Connect with us

Cilacap

Pantau Hewan Kurban, Dispertan Cilacap Kerahkan 160 Petugas

Published

on

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto.

Jateng.id, Cilacap – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengerahkan 160 petugas untuk memantau pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, sehingga dagingnya bisa layak konsumsi.

“Teman-teman yang akan keliling untuk mengawal (pemotongan) hewan kurban telah mengikuti pelatihan sejak kemarin (8/8/2019) hingga hari ini,” kata Kepala Dispertan Kabupaten Cilacap, Supriyanto di Cilacap, Jumat.

Menurut dia, 160 petugas tersebut akan melakukan pemantauan mulai H-1 hingga hari H pelaksanaan pemotongan hewan kurban, yakni dengan memeriksa ternak secara antemortem (sebelum dipotong) dan postmortem (setelah dipotong).

Kendati demikian, dia mengatakan 160 petugas tersebut hanya melaksanakan pemantauan di wilayah kota Cilacap, sedangkan di kecamatan-kecamatan lainnya dikoordinasikan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat.

“Kami sejak hari Senin (5/8/2019) juga telah memeriksa kesehatan calon hewan kurban dengan mendatangi lapak-lapak yang ada di kota Cilacap. Bagi calon hewan kurban yang kondisinya sehat, akan diberi label sehat oleh petugas,” katanya.

Dalam pemeriksaan tersebut, kata dia, pihaknya menemukan kambing yang kurang sehat dan cacat akibat jatuh atau saling berbenturan saat pengiriman dari kandang peternak menuju lokasi penjualan.

Selain itu, lanjut dia, petugas juga menemukan kambing yang matanya belekan karena terkena air kencing kambing-kambing lainnya saat pengiriman ke lapak.

Menurut dia, mata kambing yang belekan dapat diobati dengan menggunakan salep atau jeruk nipis.

“Sementara ini kami belum menemukan sapi yang diduga terkena cacing hati. Biasanya, sapi yang terkena cacing hati memiliki ciri bulunya kurang mengilap dan mudah rontok ketika diusap,” katanya.

Kendati demikian, Supriyanto mengatakan pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan adanya sapi yang terlihat sehat namun ternyata terkena cacing hati.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya melaksanakan pemeriksaan postmortem terhadap hewan kurban khususnya sapi yang telah dipotong guna memastikan ternak tersebut tidak terkena cacing hati.

Ia mengatakan jika ditemukan adanya cacing hati, petugas akan segera memisahkan bagian hati tersebut untuk dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur dengan diberi oli bekas lebih dulu.

Terkait dengan tempat untuk memotong hewan kurban, dia mengatakan pihaknya tidak memaksa masyarakat untuk memotong hewan kurbannya di rumah pemotongan hewan.

“Kalaupun pemotongannya dilakukan di lingkungan sekitar atau halaman masjid, kami dalam tiga tahun terakhir telah melatih takmir masjid mengenai tata cara memotong hewan. Setiap tahunnya ada 160 orang dari empat distrik, masing-masing 40 orang,” katanya.

Lebih lanjut, Supriyanto mengatakan ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Cilacap mencukupi kebutuhan meskipun sebagian di antaranya berasal dari luar daerah.

Ia mengatakan berdasarkan data, realisasi pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah di Kabupaten Cilacap sebanyak 3.984 ekor sapi, lima ekor kerbau, 11.476 ekor kambing, dan 489 ekor.

Sementara untuk pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah diprediksi sebanyak 4.100 ekor sapi, lima ekor kerbau, 11.000 ekor kambing, dan 450 ekor domba.

Menurut dia, populasi ternak di Kabupaten Cilacap pada tahun 2019 terdiri atas 16.437 ekor sapi, 1.475 ekor, 117.123 ekor kambing, dan 33.497 ekor domba.

“Saat ini ada kecenderungan masyarakat berkurban sapi secara berkelompok sehingga kebutuhan sapi diperkirakan meningkat, sedangkan kambing dan domba mengalami penurunan. Selain itu, masyarakat juga cenderung membeli hewan kurban langsung ke peternaknya sehingga lapak-lapak di Cilacap makin berkurang,” katanya. (sum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Cilacap

Awas, Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi di Jateng Bagian Selatan

Published

on

Cuaca ekstrem diprakirakan masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan tengah dan Jawa Tengah bagian selatan.
Jatengraya.id, Cilacap – Cuaca ekstrem diprakirakan masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan tengah dan Jawa Tengah bagian selatan, kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

“Berdasarkan rilis BMKG yang dikeluarkan sebelumnya, cuaca ekstrem diprakirakan berpotensi terjadi hingga tanggal 7 Januari 2020 yang disebabkan adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal berupa aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia,” katanya di Cilacap, Senin (6/1/2020).

Selain itu, kata dia, suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan.

Menurut dia, peningkatan intensitas curah hujan yang disertai dengan petir dan angin kencang itu juga dipicu oleh beberapa faktor lainnya, seperti masih terdapat peluang fenomena gelombang atmosfer ekuator/Madden-Julian Oscillation (MJO) dan seruak dingin yang dapat terjadi sebagai variabilitas iklim pada musim hujan kali ini.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir, baik di pegunungan tengah Jateng maupun Jateng bagian selatan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana tersebut,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan prakiraan, puncak musim hujan di sebagian besar wilayah pegunungan tengah Jateng dan Jateng bagian selatan akan berlangsung pada Februari hingga Maret 2020.

Teguh juga mengimbau masyarakat yang sedang dalam perjalanan untuk mencari tempat berteduh yang aman ketika terjadi hujan disertai petir dan angin kencang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, telah mengakibatkan terjadinya bencana di sejumlah wilayah pegunungan tengah Jateng maupun Jateng bagian selatan, seperti longsor di Cilacap, Banyumas dan Banjarnegara, serta puluhan pohon tumbang akibat angin kencang di Banyumas.

Selain itu, tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah Cilacap bagian barat juga mengakibatkan jalur selatan Jateng tertutup material longsoran berupa lumpur di Dusun Ciguling Harjo, Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, dan Dusun Nusadadi, Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap pada Minggu (5/1) sore.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, longsor di ruas jalan nasional tersebut merupakan yang ketiga kalinya sejak datangnya musim hujan 2019-2020. (sum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Cilacap

2 Titik Longsor di Jalur Selatan Jateng Ditangani

Published

on

BPBD Kabupaten Cilacap mengerahkan alat berat untuk mengeruk material longsoran yang menutup ruas jalan nasional di Dusun Nusadadi, Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu, Minggu (5/1/2020).
Jatengraya.id, Cilacap – Petugas gabungan dari berbagai instansi menangani dua titik longsoran di jalur selatan Jawa Tengah yang masuk wilayah Cilacap, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy.

“Dua titik longsoran tersebut berlokasi di Dusun Ciguling Harjo, Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, dan Dusun Nusadadi, Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu,” katanya di Cilacap, Minggu (5/1/2020).

Ia mengatakan longsoran yang menutup ruas jalan nasional di dua titik tersebut merupakan yang ketiga kalinya, sejak musim hujan 2019-2020.

Menurut dia, kejadian tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan di wilayah barat Kabupaten Cilacap, penjarangan pohon pinus milik Perhutani, dan tata kelola perkebunan secara tumpang sari oleh warga di lahan milik Perhutani.

“Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Minggu siang, kembali mengakibatkan terjadinya material longsoran berupa lumpur yang menutupi ruas jalan nasional Yogyakarta-Bandung di dua titik sehingga berdampak pada kemacetan kendaraan yang melintas di sepanjang lokasi tersebut,” ujarnya.

Petugas gabungan berasal dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cilacap, Pemadam Kebakaran, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Majenang maupun Cimanggu, serta sukarelawan melaksanakan penanganan darurat dengan menyingkirkan material longsoran yang menutup ruas jalan nasional tersebut.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Perhutani untuk melaksanakan penanganan permanen guna mengantisipasi longsoran setiap turun hujan mengingat musim hujan masih berlangsung dengan puncaknya pada Februari 2020.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap Heru Kurniawan mengatakan penanganan dua titik longsoran di ruas jalan nasional tersebut telah dilakukan.

“Alhamdulillah (kemacetan kendaraan, red.) sudah mulai terurai, jalanan sudah mulai berkurang lumpurnya,” katanya.

Alat berat diterjunkan untuk mengeruk dan membuang lumpur yang menutupi ruas jalan.

“Demikian pula dengan mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk menyemprot sisa-sisa lumpur di jalan,” katanya. (sum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Cilacap

Pertamina Integrasikan PLBC dengan Kilang Cilacap

Published

on

Pertamina resmi mengintegrasikan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) dengan Kilang Cilacap existing atau yang sudah beroperasi sebelumnya.

Jatengraya.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) resmi mengintegrasikan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) dengan Kilang Cilacap existing atau yang sudah beroperasi sebelumnya.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Ignatius Tallulembang menjelaskan bahwa acara serah terima ini menandai beroperasinya PLBC di bawah pengelolaan Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, yang akan memproduksi lebih banyak bahan bakar minyak gasoline berkualitas standar EURO 4.

“Dengan beroperasinya PLBC, kemampuan produksi produk Pertamax RON 92 Kilang Cilacap meningkat signifikan menjadi 1,6 juta barel per bulan dari sebelumnya 1 juta barel,” ujar Ignatius berdasarkan informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (30/9/2019).

Selain itu, lanjut Ignatius, dengan beroperasinya PLBC akan mengurangi impor High Octane Mogas Component (HOMC) sebagai komponen blending produk gasoline secara signifikan sehingga berdampak positif pada upaya pemerintah memperkuat cadangan devisa negara.

PLBC menelan investasi 392 juta dolar As dengan lingkup pekerjaan meliputi pertama Revamping unit Platforming I sehingga kapasitas produksi meningkat 30 persen menjadi 18.6 MBSD.

Kemudian, pembangunan unit baru LNHT – Isomerization dengan kapasitas design 21.5 MBSD serta pembangunan beberapa unit Utilities dimaksimalkan untuk mendukung unit proses PLBC.

PLBC merupakan lanjutan dari pembangunan Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) Cilacap, dimana selama 4 tahun pengerjaan proyek, pencapaian jam kerja aman tanpa Lost Time Injury (LTI) adalah lebih dari 17 juta jam kerja.

Saat konstruksi, PLBC menyerap sekitar 2.500 tenaga pekerja, di mana lebih dari 70 persen di antaranya adalah pekerja lokal Cilacap.

Sementara itu, Direktur Pengolahan, Budi Santoso Syarif, mengatakan, Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang besar Pertamina yang berperan dalam menjaga swasembada dan kemandirian energi nasional.

“Dengan beroperasinya PLBC yang terintegrasi dengan Kilang Cilacap yang mempunyai kapasitas olah crude sekitar 33,4 persen dari total kapasitas kilang nasional, akan meningkatkan profit kilang Cilacap” ujar Budi Santoso Syarif. (asn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending