Connect with us

Pekalongan

Sandiaga Uno Sarungan ke PT Pismatex

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat mengunjungi PT Pismatex berdialog dengan pemilik dan karyawan Pabrik yang terkenal dengan produksi sarung Cap Gajah Duduk.

Jatengraya.id, Pekalongan – Sandiaga Salahuddin mengunjungi PT Pismatex berdialog dengan pemilik dan karyawan Pabrik yang terkenal dengan produksi sarung Cap Gajah Duduk. Calon wakil.presiden nomor urut 02 ini mengelilingi pabrik, melihat langsung pembuatan sarung tersebut.

Sandi datang ke Pismatex di Jalan Raya Bligo, Surobrajan, Sapugarut, Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (12/2/2019), dengan menggunakan sarung. “Ini bagaimana saya doang yang pakai sarung. Ini harus di budayakan untuk meningkatkan penggunaan sarung, bukan hanya di hari raya atau acara-acara keagamaan saja, tapi bisa digunakan sehati-hari,” ucap Sandi.

Sandi yang disambut oleh generasi ketiga PT Pismatex, Affan, berharap ada pendekatan baru desain sarung, misalnya sarung celana atau produksi sarung yang menyasar para milenials, sehingga pengunaan sarung akan lebih luas dan menjadi identitas tersendiri.

“Jadi memang harus ada Terobosan- terobosan baru, sehingga penjualan sarung tidak hanya banjir order di hari -hari besar saja,” ucap Sandi.

Eks wakil gubernur ini berharap industri seperti Pismatex bisa banyak lebih tumbuh di Indonesia, sehingga dapat menyerap lapangan kerja lebih banyak lagi,” tutup Sandi. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Pekalongan

Air Laut Pasang, 11 Desa di Kabupaten Pekalongan Terendam Banjir Rob

Published

on

Desa di Kabupaten Pekalongan Terendam Banjir Rob Akibat Air Laut Pasang. (Foto: BNPB Indonesia)

Jatengraya.id, Pekalongan – Banjir rob menggenangi sedikitnya 11 Desa di 4 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Rabu (3/6/2020) pukul 16.00 WIB.

Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, banjir tersebut dipicu oleh peristiwa air laut pasang yang membuat empat sungai, masing-masing; Sungai Silempeng, Sungai Sengkarang, Sungai Meduri dan Sungai Bremi meluap dan membanjiri permukiman warga di 11 desa tersebut.

Adapun 11 desa yang terdampak meliputi Desa Boyoteluk dan Desa Depok di Kecamatan Siwalan. Kemudian Desa Semut, Desa Woker Kulon dan Desa Pacakaran di Kecamatan Wonokerto. Selanjutnya Desa Jeruksari, Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo, Desa Karangjompo, Desa Pacar dan Desa Samborejo di Kecamatan Tirto.

Berdasarkan keretangan dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo, sedikitnya ada 17 warga yang mengungsi di Gedung TPS Desa Semut.

Dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 di pengungsian, pihaknya juga memberlakukan protokol kesehatan dengan menjaga jarak aman tempat tidur dan menyediakan masker, sarana cuci tangan dan hand sanitizer di beberapa titik.

“Untuk tidur kita atur tidak terlalu rapat, kemudian masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan kita siapkan,” jelas Budi Rahardjo dalam pesan singkat.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama tim gabungan dari aparat TNI dan Polri serta masyarakat melakukan penanganan darurat dengan membuat tanggul di beberapa titik untuk mengantisipasi luapan sungai.

Selain itu, tim gabungan juga membantu upaya evakuasi warga dusun Simonet ke tempat pengungsian di Gedung Pengelola TPS Desa Semut.

Dalam hal ini, BPBD Kabupaten Pekalongan juga telah menyalurkan bantuan logistik bagi para pengungsi dan mendirikan Dapur Umum di Desa Semut.

Sebagai informasi, gelombang pasang air laut terjadi di pesisir utara laut Jawa sejak Senin (1/6/2020). Peristiwa itu juga menyebabkan wilayah di sekitar pesisir Pantai Utara Jawa seperti Demak, Semarang, Pekalongan, Tegal dan Brebes terendam banjir rob.

Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar masyarakat dapat melakukan antisipasi agar dapat terhindar dari bencana yang dipicu oleh peristiwa alam tersebut. Selain itu, BNPB juga mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di tiap-tiap daerah agar terus meningkatkan kapasitas untuk menanggulangi bencana. (npb)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Pekalongan

Berikan Rasa Aman, Puluhan Polisi Pekalongan Amankan Festival Durian Lolong

Published

on

Acara Festival Durian Lolong 2020 di Wisata Alam La Ranch Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar, Minggu (9/2/2020).

Jatengraya.id, Pekalongan – Puluhan personel Polres Pekalongan melakukan pengamanan di beberapa tempat atau lokasi dalam acara Festival Durian Lolong 2020 di Wisata Alam La Ranch Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar, Minggu (9/2). Hal itu untuk memberikan rasa aman dan mengantisipasi hal-hal tidak dinginkan, baik tindak pidana maupun kejadian tidak terduga.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si mengatakan, kunjungan masyarakat dalam festival wisata durian ini mencapai puncaknya yakni mencapai ribuan orang. Sebab momen ini bertepatan dengan melimpahnya panen raja buah di desa setempat.

“Kami dari kepolisian bersama penyelenggara dan pengelola tempat wisata serta masyarakat yang mengunjungi wisata mengutamakan keamanan dan keselamatan, karena tanpa kebersamaan tentu akan sulit mewujudkannya. Ini semua kami lakukan untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujarnya.

Dia melanjutkan, selain melakukan pengamanan di tempat inti festival, pihaknya juga melakukan pengamanan jalur baik masuk maupun keluar arena untuk kelancaran lalu lintas. Untuk mencegah hal tidak diinginkan, sejumlah petugas telah memberikan imbauan untuk masyarakat agar tetap waspada menjaga barang-barang berharganya serta selalu menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara kondusif.

”Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar dan aman. Saya juga mengapresiasi kegiatan festival durian ini yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ucapnya.

Sementara itu, dalam festival ini juga dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asib Kholbihi, Walikota Pekalongan Zaelani Mahfud, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, Dandim 0710 Letkol Infantri Arfan Johan Wihananto, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun, Dinas Pariwisata Provinsi Jateng, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kepala SKPD, Forkompincam se Kabupaten Pekalongan, perwakilan Kepala Desa se Kabupaten Pekalongan serta tamu undangan.

Dalam festival yang rutin diadakan setiap tahunnya itu, juga dilaksanakan penilaian durian oleh Forkopimda Kabupaten Pekalongan, tidak terkecuali Kapolres Pekalongan sebagai juri yang ikut mencicipi durian favorit yang menjadi unggulan dari masing-masing petani durian di Kabupaten Pekalongan. Selain itu ada pula penilaian festival gunungan durian tingkat kecamatan se Kabupaten Pekalongan. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Pekalongan

Pemkot Pekalongan Siapkan Dana Penataan Sempadan Sungai Rp1,4 Miliar

Published

on

Tim apraisal (penaksir harga) sedang beruadensi denhan pemilik lahan yang tanahnya akan dibebaskan ntuk proyek penataan sempadan Kali Loji.

Jatengraya.id, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyiapkan dana untuk pelaksanaan proyek penataan sempadan Sungai Loji tahap pertama sebesar Rp1,4 miliar.

Kepala Bidang Pertanahan, Penataan Ruang, dan Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan Khaerudin di Pekalongan, Jumat (20/9/2019), mengatakan dana sebesar Rp1,4 miliar akan diambil melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019.

“Dana itu akan kami gunakan untuk membayar pembebasan ganti rugi tanah dan bangunan milik warga yang berada di sekitar sungai itu. Pada tahap pertama ini, sebanyak 32 bidang tanah yang akan dibebaskan,” katanya.

Ia mengatakan pembebasan lahan untuk proyek penataan sempadan Kali Loji tahap pertama ini adalah untuk radius 500 meter dari total radius 1.500 meter yang dibutuhkan.

“Untuk radius 500 meter ini ada 32 bidang yang kami bebaskan,” katanya.

Menurut dia, setelah terjadi kesepakatan akan dilanjutkan dengan tahap pemberkasan yang diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan.

“Setelah itu selesai, akan dilanjutkan dengan proses pembayaran menggunakan dana APBD 2019,” katanya.

Ia menambahkan harga tanah milik warga antara Rp260 ribu hingga Rp375 ribu per meter persegi sedang nilai bangunan Rp600 ribu hingga Rp1,9 juta per meter persegi. (ktd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending