Connect with us

Surakarta

Putri Bung Karno : Tidak Ada Pilihan Lain Selain Menangkan Prabowo-Sandi

Published

on

Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto saat bertemu dengan Putri Proklamator RI Soekarno atau akrab dikenal Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri.

Jatengraya.co.id, Solo – Putri Proklamator RI Soekarno atau akrab dikenal Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, menyatakan Indonesia harus dipimpin oleh orang yang berjiwa kesatria dan mencintai negeri serta rakyatnya seperti sang ayah dulu saat menjadi Presiden pertama RI.

Pilihannya merapat ke Partai Gerindra dan mendukung penuh Prabowo Subianto, tidak lain karena Prabowo sosok yang sangat mencintai negara dan rakyatnya.

“Sehingga tidak ada pilihan lain selain memenangkan pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 yang akan dilaksanakan 17 April mendatang,” kata Rachmawati saat menghadiri kampanye Prabowo di Lapangan Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019).

Sambil menangis Rachmawati menuturkan, sebagai anak bilogis Bung Karno dirinya tidak pernah ‘menjual’ nama dan gambar ayahnya untuk menarik simpati masyarakat.

“Saya Putri Bung Karno, bukan jual-jual gambar muka Bung Karno. Kami melaksanakan ajaran bung Karno, bersama bapak Prabowo. Ojo keliru, saya bukan yang kemarin di sini,” kata Rachmawati.

Rachmawati pun menanyakan kesiapan ribuan pendukung Prabowo yang hadir untuk memenangkan Capres nomor urut 02 tersebut di Pilpres 2019 ini.

“Sanggup menangkan Prabowo-Sandi tanggal 17 April?” tanya Rachmawati

“Sanggup,” jawab ribuan massa kompak.

“Tidak ada pilihan lain. Bersama Prabowo-Sandi kita menyongsong kemenangan,” imbuh Rachmawati. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Surakarta

Penerbangan Internasional Belum Berdampak Positif pada Kunjungan Wisatawan di Solo

Published

on

Humas dan Promosi PHRI Surakarta, Sistho A Shrestho.

Businesstoday.id, Solo – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengaku belum merasakan dampak positif adanya penerbangan internasional yaitu rute Kunming, China-Solo dan Malaysia-Solo.

“Wisatawan mancanegara dari Kunming yang datang dari beberapa kloter belum bisa mendongkrak pasar yang ada,” kata Humas dan Promosi PHRI Surakarta Sistho A Shrestho di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/10/2019).

Ia mengatakan belum berdampaknya penerbangan internasional tersebut, salah satunya terlihat dari masih ada beberapa hotel besar yang belum penuh karena kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

“Indikator lain yang mudah terlihat yaitu dari promo-promo di mal, adakah promo khusus untuk turis dari China maupun Malaysia,” katanya.

Terkait hal itu, ia berharap agar penerbangan Solo-Malaysia yang baru saja dibuka dapat segera dimanfaatkan oleh pelaku wisata, termasuk perhotelan dan restoran.

“Kota Solo dan sekitarnya harus segera membuat program untuk tetap menarik wisatawan mancanegara yang mau long stay di sini,” katanya.

Justru keberadaan jalan tol, kata dia, mampu memberikan dampak positif karena mampu membedah pasar Jawa Timur untuk memanfaatkan sektor pariwisata di Solo.

“Jika pemerintah dan stakeholder mampu bekerja sama dan mengatur dengan baik, maka hasilnya pun akan makin baik,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, mencatat per bulan Agustus 2019 jumlah penumpang yang datang melalui Bandara Adi Soemarmo sebanyak 72.196 orang, terdiri dari 71.546 penumpang penerbangan domestik dan 650 penumpang penerbangan internasional.

“Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 68.293 penumpang,” kata Kepala BPS Kota Surakarta Totok Afirijanto. (ris)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Surakarta

Pedagang Tolak Rencana Penghapusan Minyak Goreng Curah

Published

on

Sejumlah pedagang menolak rencana penghapusan minyak goreng curah yang digulirkan oleh pemerintah karena biaya produksi akan makin membengkak.

Jatengraya.id, Solo – Sejumlah pedagang menolak rencana penghapusan minyak goreng curah yang digulirkan oleh pemerintah karena biaya produksi akan makin membengkak.

“Kalau harus beli minyak goreng kemasan saya keberatan,” kata salah satu pedagang ayam goreng Surati di Shelter Manahan Solo, Senin (7/10/2019).

Ia mengatakan selisih harga minyak goreng curah dengan kemasan cukup tinggi sehingga jika minyak goreng curah sudah tidak ada lagi di pasaran akan banyak pedagang yang merasa dirugikan.

“Apalagi seperti saya yang pakai banyak minyak goreng dalam sehari. Saya selain goreng ayam juga goreng kremesan. Itu kalau menggoreng butuh minyak banyak,” katanya.

Ia mengatakan dalam satu hari membutuhkan sekitar tiga liter minyak goreng. “Tetapi kalau memang akhirnya harus pakai minyak kemasan ya nanti terpaksa harga makanan yang saya jual juga menyesuaikan. Jadi sedikit lebih mahal, supaya saya tidak rugi,” katanya.

Pedagang lain di Pasar Legi, Maryani mengatakan baru mendengar adanya rencana tersebut.

“Ya agak kaget karena kan minyak goreng curah banyak sekali yang beli. Dalam satu hari saja saya bisa menjual sampai 30 liter minyak goreng curah,” katanya.

Menurut dia, jika rencana tersebut jadi diterapkan kemungkinan akan banyak pelanggannya yang mengeluh.

“Selisih harganya kan jauh. Kalau minyak goreng curah saya jual Rp10.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan harganya Rp12.000 per liter,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita melarang peredaran minyak goreng curah di pasar masyarakat mulai 1 Januari 2020. Sebagai gantinya minyak goreng curah wajib menggunakan kemasan.

Ia mengatakan alasan pelarangan tersebut karena peredaran minyak goreng curah di pasar berpotensi bahaya mengingat kualitas minyak tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak melewati pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (asw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Surakarta

Bekraf Akan Masifkan Program Sertifikasi Untuk Pembatik

Published

on

Sertifikasi Profesi Batik yang dilaksanakan oleh Bekraf di Solo, Rabu (2/10/2019).

Jatengraya.com, Solo – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan memasifkan program sertifikasi untuk pembatik dalam negeri agar makin siap menghadapi persaingan global.

“Pada tiga tahun terakhir ini Bekraf sudah menyertifikat sebanyak 3.942 pengrajin batik. Harapannya ke depan bisa lebih masif lagi,” kata Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf Sabartua Tampubolon di sela acara Sertifikasi Profesi Batik di Solo, Rabu (2/10/2019).

Padahal, kata dia, berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian RI jumlah pengrajin batik di Indonesia hampir mencapai 600.000 orang.

“Memang yang melakukan program sertifikasi ini bukan Bekraf saja, melainkan juga Kemenperin dan dinas terkait. Meski demikian, kami perkirakan jumlahnya masih sedikit,” katanya.

Oleh karena itu, Bekraf berinisiatif untuk melakukan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi dan memasukkan program sertifikasi pada Undang-Undang Ekonomi Kreatif dengan tujuan agar ini jadi perhatian semua pihak.

Sesuai dengan definisinya tenaga kerja kreatif adalah orang bekerja yang bernilai tambah dan ada proses kreatif di dalamnya bersumber pada budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

“Jadi, tenaga kerja kreatif harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Oleh karena itu, dalam 3 tahun terakhir ini kami terus mendorong sertifikasi profesi mengingat standar dibutuhkan dalam persaingan,” katanya.

Menurut dia, yang menjadi ancaman adalah jika ada ada tenaga kerja luar negeri yang datang ke Indonesia dan mereka lebih kompeten, pasar Indonesia akan mudah dikuasai oleh pekerja asing.

“Dalam hal ini, kita bisa memagarinya kalau tenaga kerja ekonomi kreatif kita punya kemampuan yang memadai karena bagaimanapun juga kemampuan yang baik adalah bagian dari proses persaingan ekonomi dunia,” katanya. (asw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending