Connect with us

Pekalongan

Tangis Umi pada Sandiaga Uno saat Memberikan Celengannya

Published

on

Ibu Umi saat memberi celengan simpanannya yang diberikan kepada sandiaga uno untuk sumbangan dana kampanye di pilpres 2019.

Jatengraya.id, Pekalongan – Usai bersilaturahmi dan ramah tamah dengan Gus Anis Dan Para Kya Di Ponpes Roudlotul Muhibbin, Kradenan VIII, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (12/2/2019), Sandiaga Uno di beri celengan oleh Umi.

Karena lautan manusia di pintu keluar Ponpes, Sandi yang selalu memvideokan pemberi donasi untuk sumbangan dana kampanye agar nama alamat telepon tercatat untuk kelengkapan administrasi, Umi sempat menghilang.

BACA JUGA : Ini Kata Sandiaga Uno pada Emak-Emak dan Milenials Pekalongan soal OK OCE

Umi ternyata masih menunggu di ujung jalan. Sandi memintanya mendekat ke mobil. Di sinilah Umi menangis. “Jangan dilihat dari jumlahnya Pak. Saya Ikhlas untuk Indonesia yang lebih baik,” kata Umi sambil.menghapus airmatanya dengan kaos yang dipegangnya.

“kenapa menangis Ibu Umi,” tanya Sandi. Umi tidak bisa berkata-kata lagi. “Terimakasih Ibu Umi. Ini saya akan berikan kepada Badan Pemenangan Nasional agar tercatat,” ucap Sandi, dan Umi pun berlalu.

Dalam kesempatan bersilaturahni dengan Gus Anis, Sandiaga disambut hangat oleh pengasuh ponpes tersebut. Hadir juga Gus Wafi, putera KH Maimoen Zubair, ulama kharismatik dari Pesantren Sarang Rembang. (dam)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Pekalongan

Bupati Pekalongan : Batik Harus Kuasai Pasar Dunia

Published

on

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi didampingi Ketua Dekranasda Munafah Kholbihi, dan CEO Fortuna AG. Edhi Bawono pada acara pelatihan bertema "Batik Tiada Batas".

Jatengraya.id, Pekalongan – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berharap produk kerajinan batik mampu menguasai pasar dunia sehingga para perajin batik harus terus bisa meningkatkan kreativitasnya dan inovasi agar produknya diminati oleh konsumen.

“Sekarang ini, banyak produk asal negara lain mendominasi di negara Indonesia. Oleh karena itu. kita juga harus bisa membalas agar produk batik bisa menguasai pasar mancanegara,” katanya usai acara pelatihan dan sarasehan “Batik Tiada Batas” di Pekalongan, Minggu (18/8/2019).

Kendati demikian, kata dia, untuk menguasai pasar dunia ini, maka perlu adanya proses dan kesiapan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

“Oleh karena, kami terbantu dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Fortuna untuk memberikan semacam pelatihan pada pelaku milineal batik dalam memasarkan batik lintas batas, terutama dengan basis ‘online’ (during),” katanya.

Ia mengaku optimistis beberapa produk khas asal daerah ini bisa membanjiri pasar nasional maupun mancanegara dengan catatan produknya ditingkatkan, kualitas, kuantitas, maupun mutunya tetap dijaga.

“Oleh karena, apabila kita sudah mampu membangun kualitas sumber daya manusianya, maka produk dalam negeri bisa membanjiri pasar mancanegara,” katanya.

Ia mengatakan sebanyak 53 industri UMKM dan sekitar 26 ribu pelaku bergerak pada sektor kerajinan batik dan konveksi yang harus ditata.

“Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah penyuplai kerajinan batik maupun konveksi terbesar di Indonesia. Oleh karena, kita perlu meningkatkan pemasaran hasil produknya agar harganya lebih kompetitif,” katanya. (ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Pekalongan

Fortuna Ajak Perajin Batik Manfaatkan Teknologi Digital

Published

on

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama peserta UMKM milineal batik, dan CEO Fortuna AG. Edhi Bawono pada acara pelatihan teknologi digital.

Jatengraya.id, Pekalongan – Fortuna sebagai ikon brand agency lokal terbesar di Indonesia mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor industri batik Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memanfaatkan teknologi digital agar bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.

CEO Fortune AG. Edhi Bawono pada “Batik Tiada Batas” di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa era digitalisasi sudah masuk pada aspek kehidupan usaha mulai pemesanan produk, transaksi pembayaran, dan produk sampai ke pelanggan.

“Oleh karena, dengan memanfaatkan teknologi digital maka kerajinan batik bisa dikenal dan dijual ke mana pun di pasar dunia,” katanya,

Ia mengatakan para pelaku UMKM sudah saatnya memaksimalkan sebuah perubahan (kemajuan teknologi) dengan go online’untuk memasarkan produknya dengan bisnis digital.

Kendati demikian, kata dia, untuk bisa memasarkan produk dalam bisnis digital maka pelaku UMKM harus memiliki skill digital branding.

“Sekarang, lebih banyak aspek baru yang perlu dipertimbangkan dalam branding seperti pemilihan platform media sosial yang tepat hingga waktu posting yang optimal di Instagram. Hal ini yang kami mencoba melatih kepada UMKM batik di Pekalongan,” katanya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan bahwa pelatihan yang dilakukan oleh Fortuna pada pelaku milineal maka akan dapat membantu UMKM kerajinan batik setempat dapat bersaing di pasar mancanegara.

Pelatihan ini, kata dia, juga searah dengan program Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menargetkan pertumbuhan UMKM “go online’ pada tahun ini.

“Kami menyadari potensi kerajinan batik Pekalongan dan melihat bahwa digital branding akan membantu pelaku UMKM melebarkan sayap ke pasar yang lebih luas,” katanya. (ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Pekalongan

Kekeringan, Tiga Desa di Pekalongan Terus disuplai Air Bersih

Published

on

Badan Penaggulangan Benacana Daerah Kabupaten Pekalongan melakukan suplai air bersih pada sejumlah desa rawan air bersih.

Jatengraya.id, Pekalongan – Sebanyak tiga desa di tiga kecamatan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih seiring memasuki musim kemarau yang relatif cukup panjang dan adanya kerusakan tandon Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo di Pekalongan, Jumat, mengatakan hingga kini pemkab terus melakukan suplai air bersih di tiga desa tersebut yaitu Desa Sragi Kecamatan Sragi, Desa Kesesi Kecamatan Kesesi, dan Pecakaran Kecamatan Wonokerto.

“Dua desa masing-masing Sragi dan Kesesi karena sumber air sudah tidak mengalir sedang di Desa Pecakaran akibat sarana Pamsimas mengalami rusak. Oleh karena, kami melakukan droping air bersih tiga hari sekali pada desa terdampak krisis air bersih,” katanya.

Sebanyak 6 tangki dengan kapasitas masing-masing tangki 5.000 liter disalurkan di Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi 340 keluarga atau 1.716 jiwa, dan 3 tangki di Desa/Kecamatan Kesesi untuk 481 keluarga atau 1.647 jiwa.

Ia mengatakan Untuk mengantisipasi kemungkinan krisis air bersih itu, pemkab sudah menyiapkan lima mobil tangki air yaitu dua di BPBD dan tiga milik PDAM.

“Pada tahun ini memang ada beberapa desa yang ditangani dengan kegiatan Pamsimas sehingga semoga warga yang mengalami krisis air bersih mulai berkurang,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau 2019, BPBD sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah daerah rawan kekeringan di daerah itu.

Berdasar pemetaan, kata dia, terdapat sebanyak 11 desa di tujuh kecamatan berpotensi rawan air bersih yaitu Desa Lur Agung Kecamatan Kandang Serang, Pengapon, Legok Gunung Kecamatan Wonopringgo, Desa Pegandon, Pangkah, dan Kedung Kebo Kecamatan Karangdadap, serta Desa Sawangan Kecamatan Doro.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Lingkungan Hidup dan Permukiman Kabupaten Pekalongan Mudiharso mengatakan pemkab telah menyiapkan anggaran dari dana alokasi khusus sebesar Rp4,8 miliar dan dana APBD Rp1,5 miliar untuk pembangunan jaringan dan sambungan air bersih ke rumah warga.

“Saat ini yang sudah tertangani (akses air bersih) sekitar 90 persen. Kami berharap pada tahun depan sudah tidak ada lagi desa rawan air bersih,” katanya. (ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending