Connect with us

Surakarta

KPU Surakarta Tunggu LHKPN Seorang Caleg Terpilih

Published

on

Ketua KPU Surakarta, Nurul Sutarti.

Jateng.id, Solo – Komisi Pemilihan Umum Kota Surakarta menunggu dari seorang anggota caleg terpilih yang belum menyerahkan tanda terima Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), untuk pengusulan acara pelantikan DPRD Kota Surakarta periode 2019-2024.

“Kami masih menunggu LHKPN dari caleg PDIP Dapil III Surakarta, milik Titik Nurhayati, yang merupakan caleg terpilih nomor urut di bawahnya untuk pengganti, Maryuwono yang meninggal dunia, beberapa waktu lalu,” kata Ketua KPU Surakarta, Nurul Sutarti, di Solo, Kamis (9/8/2019).

Menurut Nurul berdasarkan ketentuan, Titik Nurhayati yang berhak menjadi pengganti Maryuwono sebagai caleg terpilih, karena perolehan suaranya peringkat ke enam terbanyak dari total tujuh caleg PDIP di Dapil III Surakarta. Dan, PDIP di Dapil III mendapatkan lima kursi anggota DPRD Surakarta.

Menurut dia, KPU masih menunggu laporan LHKPN dari caleg terpilih tersebut hingga Senin (12/8/2019). Berdasarkan ketentuan harus penyerahan tanda terima LHKPN dari KPK paling lambat tujuh hari setelah penetapan caleg terpilih. Namun, yang bersangkutan posisinya menggantikan, maka ada dispensasi waktu.

Pihaknya sudah komunikasikan hal tersebut dengan PDIP, untuk tanda terima LHKPN Titik sudah proses masuk ke KPK, dan tinggal menunggu surat balasan. Sedangkan, 44 anggota caleg terpilih lainnya sudah seluruhnya.

Menurut dia, KPU akan menunggu hingga Senin (12/8/2019), jika belum mengumpulkan, maka proses pelantikan yang bersangkutan bakal ditunda. Dia pelantikan tidak bersama dengan anggota caleg terpilih lainnya pada tanggal 14 Agustus mendatang.

KPU Surakarta sempat menunda dua kali acara penetapan 45 caleg terpilih anggota DPRD Surakarta dalam rapat pleno terbuka, karena masih menunggu putusan akhir adanya sengketa Pemilu 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut dia, putusan akhir sengketa Pemiu 2019 sudah dibacakan oleh MK pada Rabu (7/8/2019). KPU Surakarta bakal menetapkan anggota calon legislatif (caleg) terpilih Pemilu 2019 di Kantor KPU setempat pada Jumat (9/8/2019) malam.

Setelah itu, kata dia, KPU baru melakukan penetapan anggota DPRD terpilih, dan kemudian mengusulkan kepada Gubernur melalui Wali Kota Surakarta untuk dilakukan pelantikan anggota DPRD terpilih periode 2019-2024, pada tanggal 14 Agustus mendatang.

Pada tanggal 14 Agustus itu, kata dia, merupakan terakhir batas masa jabatan anggota DPRD Kota Surakarta periode 2014-2019. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Surakarta

Surakarta Bakal Dirikan Monumen Kota Layak Anak

Published

on

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

Jatengraya.id, Solo – Pemerintah Kota Surakarta akan mendirikan Monumen Kota Layak Anak (KLA) di Taman Jaya Wijaya Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.

“Pendirian monumen ini agar taman tersebut bisa menjadi salah satu objek wisata bagi anak-anak,” kata Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di sela pemberian bibit cabai oleh Bank Indonesia kepada masyarakat di Taman Jaya Wijaya Solo, Jumat (23/8/2019).

Ia menambahkan monumen tersebut akan didirikan pada tanggal 10 November 2019 bertepatan dengan Hari Anak Sedunia 2019 dan rencananya dihadiri oleh 11 wali kota se-Asia.

Menurut dia, didirikannya monumen tersebut juga untuk mendukung upaya Indonesia menuju negara layak anak.

“Kami akan mulai dari Solo. Nanti tinggal memindahkan tanaman untuk tempat pemasangan monumen KLA,” ujarnya.

Ia mengemukakan nantinya monumen tersebut juga terbuka bagi pengunjung baik itu anak-anak dari Kota Solo maupun luar Kota Solo.

Sementara itu, dipilihnya Taman Jaya Wijaya sebagai lokasi pendirian Monumen KLA karena Kelurahan Mojosongo merupakan salah satu kelurahan di Solo yang padat penduduk. Selain itu, menurutnya Taman Jaya Wijaya pernah menjadi rujukan kota/kabupaten di Indonesia untuk ruang terbuka hijau.

Terkait dengan pemberian bibit tanaman cabai tersebut, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Surakarta, Bambang Pramono mengatakan merupakan bentuk dukungan dari BI untuk mewujudkan lingkungan seimbang di Kota Solo.

“Ketidakseimbangan lingkungan bisa menyebabkan masalah lingkungan. Oleh karena itu, salah satu bentuk dukungan kami adalah dengan membagikan ratusan bibit tanaman cabai kepada masyarakat,” sebutnya. (asw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Surakarta

Masinis Cacat Mata Akibat Terkena Pecahan Kaca

Published

on

Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Budianto.

Jatengraya.id, Solo – Pelemparan batu ke arah kereta api oleh orang tidak bertanggung jawab berakibat serius bagi masinis KA. Batu yang dilempar tersebut memecahkan kaca loko dan serpihannya mengenai mata masinis sehingga mengalami cacat permanen sebelah.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengidentifikasi pelaku dan menyatakan bakal menindak tegas pelempar kereta api karena merugikan perusahaan secara material bahkan mengancam keselamatan kru KA.

“Pelemparan terhadap kereta api yang melintas tidak hanya berbahaya tetapi juga menimbulkan kerugian bagi kami. Apalagi pecahan kaca ini sampai mengenai penumpang maupun petugas,” kata Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Budianto di Solo, Rabu (14/8/2019).

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar oknum tidak bertanggung jawab tersebut tidak lagi melakukan aksi vandalisme tersebut.

Ia mengatakan salah satu daerah yang sering terjadi kasus pelemparan tersebut yaitu di wilayah Kulonprogo. Bahkan, sebagian besar pelakunya merupakan pelajar.

“Pelemparan tersebut seringnya terjadi di Kedung Banteng sampai dengan Kutoarjo,” katanya.

Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan yang pernah dilakukan terhadap pelaku, ternyata mereka iseng saat melakukan pelemparan tersebut.

Terkait hal itu, jika kejadian tersebut kembali terulang sebagai langkah awal pihaknya akan memanggil orang tua pelajar yang bersangkutan.

“Kami akan berikan pemahaman kepada orang tua pelaku. Apalagi kan anak-anak ini tidak memikirkan risiko yang akan terjadi jika melakukan pelemparan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, akibat kejadian pelemparan tersebut, salah seorang masinis PT KAI (Persero) mengalami kerusakan pada salah satu mata secara permanen karena terkena pecahan kaca. (asw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Surakarta

Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban, Surakarta Terjunkan 50 Personel

Published

on

Salah satu dokter hewan sedang memeriksa hewan kurban di tempat penampungan hewan Mojosongo, Solo.

Jateng.id, Solo – Pemerintah Kota Surakarta mulai mengintensifkan pemeriksaan hewan kurban seiring dengan semakin dekatinya Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus 2019.

“Terkait pemeriksaan ini, kami punya tim pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Sudah biasa kami laksanakan setiap tahun, personelnya sekitar 50 orang,” kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan (Dispertan KKP) Weni Ekayanti di sela pemeriksaan hewan kurban di tempat penampungan hewan Mojosongo, Solo, Jumat (9/8/2019).

Ia mengatakan tim tersebut melibatkan seluruh dokter hewan yang ada dan dibagi ke dalam lima kecamatan yang ada di Kota Solo.

“Saat ini mereka mulai bergerak, dari kemarin sudah mulai mendata. Datanya juga sudah ada karena setiap tahun sudah disiapkan. Pasti hari H serentak, plus tiga hari tasrik,” katanya.

Ia mengatakan tujuan dari pemeriksaan tersebut untuk memastikan hewan kurban tetap aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) sesuai dengan aturan secara teknis maupun syar’i.

“Tetapi kalau untuk syar’i biasanya kami kembalikan ke panitia karena yang berhak untuk menentukan sana. Misalnya, kalau ada yang sanglir, itu kan sebetulnya cacat. Kalau secara teknis dan syar’inya tidak boleh. Tetapi kalau sohibul hajatnya bisa beli itu ya kami kembalikan kepada yang bersangkutan,” katanya.

Ia mengatakan jika pada kegiatan pemeriksaan tersebut ditemukan ada hewan kurban yang sakit maka akan diobati terlebih dahulu.

“Kalau sakitnya ringan, misalnya ada yang belek, kami obati bisa sembuh ya bisa dilanjutkan. Kalau belum bisa ya ditunda dulu,” katanya.

Meski demikian, pihaknya memastikan hingga saat ini tidak ada temuan penyakit berbahaya pada hewan kurban di Kota Solo.

Pemeriksaan serentak juga akan dilakukan pada hari H penyembelihan.

“Kami lakukan pemeriksaan di semua titik penyembelihan. Takmir masjid, kita kan ada datanya. Kalau di sekolah dilakukan pada hari tasrik,” katanya.

Sebagai langkah awal pemeriksaan, salah satu yang dipastikan adalah kelengkapan syarat administrasi.

“Ada atau tidak surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal. Kalau tidak ada, karena sudah kami periksa baru kami beri keterangan sudah diperiksa,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan suhu tubuh hewan kurban tersebut. Ia mengatakan baik untuk kambing maupun sapi, suhu tubuh normal di kisaran 34-35 derajat celcius.

“Jangan sampai 40 derajat celcius ke atas,” katanya. (ris)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending