota jamaah haji dari Embarkasi Surakarta yang terakhir meninggal dunia yakni Suprayis Isrondli Durjo (65), warga Gumantar, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol Embarkasi Surakarta Agus Widagdo di Asrama Haji Donohudan Boyolali mengatakan bahwa anggota jamaah haji dalam kelompok terbang 10 Embarkasi Surakarta itu meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi di Mekkah pada Sabtu (10/8/2019) karena penyakit jantung.

“Jenazah jamaah haji asal Klaten itu sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Sharaya, Mekkah,” katanya.

Dia menjelaskan pula bahwa dari seluruh anggota jamaah haji dari Embarkasi Surakarta ada satu yang meninggal dunia di asrama haji, satu meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke Tanah Suci, dan 15 orang meninggal dunia di Tanah Suci.

Jamaah haji Indonesia, menurut dia, pada Senin sesudah wukuf di Arafah menuju ke Muzdalifah untuk mabit dan selanjutnya ke Mina untuk melempar jumrah.

Dia mengatakan jamaah haji asal Jawa Tengah yang masuk dalam kelompok terbang pertama akan kembali ke Tanah Air melalui bandara di Jeddah pada Sabtu (17/8/2019).

“Jamaah haji kloter pertama asal Kabupaten Sukoharjo dijadwalkan terbang dari Jeddah menuju Tanah Air sekitar pukul 16.20 WIB,” kata Agus.

Ia menambahkan, jamaah dalam kelompok terbang pertama menurut jadwal tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali pada Minggu (18/18/2019) pukul 09.45 WIB.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Surakarta bersiap menyambut kedatangan jamaah haji kloter pertama di asrama haji Donohudan Boyolali. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranomo dijadwalkan menyambut kedatangan mereka di asrama haji. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Boyolali

Jamaah Haji Debarkasi Surakarta Meninggal Menjadi 43 Orang

Published

on

Jamaah Haji kloter 17 asal Kabupaten Temanggung dan Kota Semarang saat tiba di asrama haji Donohudan Boyolali, Jateng, Kamis (22/8/2019) malam.

Jatengraya.id, Boyolali – Jamaah haji asal Debarkasi Surakarta, Jawa Tengah yang meninggal dunia di Tanah Suci Arab Saudi bertambah empat orang, sehingga totalnya menjadi 43 orang.

Menurut data dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di Asrama Haji Donohudan Boyolali, hingga Jumat (23/8/2019) ini, 08.00 WIB, disebutkan empat anggota jamaah haji meninggal itu yakni Muhamad Kosim Merta Menawi (84) warga Jalan Sudirman RT 09 RW 06 Desa Kroya Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap kloter 76; Siti Taslimah Kamali (77) warga Wirogaten RT 06 RW 01 Mirit Kabupaten Kebumen kloter 30; Yukono Kasdi Somo (68) warga Perum Sonosewu Baru 465A RT 11 Kabupaten Bantul D.I. Yogyakarta; Siti Zaenah Wari (62) warga Brungkahjati RT 02 RW 05 Kabupaten Kendal.

Menurut Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol Embarkasi Surakarta Agus Widakdo, dengan bertambahnya empat anggota jamaah haji meninggal tersebut kini jumlahnya menjadi 43 orang yang terdiri atas 39 orang asal Jateng dan 4 asal DIY.

“Jenazah keempat jemaah haji asal Jateng dan DIY itu, sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum Sharayya di Mekkah, Arab Saudi,” kata Agus.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta hingga Kamis (22/8) telah memulangkan jamaah haji 17 kloter, dan yang terakhir gabungan asal Temanggung dan Kota Semarang sebanyak 359 orang tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, pukul 23.50 WIB atau lebih cepat 10 menit dari jadwal semula pukul 00.00 WIB.

“Dengan tibanya jamaah haji kloter 17 itu, total yang sudah dipulangkan ke daerahnya sebanyak 6.096 orang atau sekitar 17,5 persen dari jumlah yang diberangkatkan ke Tanah Suci. yakni 34.756 orang,” katanya.

Selain itu, jamaah haji Debarkasi Surakarta yang tertunda kepulangannya ke Tanah Air, karena masih menjalani perawatan intensif di RSAS ada empat orang yakni Tri Urip Suwarman (75) asal Boyolali kloter 12 di RS King Abdullah Jedah, Padchurrodji Romli Mucharar (82) asal Klaten kloter 9 di KKHI Mekah, Siswo Diharjo Sopawiro (79) asal Temanggung kloter 15 di RS King Abdul Azis Mekah, dan Soegiarti Pawiro Setiko (78) asal Temanggung, di RS King Abdullah Jedah.

Menurut dia, jemaah haji yang tertunda kepulangannya ke Tanah Air akan dipulangkan jika sudah mendapatkan rekomendasi dari tim dokter yang merawat. Jemaah akan dipulangkan dengan haji kloter berikutnya.

PPIH Debarkasi Surakarta pada jadwal kedatangan jamaah haji Jumat ini, ada tiga kloter yakni 18 asal Kabupaten Temanggung yang diperkirakan tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali pukul 22.25 WIB dengan 356 jamaah. Kemudian disusul kloter 19 asal Temanggung dan Kebumen, pukul 23.59 WIB dengan 352 jamaah.

“Jamaah haji kloter 20 asal Kebumen sebanyak 357 orang dijadwalkan akan tiba terlebih dahulu di Bandara Adi Soemarmo Boyolali pada pukul 21.25 WIB,” katanya. (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Boyolali

PDIP Bakal Kuasai DPRD Boyolali

Published

on

Ketua DPRD Boyolali S. Paryanto yang juga Ketua PDC PDIP setempat, usia memimpin rapat paripurna di Gedung Paripurna DPRD Boyolali, Jumat (16/8/2019).

Jatengraya.id, Boyolali – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bakal menguasai kursi DPRD Kabupaten Boyolali periode 2019–2024 yang menempatkan politikus terbanyak dan akan dilantik pada 19 Agustus mendatang bersama partai pemenang lainnya.

Ketua DPRD Boyolali S. Paryanto yang juga Ketua DPC PDIP setempat, di Boyolali, Jumat, mengatakan persiapan pelantikan caleg terpilih Boyolali hasil Pemilu 2019 sesuai waktu dijadwalkan pada tanggal 19 Agustus 2019 yang akan diikuti oleh 45 calon anggota legislatif terpilih.

Menurut Paryanto, untuk PDIP dari 45 caleg terpilih tersebut ada 35 calon yang terdiri anggota DPRD petahana sebanyak 16 orang dan wajah baru 19 orang.

“Kami pada periode sebelumnya dari 25 anggota DPRD yang tidak mencalonkan diri ada lima dan yang mencalonkan 20 orang, tetapi yang terpilih 16 orang untuk petahana, dan sisanya wajah baru,” kata Paryanto.

Menyinggung soal caleg terpilih perwakilan perempuan, kata dia, target 30 persen sesuai Undang Undang masih kurang. Namun, jika ditotal seluruhnya sebanyak 11 orang atau ada peningkatan dibanding periode sebelum.

Jumlah caleg terpilih periode ini, lanjutnya, dari perwakilan perempuan sudah ada kenaikan cukup signifikan dari 4 kursi periode sebelumnya kini menjadi 11 kursi.

Dia mengatakan meski perolehan kursi PDIP di DPRD Boyolali terbanyak, pihaknya bukan berarti terus menang sendiri. PDIP justru akan lebih agresif dalam memberikan dukungan meneruskan misi visi Bupati Boyolali.

“Sehingga, kami mewujudkan Boyolali akan lebih tambah maju, berkembang secara objektif,” katanya.

Anggota terpilih

Berdasarkan data dari KPU Boyolali jumlah 45 kursi caleg terpilih DPRD Boyolali dari hasil Pemilu 2019, sebanyak 35 dari PDIP, 4 (Golkar), 3 (PKS), 2 (PKB), dan 1 (Gerindra).

Berikut nama-nama anggota DPRD terpilih Boyolali periode 2019-2024:

Daerah Pilihan (Dapil) Boyolali 1, yakni 1. Marsono (PDIP), 2.Susetyo Kusuma Dwi Hartanta (PDIP), 3.Dwi Adi Agung Nugroho (PDIP), 4. Sri Yekti (PDIP), 5.Dimas Febi Romadhon (PDIP), 6.Tatik Anggraini (PDIP), 7. H. Subagyo (PDIP), 8. Wasana Agung Raharja (PDIP), 9.Suyamti (PDIP), 10. H. Fuadi (Golkar), 11. Muslimin (PKS).

Dapil Boyolali 2, yakni 1. Joko Mulyono (PDIP), 2. Joko Maryanto (PDIP), 3. Ani Hartanti (PDIP), 4. Tri Ismiyati (PDIP), 5. Bowo Hartono (PDIP), 6. Sarwono (Golkar)

Dapil Boyolali 3, yakni 1. Jasri (PKB), 2. Watiah (Gerindra), 3. Dwi Fajar Nirwana (PDIP), 4. H. Suyud Widodo (PDIP), 5. Suripto (PDIP), 6. Ngadiran (PDIP), 7. Joko Santosa (PDIP) , 8. Hesti Pranyani (Golkar).

Dapil Boyolali 4, yakni 1. Nugroho (PDIP), 2. Toyono (PDIP), 3. Suryanti (PDIP), 4. Gamma Wijaya (PDIP), 5. Eni Susilowati (PDIP), 6. Hj. Sri Wiharti (PDIP), 7. Ribut Budi Santoso (PDIP), 8. Miftahudin (PDIP), 9. Agus Ali Rosidi (Golkar), 10. Hj, Siti Zumrotun (PKS).

Dapil Boyolali 5, yakni 1. Eko Mujiono (PKB), 2. S. Paryanto (PDIP), 3, Agung Supardi (PDIP), 4. Agus Sunaryo (PDIP), 5. Suyadi (PDIP), 6. A.Eka Wardaya (PDIP), 7. Eka Supriyatin (PDIP), 8. Hj. Nita Dewi Yuliani (PDIP), 9. Sigit Supama (PDIP), 10. Moh Basumi (PKS). (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Boyolali

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 950 Meter

Published

on

Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 950 meter ke arah hulu Kali Gendol pada Rabu. (31/7/2019).

Jatengraya.id, Yogyakarta – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 950 meter ke arah hulu Kali Gendol pada Rabu. (31/7/2019)

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan awan panas guguran yang terjadi pada pukul 16:10 WIB itu memiliki amplitudo maksimal 66 mm dengan durasi lebih kurang 95 detik.

Selain awan panas guguran, BPPTKG dalam periode pengamatan pada pukul 12:00-18:00 WIB juga mencatat empat kali guguran pava dengan jarak luncur 400-750 meter ke hulu Kali Gendol.

Gunung api teraktif di Indonesia itu juga mengalami satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 60 mm selama 95.2 detik, 10 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-26 mm selama 27.5-78.4 detik, dan satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 6 mm selama 38.5 detik.

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah tidak teramati. Angin di gunung itu bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 17.6-21.2 derajat Celcius dengan kelembaban udara 37-78 persen, dan tekanan udara 628.1-710.1 mmHg.

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG. (luq)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending